AFTER

AFTER
Eps 100



(After pt 2)


.


.


.


.


.


Setelah satu bulan berumah tangga, detik ini Noah dan Alice baru melaksanakan bulan madu. Sebenarnya ini dadakan, karena paksaan dari Bunda Teressa dan Suami tercintanya, Bapak Satya. Mereka para orang tua memaksa Noah dan Alice untuk segera berbulan madu dan membuatkan cucu-cucu yang imut dan lucu pada mereka.


Siang hari di sebuah villa ditepi pantai seorang wanita terbangun dari tidurnya karena merasakan beban menindih tubuhnya. Siapa lagi kalau bukan Alice dan Noah. Mereka baru menyelesaikan kegiatan adu mekanik diatas kasur saat fajar menjelang pagi hari tadi.


Ini bukan kali pertama, Alice tidak lagi kaget dengan keganasan suaminya saat mereka tengah berhubungan.


Benar, air tenang menghanyutkan.


"Mas." Tangan Alice terulur untuk mengusap surai hitam kepunyaan suaminya. Wajah Noah terlihat teduh saat tengah tertidur pulas seperti ini. Alice menghela nafas, makin kesini Noah makin mesum. Terbukti dengan kelakuannya saat ini yang mengambil kesempatan untuk menjadikan dada polos Alice sebagai bantalan tidurnya.


"Mas, bangun dulu." Seru Alice mulai kesal.


"Sayang, masih ngantuk." Rengek Noah seperti anak kecil yang tak ingin diganggu kegiatannya.


"Iya nanti tidur lagi, sekarang geser sebentar, aku turun mau masak." Jelas Alice mencoba sabar.


Tanpa bicara, Noah langsung menggulingkan tubuhnya ke samping. Pria itu sempat menendang selimut dan gulingnya sebelum akhirnya kembali tertidur sambil membelakangi istrinya.


Alice menggeleng tak percaya, bukankah harusnya dirinya yang marah karena digempur habis-habisan semalam? Kenapa keadaan menjadi berbalik seperti ini.


"Nanti aku bangunin kalo makanannya udah mateng." Alice mengecup pelipis Noah dengan singkat. Kemudian setelah itu ia turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Baru setelah itu ia akan turun ke bawah untuk membuat makanan simple untuknya dan Noah.


Satu jam berlalu, saat ini Alice masih sibuk berkutat di dapur. Tak lama kemudian ia sedikit terkejut saat ada sepasang lengan kekar memeluk pinggangnya. Itu pasti milik suaminya, Noah.


Wanita itu membiarkan Noah memeluk tubuhnya dan menyandarkan wajahnya disalah satu bahunya.


"Kok udah turun, emang udah mandi?" Tanya Alice. Noah hanya menggeleng perlahan, dengan mulut yang sesekali mencuri kecupan pada pipi Alice.


"Jorok banget sih, pak." Cibir Alice menyindir suaminya. Noah hanya diam tak merespon sindiran istrinya, intinya ia hanya ingin bermanja bersama Alice selama disini.


"Mandi dulu gih, nanti abis itu langsung makan bareng-bareng." Ujar Alice.


"Mandiin." Rengek Noah sambil mengedus-endus leher Alice.


Siapa yang pengen gampar Noah? Ngeselin emang.


Alice menutup panci dan mematikan kompor. Wanita itu langsung menggiring Noah ke kamar dengan sesekali memukul pantat suaminya dengan gemas. Ada-ada saja tingkah suaminya itu! "Sayang sakit!" Protes Noah saat Alice terus memukul pantatnya hingga meninggalkan bekas kemerahan.


"Gemoy banget sih abisnya." Ujar Alice diakhiri kekehan kecil.


Hei bu dokter, gemoy dari sisi mana? Noah tak habis pikir dengan jalan pikir istrinya.


"Yakin mau ngambek? Emang kuat?" Tanya Alice menantang sambil melipat tangannya didepan dada.


"Nggak jadi, aku nggak bisa hidup tanpa ayang soalnya." Jawab Noah dengan cepat.


"Es batunya udah cair aja." Goda Alice sambil menjawil dagu Noah dengan nakal.


Nakal nggak tuh


__________


"Sayang, kok diem aja. Nggak mau ikut main pasir?" Alice menatap suaminya yang hanya diam dibawah pohon kelapa sambil menatap indahnya lautan.


"Main sama kamu aja gimana?" Goda Noah. Pria itu menarik tubuh Alice untuk ia peluk dari belakang.


"Plis deh, capek aku tuh." Gerutu Alice.


"Aku pengen perut kamu cepet-cepet kembung." Ucap Noah sambil mengelus perut rata Alice.


"Kamu doain aku masuk angin?" Seru Alice tak suka.


"Kembung sembilan bulan, maksudnya hamil kecebong aku." Jelas Noah. "Yang cantik kayak kamu." Sambungnya kemudian.


Tanpa permisi rona merah langsung menghiasi wajah cantik Alice. Betapa beruntungnya ia dimiliki Noah. Pria mencintainya setulus hati.


"Tapi aku pengen cowok." Balas Alice.


"Janganlah, cewek aja dulu." Ucap Noah.


Alice menatap ke samping pada suaminya, kemudian bertanya lagi. "Kenapa sih ngotot banget pengen baby girl."


"Kalo baby boy, nanti dia bikin aku cemburu lagi." Kata Noah sambil mengerucutkan bibir nya ke depan beberapa centi. "Kamu nanti lebih sayang dia daripada aku."


"Terus kalo baby girl, kamu giliran mau bikin aku cemburu gitu? Cemburu kalo kamu lebih sayang baby girl daripada aku." Balas Alice menimpali.


Noah menggeleng, "No, aku kan adil dan makmur." Ucapnya dengan yakin dan percaya diri.


"Alesan aja terus!"


"Yaudah deh terserah, mau baby girl atau baby boy juga nggak papa. Yang penting mereka nanti sehat-sehat didalem perut kamu."


"Gitu dong, itu baru namanya suami pengertian. Makin love deh sama kamu." Alice membalik tubuhnya dan memeluk tubuh atletis suaminya dengan erat. "Love You too." Noah membalas pelukan dari istrinya tak kalah erat.


end ya hehe:)


Sebenernya cerita tentang anak-anak Bu Ghea dan Bang Sat itu cuma bonus aja, nggak bakal sampe panjang lebar kali tinggi.


Oh iya sekalian promosi, kalian udah baca cerita othor yang terbaru belum? pasti belum ya. Cek bentar yuk, langsung klik favorit ya biar dapet nontif updatenya!


Jangan lupa, buat yang muslim nanti malem kalian tarawih ya. Atau malah ada yang udah tarawih kemarin malem? Intinya selamat beribadah ya ges ya. Babay.