
(Satya &Teressa)
.
.
.
.
.
"Ini seriusan nggak ada yang nahan ayah biar nggak jadi ke kantor?" Dengan tampang tengilnya Satya berkata demikian. Karena tak ada yang menahan kepergiannya, pria itu malah memperlambat keberangkatan dirinya sendiri ke kantor.
"Udah mas buruan berangkat, nanti telat. Masa bos ngajarin yang jelek-jelek ke karyawan." Ucap Teressa.
"Tapi nggak adil banget, masa semuanya dirumah, aku doang yang kerja. Noah aja libur tuh." Protes Satya.
"Kan perusahaannya punya Noah, yah." Celetuk Noah dengan santai sambil memasukkan biskuit bayi ke dalam mulut adik nya.
Satya mendelik kesal, "Hei hei, jangan congkak wahai anak muda! Itu kata-kata ayah jangan di copy paste!" Seru Satya.
"Kamu timbang mau berangkat ke kantor banyak banget ya drama nya! Buruan berangkat atau bunda getok kepala kamu pake ini!" Seru bunda Citra sambil memperlihatkan centong nasi berbahan kayu kepunyaan nya.
"Serah deh, mau kiss bay bocil dulu!" Satya mengangkat tubuh Allister tinggi-tinggi, kemudian menciumi wajah anaknya disetiap sisi. Baby Allister memekik keras saat sensasi geli menyeruak pada permukaan kulit wajahnya.
"Aaaaaaa yahh,,,, hihihi."
"Sayang, nanti anterin makan siang mas ya ke kantor. Sama bocil sekalian, mas mau pamer soalnya." Ucap Satya menoleh pada istrinya.
"Iya mas."
"Yaudah mas berangkat dulu, lope yuuu. Muachhh."
Semuanya mengalihkan pandangannya saat Satya memberikan kecupan perpisahan kepada sang istri. Bunda Citra memutar bola matanya malas, dan Ayah Juan menyibukkan diri membaca koran, sedangkan Noah mengupas buah jeruknya.
"Buruan berangkat sana, ah. Bikin atmosfer jadi panas aja kamu, Bang!" Seru Bunda Citra.
"Bay every one!" Satya akhirnya melenggang pergi meninggalkan meja makan. Dan drama berangkat ke kantor akhirnya sudah selesai.
"Noah nanti siang bisa temenin bunda ke kantor ayah nggak, nak?" Tanya Teressa kepada Noah.
Noah mengangguk, "Bisa, bisa kok bund." Jawabnya.
_______________
Didalam ruangannya Satya begitu serius menatap layar monitor dihadapannya. Ini adalah menit-menit terkahir dimana jam makan siang akan tiba. Namun yang membuat Satya tak tenang kenapa istri dan bocil kesayangannya tak kunjung sampai.
"Maybe jalanan macet." Guman Satya.
Sedangkan ditempat lain Noah tengah sibuk menemani bunda dan adiknya menjelajahi toko kue.
Mungkin yang lainnya lupa dengan tanggal lahir Satya, namun Teressa tak akan pernah melupakan hari ulang tahun sang suami.
Sebenarnya bukan maksud untuk gaya-gayaan merayakan ulang tahun Satya, Teressa hanya ingin memberikan hadiah kecil kepada suaminya berupa kue ulang tahun dengan karakter kartun bus berwarna biru kesukaan Satya.
"Serius Tayo, bund?" Tanya Noah.
"Iya, kan ayah suka sama Tayo." Jawab Teressa.
"Uyunn uyunn." (Turun turun)
Allister memberontak didalam gendongan kakaknya, batita itu ingin bergerak bebas seperti yang lainnya. Akhirnya Noah menurunkan adiknya ke lantai, dan membiarkan batita itu bergerak dengan lincah kesana-kemari.
Saat Noah menemani sang bunda melakukan transaksi pembayaran kue, mereka tak sadar jika baby Allister sudah merayap entah kemana.
"Bund, adek kemana?" Tanya Noah mulai panik karena tak mendapati keberadaan adiknya disekitar sana.
"Bukannya sama kamu?" Teressa juga ikut bingung, kemana putranya menghilang. Mereka berdua memutari toko kue dibantu beberapa karyawan disana.
"CCTV ada mas?" Tanya Noah. Belum sempat mas-mas itu menjawab, salah satu karyawan lain nampak menyeru. "Ada anak kecil makan kue di dekat etalase."
Noah segera menghampirinya, dan benar saja tenyata adiknya duduk dilantai sambil mengeksekusi sebuah cake ulang tahun berwarna biru. Noah tertegun melihatnya, penampakan adiknya sangat kacau.
"Noonoo au???" Baby Allister menyodorkan tangan mungilnya yang penuh dengan cream cake berwarna biru itu.
"Nanti kalo dimarahin bunda gimana hm?" Ucap Noah sambil berjongkok dihadapan Baby Allister. Bukannya menjawab, baby Allister malah dengan santainya meraup kue itu dengan tangannya kemudian kembali memasukkannya ke dalam mulutnya.
"No, adek ada??"
Noah menengok ke belakang, ada bundanya dengan raut wajah penuh rasa kekhawatiran disana.
"Ini nih tersangkanya lagi mamam." Kata Noah sambil memperlihatkan tubuh adik nya yang ngesot dilantai.
