AFTER

AFTER
Eps 63



(Satya & Teressa)


.


.


.


.


.


Seperti biasa, saat pagi hari keluarga Satya akan melakukan kegiatan sarapan bersama.


Seperti kali ini. Teressa dibantu oleh Bunda Citra tengah sibuk menata berbagai hidangan lezat di meja makan.




...menu today...


"Bunda, Tessa bangunin mas Satya sama Noah dulu ya. Kayaknya tidur lagi mereka." kata Teressa pada Ibu mertuanya.


"Iya sayang, kamu bangunin mereka dulu. Jangan lupa langsung disuruh mandi." balas Bunda Citra.


Teressa menganggukkan kepalanya paham. Setelah itu ia mulai menaiki anak tangga dengan cara berjalan pelan-pelan dan hati-hati tentunya.


Perutnya yang kini semakin membesar membuat Teressa harus ekstra sabar ketika berjalan. Keselamatannya dan bayinya sangatlah penting.


Ceklek


Saat memasuki kamar nya, Teressa sedikit tersentak kaget saat melihat dua sosok ayah dan anak tengah berbaring di atas lantai yang dilapisi karpet bulu itu. Siapa lagi kalo bukan Satya dan Noah.


Setelah sholat subuh berjamaah tadi, mereka memutuskan untuk mengaji bersama.


Astaga, kenapa sampai tertidur? pikir Teressa.


Dua pria beda generasi itu tidur berdampingan dengan damai. Bahkan keduanya masih menggunakan sarung dan baju koko yang digunakan sholat tadi.


Teressa yang kesusahan untuk membungkuk, terpaksa harus ikut serta duduk di karpet bulu itu.


"Mas Satya bangun." Teressa mengguncang tubuh Satya pelan agar suaminya itu lekas bangun.


"Eughh... hoamm..." Satya meleguh sambil menggeliat kecil, meregangkan otot-otot tubuhnya.


"Morning My World." seru Satya dengan senyum merekah. Teressa terkekeh kecil melihatnya. Calon bapak yang satu ini memang sudah berubah. Dulu Satya sangat susah sekali untuk dibangunkan. Namun sekarang perlahan-lahan Satya mulai mengurangi kebiasaan buruk itu.


"Sayang, morning kiss??" pinta Satya sambil merengkuh perut bulat Teressa.


"Nggak ah, mas bangunin Noah dulu. Habis itu langsung mandi, biar Tessa yang siapin air nya." ucap Teressa.


Belum sempat Satya melayangkan protes, wanita hamil itu terlebih dahulu bangkit dan segera masuk kedalam kamar mandi.


Bukannya apa, Teressa sering kepergok sama Noah gara-gara nurutin kemauan suaminya itu.


Ntar kalo tiba-tiba Noah kebangun pas Satya sama Teressa lagi silaturrahmi kan malah ninuninu.


Satya lantas menggulingkan tubuhnya ke samping. Tujuannya adalah membangunkan Noah, dan setelah itu, bisa dibilang ia akan mengusir Noah dari kamarnya.


Memang tidak ada akhlak.


"No, bangun." Kata Satya sambil menggoyang-goyang bahu Noah.


"Nooo..... bangun dong, dicariin oma kamu. Ayam gorengnya udah mateng itu." ucap Satya lagi.


Noah yang kesadarannya belum sepenuhnya terkumpul, terpaksa ia bangun karena telinganya sudah pengang mendengar ocehan ayahnya.


"Noah bangun nih." ucap Noah sambil mengusap-usap matanya.


"Buruan mandi, ayah juga mau mandi. Habis itu langsung turun ke bawah, oma sama bunda mu udah masak tadi." ucap Satya pada putranya.


"Yaudah Noah mandi dulu." Remaja itu melenggang keluar dari kamar ayah dan bundanya.


Kini saatnya Satya beraksi dikamar mandi.


Nggak afdol bagi Satya kalo pagi-pagi nggak denger omelan istri tercintah nya.


Setelah memastikan pintu kamarnya terkunci, Satya segera menyusul istrinya ke kamar mandi dengan hanya menggunakan selembar handuk yang melilit pinggangnya.


"Sayang." Satya langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Astagfirullah, mas." Teressa terlonjak kaget saat Satya memeluk tubuh nya secara tiba-tiba. Untung nggak sampe loncat.


"Mandi sana, udah Tessa siapin airnya." ujar Teressa.


...



...


"Mas kan udah gede, mandi sendiri ah." tolak Teressa.


"Tapi yang, mas lagi pengen dimandiin sama kamu. Mas juga pengen ngobrol sama baby, mandiin yaaa.... pliss."


Sebenarnya Teressa ingin menolak kembali. Tapi ia tau kalo keinginan suaminya tidak ia turuti, suaminya akan merajuk dan tak segera mandi dan hanya buang-buang waktu saja.


