AFTER

AFTER
Eps 39



(Satya & Teressa.)


.


.


.


.


.


Usai mengunjungi pemakaman tadi, kini keluarga dari pihak satya singgah dahulu di kediaman sederhana Teressa. Dimana disana juga nampak ada persiapan yang sudah diatur oleh Bunda.


Karna Teressa sudah tak memiliki kerabat atau keluarga dan sanak saudara, jadi acara persiapan pernikahan dibantu-bantu oleh Pak/bu RT juga para tetangga yang berbaik hati ikut serta untuk membantu.


"Maaf ya mbak, Ghe nggak bisa bantu banyak. Ini baby nya Ghea masih betah didalem nggak mau buruan keluar, kalo udah mbrojol mah Ghea bisa bantu-bantu mbak sama yang lain." ujar Ghea pada calon kakak ipar nya itu.


"Nggak papa dek, ini udah dibantuin sama yang lain aja mbak udah bersyukur. Kamu jangan capek-capek ya, mereka kayaknya mau keluar tuh." balas Teressa menimpali.


"Mbak tau kalo Ghea hamil twins? mbak jangan bilang siapa-siapa dulu ya." ucap Ghea.


"Loh emang keluarga kamu nggak ada yang nyadar kalo kamu hamil twins? kenapa disembunyiin emang?" Tanya Teressa terheran-heran.


Mungkin mbak Teressa punya kelebihan bisa liat orang hamil twins apa satu kali ya.


"Mbak ngomongnya pelan-pelan ya, Ghea sengaja nggak bilang sama Ayah bunda sama mertua juga, Abang juga nggak tau. Yang tau cuma suami sama anak Ghea doang, dan udah Ghea setting supaya nggak comel ke yang lain." bisik Ghea pelan.


"Oh mau ngasih surprise ya, pasti nanti seneng semua kalo tau kamu lahiran baby twins." Ujar Teressa yang ikut merasakan kebahagiaan yang Ghea rasakan.


"Iya hehehe." balas Ghea tertawa kecil.


Tak lama kemudian Gavin beserta putranya datang menghampiri Ghea dan menyerahkan susu kotak khusus ibu hamil untuk Ghea.


"Minum dulu ya susunya, dua kotak sayang biar adil." ujar Gavin.


"Makasih." Balas Ghea sambil menerima minuman susu ibu hamil itu dari suaminya.


"Sama-sama sayang." balas Gavin sambil mengusap puncak kepala Ghea.


"Gathan nggak main sama Kak Noah, sayang?" Tanya Teressa pada bocah tampan itu.


"Kak Noah lagi main sama Uncle, kata daddy ndak boleh diganggu." adu Gathan dengan wajah sedih dan lesu.


"Sekarang mainnya sama daddy dulu ya, Uncle nya di pinjem sama Kak Noah dulu sayang. Nanti dirumah main lagi sama Uncle." Ucap Gavin memberi pengertian pada putranya.


Sabar Cil.


"Sebentar lagi sayang, Gathan sabar ya." balas Ghea sambil mengusap lembut kepala sang putra itu.


Teressa ikut merasakan senang melihat keluarga yang sangat harmonis didepannya itu, ia juga berharap kelak kehidupannya dengan Satya berjalan lancar seperti yang ia harapkan.


_________________


"Aku pulang dulu, sampai ketemu di hari-H. Jaga diri baik-baik, jangan banyak pikiran dan jaga kesehatan." pamit Satya pada Teressa.


"Iya mas juga." balas Teressa yang mendapat anggukan kepala dari Satya.


"Om pulang dulu No, jagain bundamu ya." pamit Satya beralih pada Noah.


"Iya om." balas Anak itu.


"Sayang bunda pulang dulu ya, tiap hari nanti bunda kesini lagi nengok kamu sama Noah." ucap Bunda Citra kepada Teressa mewakili anggota keluarga yang lain.


"Iya buk, ibuk sama yang lain hati-hati dijalan ya." balas Teressa.


"Iya sayang." ucap Bunda.


"Gathan sini pamit sama aunty dulu." seru Bunda Citra pada sang cucu.


Gathan pun turun dari gendongan sang daddy, kemudian menghampiri Noah dan bundanya.


"Athan pulang dulu ya Aunty, Kak Noah. Assalamualaikum dadahh." seru Gathan kemudian menyalami keduanya.


"Waalaikumsalam." balas Teressa dan Noah bersamaan.


"Udah oma."


"Yaudah kita pulang dulu ya Tessa, Noah. Assalamualaikum. " pamit Bunda Citra.


Dan akhirnya mereka pun benar-benar pergi dari kediaman Teressa.


____________


Besok akad.


Babay!



Nih undangan nya ya sodara-sodara.