AFTER

AFTER
Eps 33



(Satya & Teressa.)


.


.


.


.


.


Karna rencana pernikahan masih bulan depan, jadi masih ada waktu sebulan bagi Satya dan Teressa untuk mengenal lebih dekat lagi.


Dan pagi ini Satya maupun Teressa pun kembali beraktivitas dikantor seperti biasa.


Namun berita tentang rencana pernikahan Satya dengan Teressa sudah sebagian bocor terhadap beberapa anak buah kantor, terutama karyawati.


Rasanya mereka tak rela jika bos nya akan menikah dengan sang sekertaris.


Wahai wanita pintar dan budiman, ingatlah Pak Satya adalah bos kalian dan yang pasti cinta Pak Satya udah sepenuhnya buat Mbak Tessa, nggak bisa diganggu gugat.


BRAKKK


"Astagfirullah." seru Teressa terkejut sambil mengelus dadanya.


"Mana yang namanya Teressa!" seorang wanita dengan tatapan angkuh dan sinis menghampiri ruang foto copy yang terdapat dilantai bawah.


Dilihat dari penampilannya yang sengaja mengumbar aurot dengan pakaian yang mini, dari rok span yang terlihat sangat pendek diatas lutut dengan model sobek dibagian tengah, dan jangan lupakan kemeja putih yang nampak sesak ditubuhnya dengan kancing atas yang sengaja dilepas beberapa hingga sedikit memperlihatkan itunya.


Aku masih polos maap ya😌


"Kalo ditanya jawab jangan pada bisu, budeg kalian hah!!" bentak si mak lampir, sebut saja Alexa.


"Saya Teressa mbak, kenapa ya?"


"Oh ini yang namanya Teressa, pake pelet apa Lo sampe Pak Satya mau nikahin Janda murahan kayak lo!" serunya sambil menatap sinis dan rendah Teressa.


Buat mbak Teressa yang sabar jangan mudah kepancing, kelakuan uler mohon dimaklumi.


Buat yang baca juga santai, tenang, dan kalem ya, jangan emosi.


"Saya? saya nggak pake pelet-peletan mbak, itu musyrik di agama saya." jelas Teressa dengan jujur.


"Alah bacot lo, bilang sama gue, lo pake pelet kan buat deketin Pak Satya. Kelakuan sama penampilan emang beda jauh!" Seru Alexa.


"Astagfirullah, saya nggak ngelakuin apa-apa mbak, sumpah demi Allah." ucap Teressa.


"Ini nih, ini kan yang selama ini lo gunain buat nutupin aib-aib lo!! Nggak guna lo pake ginian ******!!" Bentak Alexa sambil berusaha menarik jilbab yang dikenakan Teressa. Namun Teressa bukan wanita selemah itu, ia tetap berusaha mempertahankan kehormatannya.


Saya kok ikut emosi ya?


"Mbak jangan tarik mbak, saya mohon." pinta Teressa dengan memohon.


"Bodo amat, nggak akan gue lepasin sebelum gue puas nyiksa lo!!" teriak wanita itu dengan amarah. Disana tak ada yang berani melerai karna mak lampir kayak orang kesurupan jin iprid.


Tak sampai disana, tiba-tiba datang lah seorang wanita yang penampilannya tak jauh dari penampilan mak lampir tadi, mungkin squad nya.


"Abisin aja."


Mendapat bisikan itu, mak lampir tadi dengan kasar menarik Teressa dan mendorong tubuh Teressa hingga terbentur sudut meja.


"Mampus lo!" Seru mak lampir tadi dengan seringai yang menghiasi wajahnya.


"Yakin sampe sini aja, nggak asik nih kurang seru." ucap dari bestienya Mak lampir tadi. Dengan gaya angkuh sambil melipat kedua tangannya didepan dada, kedua wanita itu berdiri didepan Teressa yang tersungkur di lantai dengan keadaan mengenaskan.


"Let's play bestie."


"Gue peringatin buat kalian yang berani lapor ke Pak Marvin atau Pak Satya, gue pastiin hidup kalian nggak aman!!" ancam Alexa.


Dalam diam Teressa terus memanjatkan doa agar Allah selalu memberikannya keselamatan dari siksa setan berpenampilan manusia.


Mak lampir tadi kembali menghampiri Teressa dengan membawa kursi lipat yang terbuat dari besi.


Perlahan ia mengangkatnya dan ingin membantingnya agar mengenai tubuh Teressa, namun.....


BRAKK


"Jo."


Datanglah Jonathan yang langsung mendorong tubuh Mak lampir tadi tanpa mempedulikan jika wanita itu terluka atau tidak, yang pasti ia ingin menyelamatkan Teressa dulu.