"Astaghfirullah, adek!!" Seolah tau jika bundanya akan mengamuk, Baby Allister langsung mencengkeram erat pakaian Noah dan berlindung dibalik tubuh besar kakaknya.
"Hayoloh, bunda marah loh dek." Noah menakut nakuti baby Allister membuat batita itu panik dengan muka melas.
"O-ongin." (Tolongin) Rengek baby Allister hampir menangis. Mata bulatnya mulai berair, dan hidung mancungnya mulai kembang kempis.
"Adek sini sama bunda." Seru Teressa kembali memanggil putra kecilnya.
Allister menggeleng takut, "Ndaa agi nda." (Nggak lagi, nda)
Tangisnya pecah saat tubuhnya diangkat paksa oleh sang bunda. Pengunjung di toko turut merasa gemas dengan ekspresi menggemaskan Allister saat batita itu menangis di pelukan ibunya.
"Noah jangan lupa bayar kue yang adek rusak ya, ini bunda mau bersihin adek dulu."
"Iya bun."
Setelah selesai dengan urusan kue, Teressa memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Sebenarnya Ia merasa bersalah karena membuat suaminya menunggu, tapi disisi lain tubuh putranya juga lengket karena cream cake tadi.
"Adek ikut bunda apa nggak?" Tanya Teressa.
"Itut." (ikut) Cicit Allister pelan.
"Tapi janji nggak boleh nakal ya?"
"Nji ndaa."
Kembali pada tujuan utama yaitu menuju kantor Satya.
Setengah jam kemudian mereka sampai, dan jam makan siang tentu sudah terlewatkan.
Saat memasuki perkantoran sang suami, Teressa disambut hangat oleh para karyawan suaminya. Dan jangan lupakan sosok bocil yang menjadi pusat perhatian mereka.
"Daa-daaa." Celoteh Allister sambil melambaikan tangannya dengan pembawaan yang menggemaskan.
"Ih kiyowoh pisan anaknya pak bos."
"Bibit unggul."
Teressa menanggapi komentar-komentar positif itu dengan senyum tipis, bukan sombong tapi emang gitu kan kenyataannya.
"Nanti lilinnya jangan lupa dinyalain ya, No."
Tanpa mengetuk pintu, Teressa membuka pintu ruang direktur yang ditempati Satya.
"Mas-"
Niat awalnya memang dirinya lah yang ingin memberikan kejutan kepada suaminya, namun tak disangka ia juga mendapatkan kejutan dari sang suami.
"YAA YAHHH!!!"
Teressa panik, suaminya terkulai lemas diatas lantai. Dengan segera ia menyuruh Noah untuk membopong Satya ke dalam ruang pribadi didalam sana.
"Yaa yaah ngun." (Ayah bangun) Allister nampak menempelkan telinganya diatas dada bidang sang ayah. Dan sesekali jemari mungilnya itu menyumpal lubang hidung Satya, ingin memastikan jika ayahnya masih bernafas atau tidak.
"Asupan asupan,," guman Satya dengan lirih.
"Mas minum air dulu." Ucap Teressa sambil membantu Satya meminum air dari botol minuman tersebut. Entah disengaja atau tidak, Satya malah menarik wajah istrinya. Bibirnya bergerak ingin menyesap bibir pink milik Teressa.
Dengan cepat Teressa mendorong tubuh kekar Satya, dan membuat pria itu kembali terjerembab di atas kasur.
"Bantuin, No."
Kalau Noah yang gerak, otomatis semuanya akan berjalan sesuai prosedur.
Pemuda itu membantu ayahnya untuk bersandar pada kepala ranjang. Setelah itu dengan telaten ia membantu sang ayah untuk membasahi tenggorokan dengan air mineral terlebih dahulu.
_______________
Saat ini Satya tengah disuapi sang istri dengan menu makan siang yang Teressa siapkan dari rumah tadi. Allister, bocah itu nampak asik menonton kartun tayo bersama sang kakak.
"Kek,,, ayah tuh kek gimana ya, pokoknya kalian tuh SBL gitu. Sweet Banget Lohh! Ayah tuh ngerasa rasa kelaparan yang melanda perut ayah tuh terbayarkan sama surprise yang kalian kasih, aaaaaaa,,, uhuk-uhuk." Butiran nasi itu keluar dari lubang hidung Satya karena pria itu makan sambil mengoceh.
"Ngomongnya dipending dulu ya, lagi makan nggak baik sambil ngomong." Tegur Teressa usai memberikan minuman kepada Satya.
"Sayang hidung mas sakit." Adu Satya seperti anak kecil. Teressa hanya mengecup pelipis nya singkat. Namun hal itu membuat kondisi Satya semakin jreng.
"Mas mau post di ig ah, biar dunia heboh." Satya mengambil gambar kue ulang tahun dari sang istri menggunakan jepretan kamera yang ada pada ponsel pintarnya.
S****atyaganteng_
❤ 💬 🔗
99.345 suka.
satyaganteng_ Cake dari ayang♡ @tere001
Lihat semua 3000 komentar
marvingans11 Umur nggak ada yang tau Sat🙏
satyaganteng_ @marvingans11 Contoh manusia yang iri dengki terhadap kebahagiaan orang lain. Semoga lekas dipanggil yang maha kuasa🙏😊
marvingans11 @satyaganteng_ ******!
________________
TBC.