AFTER

AFTER
Eps 99



(After pt 2)


.


.


.


.


.


"Kalian nggak ada rencana bulan madu?" Tanya Teressa kepada sepasang pengantin baru dihadapannya itu.


"Bulan madu? Kayaknya ditunda dulu deh bun, soalnya kan Alice sama kak-"


"Mas, sayang." ralat Noah mendahului.


Alice semula sangat antusias mengobrol dengan bunda mertuanya, kini malah tertunduk dengan wajah memerah seperti kepiting rebus. Gadis itu ternyata tersipu malu saat suami nya sendiri memanggilnya dengan panggilan sayang.


"Mirip bunda mu pas awal-awal married sama ayah, No. Malu-malu kuda lumping." Celetuk Satya sambil terkekeh kecil.


"Mas jangan nyebar fitnah ya!" Semprot Teressa kemudian memalingkan wajahnya.


"Dih, ayang ngambekan." Kata Satya sambil merangkul bahu istri tercintanya.


Noah tak mau kalah, laki-laki turut melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan ayahnya. Ia merangkul bahu Alice dengan mesra. Alice yang masih malu-malu hanya bisa pasrah, Toh sudah halal.


"Liat tuh, junior mah masih malu-malu. Kalo kita yang senior kan udah biasa nganu-nganu." Kata Satya yang terdengar sangat ambigu.


"Mas ih, ngomongnya dijaga." tegur Teressa.


"Gimana, kalian jadi bulan madu? Kalo iya, ayah sponsorin sebagai hadiah pernikahan kalian." Ujar Satya memberi penawaran.


"Nggak dulu yah kalo dalam jangka waktu dekat ini. Noah sama Alice masih sama-sama sibuk." Tolak Noah dengan sopan.


___________


Waktu sudah menunjukkan tengah malam. Semua orang telah mengurung diri di dalam kamar masing-masing, begitu juga dengan Noah dan Alice.


"Mau kemana?" Tanya Noah dengan suara serak.


"Em, Alice mau ambil minum, haus k-mas."


Noah menganggukkan kepalanya, dan membiarkan Alice beranjak dari tempat tidur nya. Sedangkan Noah kembali memejamkan matanya dan sepertinya melanjutkan acara tidurnya.


Tak selang beberapa lama, Alice kembali ke kamar sambil membawa sebuah tubler berisikan air mineral. Sudah lama ia memiliki kebiasaan minum air ditengah malam.


Saat Alice kembali naik ke atas ranjang, saat itu juga Noah merentangkan tangan nya berharap Alice masuk ke dalam dekapannya. Alice menurut, alhasil kini ia berada didalam dekapan hangat suaminya. Dapat ia rasakan dengan jelas detak jantung Noah yang berjalan lebih cepat.


"Mas?" panggil Alice dengan suara sangat pelan, bahkan terdengar menyerupai bisikan.


"Hm." Balas Noah dengan gumanan.


"Mas nggak enak badan, ya?" Tanya Alice. Noah hanya membalasnya dengan gelengan kepala dalam diam.


"Kok ini cepet banget detaknya." Guman Alice sambil meraba dada bidang Noah yang masih dibalut kaos hitam polos.


Noah merintih tertahan, entah kenapa dirinya sangat sensitive mendapat sentuhan seperti itu dari Alice.


"Mas menggigil ya?" Tanya Alice dengan cemas dan khawatir.


"Sayang, mas tau kamu capek banget hari ini. Makanya mas minta kamu biar istirahat, supaya badan kamu nggak sakit-sakit. Sekarang tidur ya." Ujar Noah dengan lembut dan penuh perhatian.


"Alice sebenarnya nggak terlalu capek, tapi kayaknya insom Alice kambuh deh." Katanya disusul helaan nafas dari gadis itu.


"Begadang sampe bisa tidur." Jawab Alice.


Noah menarik selimut dan mempererat pelukannya pada tubuh Alice, "Sekarang tidur, udah mas peluk." Kata Noah. Lengannya sudah bertengger manis pada pinggang Alice.


"Tangan Alice kejepit." Adu Alice sambil berusaha mengeluarkan tangannya yang terhimpit antara tubuhnya dan tubuh Noah.


