AFTER

AFTER
Eps 43



(Satya & Teressa)


.


.


.


.


.


Lupakan malam pertama karna hal itu tak akan terjadi malam ini.


Kini Satya dan Teressa masih sama-sama terjaga sambil menatap cara tidur Gathan. Sudah berganti malam namun bocah itu sedari tadi hanya guling-guling saja, tidurnya tak nyaman. Ada apa demikian?


"Gathan kok tidurnya nggak tenang gitu ya, mas?" Tanya Teressa heran.


"Mas juga nggak tau, kenapa dah ni bocil." balas Satya.


"Pindahin ke tengah lagi Tesssa." Ucap Satya.


Teressa pun kembali menggeser tubuh Gathan yang hampir dipinggir kasur ke tengah kasur disamping Noah. Sepupunya itu sudah tidur dengan pulas, namun Gathan masih asik bergerak kesana kemari.


"Astaga Si Bocil kebiasaan bener kalo tidur nggak bisa anteng heran!" gerutu Satya berdecak kesal karna Gathan kembali tidur dipinggir kasur.


"Udahlah biarin aja, ngantuk aku!" dumel Satya.


"Jangan gitu ih, ponakan kamu sendiri masa digituin. Ini gimana Gathan nya mas, ntar jatuh ke lantai lagi." seru Teressa.


"Ya gimana mas juga bingung, tuh anak tidur nggak bisa anteng kayak ulet bulu heran."


"Tessa kasih guling aja kali ya biar nggak jatuh?" usul Teressa.


"Nah iya gitu aja." balas Satya menyetujui.


Teressa pun menaruh beberapa guling disamping tempat tidur Gathan agar anak tampan itu tak terguling ke lantai.


Tengah malem tiba-tiba mak bughh kan nggak lucu.


"Udah kan, sekarang tidur." seru Satya.


Teressa sudah bersiap menempatkan dirinya diantara Noah dan Gathan, namun Pak Satya menghentikan kegiatannya.


"Eh tunggu, pindah sini. Itu tempatnya Noah, anak kecil sama anak kecil, orang dewasa sama orang dewasa." seru Satya yang sebenarnya hanya beralibi agar Teressa pindah tempat tidur disampingnya.


"Sama aja mas." Ucap Teressa.


"Jangan ngebantah omongan suami, Tessa."


"Yaudah mas turun dulu." Ucap Teressa, namun Satya merasa malas dan enggan untuk bangkit dari atas kasur empuk itu.


Karna Satya tak mau turun akhirnya Teressa yang turun, baru setelah itu Satya bangkit dan sedikit menggeser posisi tidur Noah agar dekat dengan Gathan.


"Silahkan." Ucap Satya mempersilahkan Mbak Teressa untuk segera ikut bergabung tidur.


Ya karna ukuran bed itu lumayan besar, jadi muat-muat saja jika mereka gunakan bersama. Lagian ukuran tubuh Teressa nggak besar-besar banget, dan para bocah juga masih kecil-kecil.


Teressa mengambil posisi tidur menghadap Noah dan membelakangi Satya.


Kemudian disusul Satya yang tidur dibelakang Teressa, rasanya tuh nggak enak banget cuma bisa natap punggung doang.


Sabar ya.


Dan tiba pada waktu dimana Teressa merasakan tangan hangat melingkar di perutnya, ditambah lagi sebuah lengan yang menyusup diantara leher dan bantalnya. Teressa tak menghindar atau mengelak, toh itu lakinya sendiri.


Cie udah pegang-pegang nih ye, ahayyy.


Senggol dong!


"Kenapa, nggak nyaman?" Tanya Satya.


"Nggak papa mas." balas Teressa sambil menggelengkan kepalanya perlahan.


"Oh." balas Satya yang kemudian kembali memeluk perut Teressa dengan erat.


Udah sah enak ya mau sentuh-sentuh juga wkwk.


"Mas?"


"Apalagi Tessa, mas ngantuk loh mau bobok."


"Eum maaf-maaf, tapi peluknya jangan kenceng-kenceng mas, Tessa sesek." ucap Teressa pelan.


"Hm."


Jujur sebenarnya Teressa tak bisa tidur karna kepikiran Ghea yang sedang lahiran, adik iparnya disana tengah mempertaruhkan nyawa nya demi melahirkan sang buah hati namun dia disini diam tanpa ada manfaat apapun.


"Mas, udah ada kabar dari bunda belom?" Tanya Teressa pelan.


Ingin rasanya Satya membungkam bibir yang terus mengoceh sedari tadi itu dengan bibirnya, namun lagi-lagi pria itu harus mengontrol dirinya terlebih dihadapan sang istri.


"Belom."


"Kita kapan jenguk Ghea nya mas?" Teressa semakin banyak bertanya saat Satya memberikan respon padanya.


"Besok aja, ini udah tengah malem." balas Satya.


"Mas kok gitu, masa adiknya lagi lahiran kamu biasa-biasa aja." seru Teressa merengut.


"Ya aku harus berekspresi yang gimana? jungkir balik, gelantungan dipohon? Udah di handle sama bunda juga, pasti aman sentosa." balas Satya.


Baru sehari sah udah cek cok aja heran dah.


"Terserah mas!" ketus Teressa. Wanita itu langsung melepas belitan tangan Satya yang ada di perutnya kemudian mendekati kedua bocah laki-laki itu dan memeluknya.


"Ya Allah salah saya apa sih, baru sehari nikah udah dikasih cobaan aja!" batin Satya.


"Hei jangan ngambek, maaf." seru Satya.


Kalo pasangan laen nanganin cewe ngambek tuh dibujuk, dirayu, diucapin kata-kata manis, diberi rangsangan...Eh astagfirullah kebablasan!😭🤣


Kalo Bang Sat Ya gitu 'Hei'


"Hei ayolah jangan marah, maafin aku ngomong kasar sama kamu." Ucap Satya menyesal, pria itu kembali mendekati tubuh istrinya dan memeluknya kembali.


"Kalo kita kerumah sakit sekarang, siapa yang jagain anak-anak? Lagian ini amanah dari bunda sendiri buat kita supaya jagain anak-anak. Kalo ada apa-apa sama Ghea dirumah sakit pasti bunda ngabarin kok, semua bakal aman-aman aja, kamu tenang aja." jelas Satya panjang lebar agar sang istri tidak salah paham atas ucapannya yang membuat kesal istrinya tadi.


"Jangan diem aja sayang, kamu udah tidur?"


"Belum."


"Madep sini coba." seru Satya memerintah.


__________________________


Bay.