Dan akhirnya mau tak mau Teressa pun memandikan bayi besarnya itu.


"Iya Tessa mandiin, buruan masuk." seru Teressa.


Dengan antusias Satya melepas handuknya dan segera masuk kedalam bathtub.


Astaga, Teressa langsung memalingkan wajahnya saat indra penglihatannya melihat aset Satya yang gondal-gandul itu.


"Mas kebiasaan, ih." gerutu Teressa, sedangkan Satya hanya menampilkan cengiran kecil. Istrinya semakin lucu saat wajahnya memerah seperti tomat seperti saat ini.


"Sayang, kamu udah mandi?" tanya Satya disela-sela Teressa menggosok punggungnya. "Heumm.." jawab Teressa.


"Mandi lagi yuk, ntar gantian mas yang gosokin." Tercium aroma ada udang dibalik bakwan. Seolah paham dengan apa yang Satya maksud, bumil itu menggelengkan kepalanya dengan keras.


Nggak ada mandi lagi pokoknya!


"Yah, kok udah mandi sih. Tapi mas pengen sayang...." lirihnya lesu.


Sudah beberapa kali Satya tidak mendapat jatah. Ya bukan tanpa alasan, mereka sudah sepakat untuk menjeda-jeda adegan ahik-ahik demi keamanan sang jabang bayi.


Seharusnya kemarin adalah jadwal Satya dapet jatah, tapi berhubung mbak Teressa sedang tidak mood untuk goyang, jadi adegan ahik-ahik sedikit molor sampai saat ini.


Cup


"Nanti ya." ucap Teressa usai mengecup singkat bibir sexy suaminya itu.


"Nggak mau, maunya sekarang, nggak mau nanti." rengek Satya semakin menjadi. Kalo sudah begini Mbak Teressa tentu repot sendiri, suaminya memang begitu kalau menginginkan sesuatu.


"Nanti mas, lagian ini lagi dikamar mandi. Udah sini bangun, aku bilas." Teressa meraih gagang shower dan hendak mengguyurkannya tubuh Satya, namun gagang shower itu malah diambil alih oleh Satya.


Dan, byurrr..


Satya malah sengaja membasahi baju Teressa dengan air dari shower itu.


"MAS SATYA BAJU TESSA JADI BASAH!!!" Teriakan Teressa menggema didalam kamar mandi itu.


Bukannya merasa bersalah dan meminta maaf, Satya malah sok lugu dan menuntun istrinya masuk ke dalam bathtub ikut bergabung dengan nya.


"Aduh maaf ya, mas nggak sengaja loh suerr. Yaudah lah ya, kamu mandi aja lagi. Biar mas yang gosokin, okey."


Demi apapun Teressa pengen gigit ginjal punya Satya. Lama-lama depresot kalo punya suami ngeselin modelan kayak Satya begini.


'Ya Allah, semoga anak hamba nanti tidak seperti ayahnya. Nggak papa kayak kakaknya, yang penting jangan kayak mas Satya. Teressa bakal kewalahan nanti.' batin Teressa sambil mengusap-usap perutnya yang besar itu.


Dan aksinya pun dimulai. Satya mulai melucuti pakaian Teressa satu persatu. Dengan telaten ia mencepol rambut Teressa agar tidak basah dan berantakan.


Percuma diiket, ntar juga keramas.


☺️☺️☺️


"Mas kalo masuk boleh nggak sih?" Tangannya mulai liar menjamah tubuh bugil Teressa. Awalnya memang hanya sebuah pijatan kecil di area pinggang dan perut Teressa. Namun lama kelamaan ya gitu, mulai mleset kemana-mana.


"Mas Satya, kalo mandi ya mandi jangan aneh-aneh." tegur Teressa.


Satya mencebikkan bibirnya kesal, kemudian membalik tubuh istrinya agar berhadapan dengan dirinya.


Tangan besarnya mulai menyentuh area leher dan wajah Teressa. Benar-benar sentuhan yang sangat lembut, itulah yang dirasakan Teressa.


"Now?" tanya Satya menatap lekat manik mata Teressa.


"Emm... Nggak disini, mas." balas Teressa.


"Okay, move to bed." (oke, pindah ke kasur)


Sebelum melakukan hal itu, Satya terlebih dahulu mengabsen bibir istrinya. Teressa yang awalnya menolak hal itu, kini malah ikut terbuai dalam permainan Satya.


"Eumh....."


Ingat, tidak ada bau jigong ya. Soalnya Mbak Teressa udah mandi dan gosok gigi tadi, dan Satya juga udah gosok gigi pas mau sholat tadi.


...



Anggep aja itu mbak Teressa dan Bang Satya....


btw saya tidak lihat apa-apa 🌚


___________


TBC.