Noah segera mengeluarkan sepasang tangan cantik itu, kemudian mengalungkannya pada lehernya sendiri.


Alice menjadi salah tingkah, tubuh mereka benar-benar sangat rapat tanpa ada sekat penghalang.


"Daster? Kamu suka pake daster ya." Guman Noah saat tangannya tak sengaja menyentuh pakaian yang dikenakan istrinya.


"Ini tuh bukan daster tau, tapi modelnya emang nggak jauh beda sama daster. Tapi kalo koleksi punya Alice tuh talinya dari kain pita terus diiket sendiri, soalnya suka gatel-gatel pake yang lengannya ada kolornya."


"Bahunya jadi kayak kejepit terus ntar merah-merah. Alice kalo tidur bisanya pake beginian, soalnya simple dan nyaman ketimbang pake baju tidur yang setelan atasan sama celana."


Gadis urus terus bercerita, hingga tak sadar kalau ia sudah bercerita panjang kali lebar.


Noah kembali membuka matanya, dan melihat ke bawah. Niatnya ingin melihat pakaian yang dikenakan istrinya, tapi pandangan matanya malah menangkap sesuatu yang bersembunyi di balik gaun tidur itu.


"Astaghfirullah." batinnya.


"Mas juga nggak bisa tidur ya?" Tanya Alice yang kini sudah mendongak ke atas menatap Noah.


"Ehm, tadi sih udah ngantuk sekarang nggak bisa tidur lagi kayaknya." Jawab Noah pelan.


"Yaudah temenin Alice begadang yuk!" Ajak Alice dengan semangat.


Malam itu mereka memang bergadang, bukan karena melangsungkan siaran plus plus, tapi mereka berdua menonton film hingga menjelang pagi.


___________


Walau semalam Alice tidur telat, tapi ia biasa bangun pagi seperti biasanya. Pagi itu ia bangun terlebih dahulu, dan ia melihat Noah masih memejamkan matanya sambil menyembunyikan wajahnya dibalik ceruk leher Alice.


Entah sejak kapan posisi tidur mereka berubah, padahal sebelumnya Alice lah yang berada dalam dekapan Noah.


Alice memperhatikan penampilannya. Gadis itu menutup mulutnya agar tidak berteriak karena terkejut. Gaun tidurnya menyingkap hingga ke atas perut, astaga mana selimut mereka sudah terhempas ke lantai. Bukan hanya itu, salah satu aset pribadi Alice menyembul keluar, buru-buru Alice memperbaiki penampilannya sebelum Noah terbangun.


Sesekali Alice melirik Noah yang sepertinya masih tertidur pulas. Ini adalah kebiasaan bangun tidurnya yang buruk, dan terbawa hingga dirinya menikah.


"Mas ."


"Mas bangun, ini udah pagi."


"Eughh..." Noah menggerakkan tubuhnya yang terasa pegal-pegal.


"Jam berapa, yang?" Tanya Noah dengan suara serak. Matanya memincing menyesuaikan cahaya matahari yang masuk melalui celah ventilasi kamarnya.


"Udah jam enam nih, aduh gimana. Alice belum sholat subuh lagi. Masih boleh nggak ya?" Gadis itu panik dan segera bangkit dan mengikat rambutnya asal.


"Kalo nggak sengaja, boleh kok." Ujar Noah menenangkan kepanikan Alice.


"Ayo mas bangun, buruan sholat." Seru Alice. Gadis itu beranjak terlebih dahulu dari tempat tidur menuju kamar mandi. Meninggalkan Noah sendirian diatas kasur.


Tiba-tiba Noah tersenyum sendiri teringat suatu hal. Itu sangat jelas dimatanya. Sungguh nikmat mana yang engkau dustai, wahai Tuhan.


"Mas buruan wudhu!!" Seru Alice dari arah kamar mandi.


"Astaga, macan tutul kalo ngomong keras banget." Guman Noah terheran. Kupingnya sampai nyeri mendengar seruan Alice dari dalam kamar mandi.


Noah sebenernya tau, tapi dirinya tak mungkin memberitahu Alice. Yang ada malah membuat gadis itu malu dan berujung mendiami Noah.


Capek banget lohh.