AFTER

AFTER
17



Setelah istirahat setelah berkeliling sudut kota ini kemarin, aku bangun dari tidur nyenyak ini.Pagi hari ini ternyata menyejukkan juga ya. Disambut dengan pemandangan kota ini ternyata cukup bagus.


Selain itu, suara keributan terdengar dari kamar di sebelah.Suaranya seperti wanita dan pria yang kemarin terlihat di bagian pelayanan. Aku yang masih memakai gaun tidur keluar untuk melihat hal yang terjadi.


Ternyata lebih ramai dari yang ku duga. Ada sekumpulan orang yang mengerumuni kamar di sebelahku itu. Mungkin ada kejadian aneh atau hal yang mengejutkan bagi mereka.


"Permisi, sebenarnya ada apa di dalam?" tanyaku pada salah satu staff yang terlihat takut.


"L–lihatlah sendiri ...."


Raut wajahnya ketakutan, kalau ku tebak mungkin ada mayat atau hal lain yang tak terduga. Aku melihat ke dalam, ternyata benar ada mayat rupanya. Ia menggantung dirinya sendiri lalu mati tercekik, itu yang terlihat sekilas.


Pria paruh baya itu cukup tinggi, Kemeja putih dengan jaket hitamnya menambah kesan formal. Sayangnya, nyawanya malah hilang karena sebuah tali. Sepertinya hampir semua orang di sini kaget bahkan takut, kecuali aku dan seorang staff pria bernama Arthur itu.


"Hai, Nona. Apa kau tidak kaget atau takut?" tanyanya yang terlihat sedikit bingung.


"Tidak, bagaimana denganmu? Sepertinya kau sendiri tidak begitu kaget karena melihat ada mayat di penginapan ini," jawabku sambil menanyakan hal yang sama.


"Aku sendiri bingung harus bersikap seperti apa, jadinya aku hanya diam saja," balasnya.


"B-baiklah, bagaimana jika kita untuk sementara pergi dulu dari penginapan ini dan biarkan pihak yang berwenang untuk menanganinya?" tanya seorang pria paruh baya yang lebih tinggi dari mayat itu.


"Aku tidak setuju, apa kau menjamin dengan kita mencari tempat lain itu akan membuat nyawa kita aman? Aku malah lebih khawatir kalau kasus ini malah keluar ke publik. Apa kau takut kalau ini kasus pembunuhan?" tanyaku ke arah pria itu.


"T-tapi kita di sini pun bukan berarti tidak alan terjadi apa-apa bukan?"


"Talinya ...."


Wanita berambut pirang itu menunjuk ke arah mayat itu berada. Aku sudah tahu kalau tali itu kepanjangan bahkan kakinya saja tak terangkat. Aku hanya mengangguk sementara yang lain membincangkan bagaimana selanjutnya.


"Bagaimana kalau begini saja.Kita laporkan hal ini ke pihak yang berwenang, dan kita masih di sini dengan anggapan bahwa yang kita lihat ini hanyalah kasus bunuh diri biasa, apa kalian setuju?" tanyaku pada mereka.


"Bagaimana dengan keamanan kita? Terlebih tempat makan dibelakang penginapan ini sangat ramai, akan jadi masalah kalau orang-orang itu sampai tahu," imbuh Arthur, sepertinya dia cukup mengerti kondisinya.


"Kita kunci dulu kamar itu, untuk keamanan bagi kita ada dua posisi. Pertama, aku dan para penginap di sini yang memiliki kunci kamar dan kunci itu adalah salah satu benda berharga bagi kita. Kita bisa mengamankan diri dengan mengunci kamar masing-masing. Kedua, kalian para staff yang punya posisi strategis karena kalian bekerja di sini, dan pastinya tahu tempat yang ada di gdeung ini bukan? Dan bisa saja pembunuhnya ada diantara kita. Jadi, berhati-hatilah untuk saat ini. Kalau boleh tahu, apa pemilik penginapan ini ada?" tanyaku setelah menjabarkan pendapatku.


"Pemilik penginapan ini sedang pergi untuk kunjungan kerja."


"Baiklah, untuk saat ini bersikaplah biasa dan laporkan hal ini. Bagaimana?" tanyaku kembali.


Mereka mengangguk, syukurlah kalau begitu. Cerdik juga ya rupanya, bisa tahu kalau tali itu bahkan tidam membuat tubuhnya terangkat dalah kejanggalan. Kamarnya juga seperti baru dibersihkan, pantas saja pendapat itu keluar dari orang awam.


Polisi sudah datang, mereka mengecek segala isi kamar itu. Tidak lebih dan tidak kurang barang-barang milik Adrian itu. Kecuali kecurigaan polisi pada kamar yang bersih dan tali yang kepanjangan itu, dan aku punya pendapat lain karena ikatan talinya ternyata cukup longgar untuk sebuah tali bunuh diri.


Katanya ia sudah menginap 4 hari di sini. Aku hanya berharap untuk tenang, malah disambut mayat benar-benar deh. Aku penasaran sekali dengan alasan dia dibunuh, entah kenapa aku yakin kalau ini akan menjadi pembunuhan yang mengambil lebihbdari satu nyawa manusia.


HALO SEMUA, MAAF YA AKU BARU UP KALI INI KARENA LAGI DIKEJAR KEJAR SAMA TUGAS SEKOLAH, TUGASNYA BANYAK BET DAH KAYAK BEBAN HIDUP, NANTI AKU UP LAGI KOK, DAN MAAF BARU UP SEKARANG...... SALAM HANGAT DARI AUTHOR YA.... :)