AFTER

AFTER
Eps 44



(Satya & Teressa)


.


.


.


.


.


Pagi-pagi buta Teressa bangun karna merasakan ada yang salah dengan posisi tidurnya. Ia merasa seperti memeluk sebuah guling, namun guling itu terasa nyaman dan hangat.


Perlahan ia mengerjapkan matanya yang masih terasa sangat lengket untuk dibuka.


Yang pertama ia lihat adalah jakun Satya yang nampak menonjol dibagian leher pria itu. Teressa langsung sadar jika kini ia tengah memeluk tubuh Satya, bahkan kedua tangannya melingkar cantik di leher Satya.


Namun tunggu, seingatnya semalam ia tidur membelakangi Satya. Tapi kenapa sekarang saling berhadapan dan bahkan saling memeluk satu sama lain?


Aish rasanya ia benar-benar malu.


Buru-buru Teressa menarik tangannya dari leher Satya dengan perlahan agar tak mengusik tidur pria itu, namun ia tak bisa lepas karna ia baru sadar jika tangan Satya tengah memeluk pinggangnya.


Posisi macam apa ini? pikirnya.


Wajah Satya benar-benar berada didepan mata, mata nya terpejam, dengan wajah yang terlihat lebih tenang dibandingkan saat pria itu tengah sadar yang bawaannya ngomel dan ngoceh mulu.


"Mas Satya." panggil Teressa pelan.


Sebagai umat muslim tentunya mereka wajib menjalankan ibadah Dipagi hari yaitu sholat subuh.


"Mas Satya udah pagi, bangun sholat subuh dulu." Ujar Teressa lagi.


Namun Satya masih belum terbangun, dan asik dengan mimpi indahnya.


"Mas.'' panggil Teressa sambil menepuk bahu Satya.


Heran dah Satya kalo tidur ngebo bener, susah bener dibangunin.


"Mas, bangun dulu ih." decak Teressa.


Namun Satya malah mempererat pelukannya dan menduselkan wajahnya pada ceruk leher Teressa yang masih terbalut oleh jilbab.


"Bentar bund, baru merem juga ah!" gerutu Satya dengan tak sadar.


"Bukan bunda mas, Ini Tessa. Mas bangun dulu coba, ayo sholat subuh keburu matahari terbit ntar." Seru Teressa lagi.


"Apa sih sayangku, cintakuu, belahan da- jiwakuuu!" gerutu Satya dengan bibir mencebik kesal, namun dimata Teressa itu sangat lucu dan menggemaskan. Suaminya itu hobi sekali mengoceh kalo dipikir-pikir, bahkan saat tidur pun masih sempat-sempatnya mendumel .


"Mas Satya bangun dulu.'' seru Teressa sambil mengusap surai hitam suaminya.


"Bunda udah adzan?"


"Mommyhhh....?"


Tiba-tiba suara kedua anak laki-laki itu terdengar bersuara, mungkin jika Noah sudah terbiasa bangun pagi untuk sholat, Gathan juga sering mengikuti kedua orang tuanya untuk melakukan sholat walau masih keadaan dilanda rasa kantuk.


Spontan Teressa pun menolehkan kepalanya kebelakang, menatap para jagoan kecil itu.


Terpaksa Teressa melepaskan diri dari pelukan Suaminya, hal itu langsung membuat Satya merengek tak terima dan berusaha menggapai tubuh Teressa lagi, namun sayangnya wanita itu sudah menjauhkan diri darinya.


"Cup Cup sayang, Gathan jangan nangis ya, sini sama tante." Seru Teressa mencoba menenangkan sang keponakan.


"Bunda udah sholat?" Tanya Noah yang masih sibuk mengumpulkan kesadaran.


"Belum sayang, tolong bangunin ayahmu ya suruh jadi imam Sholat, bunda mau nenangin adek dulu nih." jelas Teressa pada putranya. Noah pun mengangguk paham, kemudian beralih menatap sang ayah yang masih tertidur pulas dibelakang Teressa.


"Hiks...mau sama mommy!! Mommynya Athan mana!!!" teriak Gathan dengan suara cempreng yang melengking kuat digendang telinga. Siapapun yang mendengarnya akan langsung terkejut, termasuk Satya. Pria itu langsung mengerjapkan matanya mulai terjaga.


"Kenapa si ah!" dumel Satya.


Tiba-tiba tubuh Satya terasa berat yang tenyata Gathan tengah menaiki tubuhnya sambil menjewer kedua pipi Satya dengan tangan mungilnya itu.


"Awww sakit Cil!" pekik Satya mengaduh kesakitan.


Buru-buru Teressa menarik Gathan dan menjauhkannya dari Satya, lebih tepatnya memangku bocah tampan itu.


"Sayang nggak boleh gitu sama Uncle nya." ucap Teressa menasehati.


"Mommy nya Athan mana aunty?" Tanya Gathan dengan ekspresi lesu, bibirnya melengkung ke bawah. Sepertinya sebentar lagi tangisnya akan meledak.


"Cup Cup jangan nangis sayang, mommy ada kok. Mommy lagi keluar sebentar sama daddy nya Gathan, mau beliin mainan baru buat Gathan. Udah ya jangan nangis, jagoan masa nangis. " Ucap Teressa pada bocah tampan itu.


"Ndak mau mainan, mau mommy!!" seru bocah itu.


"Mas bantuin ih, jangan tidur lagi!" seru Teressa beralih menatap suaminya.


"Masyaallah Allahu Akbar."


Dengan merengut Satya bangun dari tidurnya, muka bantalnya nampak jelas dengan rambut yang masih acak-acakan.


"Yang merasa LAKIKK ayo ke kamar mandi, kita langsung mandi bareng-bareng." Seru Satya mengomando.


Gathan yang merasa dipanggil pun mendekati pamannya, kemudian mengalungkan kedua tangannya di leher Satya.


"Yaelah udah gede juga masih aja minta digendong." Cibir Satya sambil menabok pantat bohay milik Gathan.


"Ini lagi, katanya LAKIK tapi pake baju panda, harusnya kan superman yang celana dalemnya diluar atau ironman." komen Satya lagi.


"Ndak boleh daddy."


"Noah nggak ikut mandi sekalian?" Tanya Satya saat melihat putra nya tak beranjak dari tempat tidur.


"Noah mandi sendiri aja." jawab anak itu.


"Kenapa gitu? Oh jangan-jangan takut burungnya diintip sama Gathan ya?"


"Mas!"


______________________


"Ghea udah lahiran, lancar kata suaminya." Ucap Satya memberitahu.


"Alhamdulillah kalo gitu mas, abis ini kita jenguk Ghea ya mas?" ucap Teressa.


"Iya, abis sarapan sekalian."


________________________


Babay!