"GILA LO HAHH!!! MAMPUS MATI SEKALIAN SANA!!" Bentak Jonathan.


"Jo!!!" teriak Alexa penuh amarah.


"APA LO!!! CEWEK NGGAK GUNA KAYAK LO MENDING MATI AJA SANA!!" teriak Jonathan.


"DAN LO CEWE SIALAN, KALO LO IKUT-IKUTAN GUE PASTIIN KALIAN BERDUA BAKAL DITENDANG DARI KANTOR INI DAN NGGAK BAKAL BISA KERJA DIKANTOR MANAPUN!!"


"Lo kenapa jadi belain si janda murahan itu hah!! yang lo suka itu gue bukan dia!" teriak Alexa.


"Gue? suka sama lo, mimpi!"


Jonathan segera menghampiri Teressa dan membantu wanita itu agar bangkit.


"Ehemm Ehemm."


Tiba-tiba datanglah Satya dan Marvin yang setia disampingnya. Pria itu nampak mengamati pemandangan didepannya dengan seksama.


"Buset dah kek kapal pecah gini, abis petang kalian?" celoteh Marvin terheran dengan keadaan tempat cetak dan foto copy dikantor bos nya itu.


Sedangkan pandangan Satya tertuju pada Teressa yang nampak memegang lengan Jonathan yang membantunya berdiri.


Kalem boy, jangan cemburu apalagi sampe banting kursi lagi.


"Ada apa nih?" Tanya Satya buka suara.


Tak menyia-nyiakan kesempatan, Alexa pun merangkak mendekati Satya dengan cara yang dibuat-buat seolah kesakitan usia ditindas.


"Pak Satya, saya didorong dia sampe kena meja pak, hikss...tangan saya sakit pak.." tangis Alexa sambil menunjuk Teressa. Sedangkan Teressa tak menampakkan ekspresi apa-apa, namun sesekali wanita itu menghapus air matanya yang tak sengaja tumpah. Ia tak ingin terlihat lemah dihadapan siapa pun.


"Nggak usah nipu lo, jelas-jelas lo yang dorong Tessa kan tadi!" sentak Jonathan.


"Hei kamu diem." Seru Satya.


"Jo tolong beliin kopi buat saya didepan, buruan." seru Marvin.


"Tapi pak-?"


"Buruan Jo, tenggorokan saya udah kering ini!" Seru Marvin sambil melototkan matanya.


Mau tak mau Jonathan menuruti permintaan bos nya itu, meninggalkan Teressa sendiri.


"Kenapa?" kini giliran Satya bertanya kepada Teressa. Yang ditanya hanya menunduk sambil menggelengkan kepalanya saja.


"Pak Satya tadi saya juga dijambak pak sama sekertaris bapak, kepala saya sakit pak hikss....tolong saya pak saya disiksa terus sama dia..." Alexa terus saja mencuri perhatian Satya dengan cara aneh-aneh. Wanita itu sengaja menyentuh tangan Satya namun Satya segera menjauhkan tangannya dari gapaian Alexa.


Tak menyerah sampai situ, Alexa berdiri dengan dibuat-buat sempoyongan dan berakhir pura-pura jatuh menimpa tubuh Satya.


"Kamu ngapain Hah!!" Bentak Satya berusaha mendorong tubuh Alexa. Namun bukannya lepas, wanita itu malah memeluk tubuh Satya dihadapan semua orang, termasuk Teressa.


"Saya suka sama bapak, dan menginginkan bapak." bisik Alexa dengan suara dibuat erotis. Satya sudah berusaha mendorong wanita ular itu, namun tenaga Alexa juga sama besarnya. Wanita itu malah mengalungkan kedua tangannya di leher Satya, bibirnya sudah mendekat pada wajah Satya dan sepertinya wanita ular itu berniat mencium Satya.


Wow Nyali nya gede juga ya bund.


"MARVIN TARIK!!!" teriak Satya, dengan sekuat tenaga ia mendorong wanita gila itu hingga terhempas jauh. Tanpa sepengetahuan Satya, Alexa memamerkan seringai licik pada Teressa seolah berkata jika ia sudah mendapatkan ciuman Satya. Namun nyatanya hal itu belum benar-benar terjadi, karna Satya segera mendorong tubuh Alexa tadi sebelum bibir wanita itu mengenai bibirnya.


Namun siapa sangka, Mbak Teressa sudah telanjur salah paham dan mengira jika Satya dan Alexa tadi sudah melakukan adegan kiss.


Hari patah hati bayyy.


____________________


Babayyy..