AFTER

AFTER
Eps 42



(Satya & Teressa)


.


.


.


.


.


Tok


Tok


Tok


"Dek, ini bunda sama mamah nak, kamu udah tidur belom? Bunda mau pijitin kaki adek."


Ceklek


Pintu dibuka dan menampakkan tubuh Noah yang berdiri disana.


"Sayang, tante sama om mu ada didalam kan?" Tanya bunda pada Noah.


"Tante sama om nggak didalem, setengah jam yang lalu keluar." jawab Noah jujur apa adanya.


"Loh keluar kemana malem-malem gini? Om bilang nggak mau keluar kemana tadi?" Tanya Mamah Wina.


"Nggak nek, tapi kayaknya mau kerumah sakit soalnya tante Ghea sakit perut katanya." jawab Noah.


"Astagfirullah!" pekik Bunda dan mamah bersamaan.


Tentu mereka paham dengan sakit perut yang diucapkan Noah, minggu-minggu ini adalah jadwal kelahiran bayi Ghea. Namun keduanya tak menyangka akan terjadi di waktu seperti ini.


"Aduh ini gimana jeng? kita langsung nyusul ke rumah sakit aja kali ya?" seru Bunda.


"Tapi acaranya nak Satya masih berlangsung, kita bagi 2 aja atau gimana ini jeng? Cucu kita mau lahir Ya Allah." balas Mamah Wina ikut cemas.


"Kenapa sih bund?" Tanya Satya yang tiba-tiba hadir disana, ditemani Teressa tentunya. Sebenarnya keduanya tadi berniat untuk ke kamar mandi, tapi berhenti saat melihat bunda dan mamah didepan kamar Ghea dan Gavin.


"Astagfirullah bang, adikmu mau lahiran tapi nggak bilang-bilang sama yang lain, ini aja bunda tau dari Noah." jelas Bunda Citra.


"Waattt? Si Monyet mo lahiran?" pekik Satya heboh.


"Kita langsung nyusul bun?" Tanya Teressa.


"Gimana ya, itu tamunya masih ada nggak sih? kalo udah mending langsung aja kerumah sakit nyusul adikmu, kasian sendirian mereka." ucap Bunda.


"Cuma beberapa aja sih, soalnya mendung diluar jadi buru-buru pulang." jawab Satya.


"Bentar-bentar terus anak-anak sama siapa bund?" Tanya Satya bingung.


"Atau gini aja, Teressa jagain anak-anak disini. Yang lain ikut kerumah sakit gimana?" usul Bunda.


"Teressa sendiri bunda?" Tanya Teressa.


"Aduh bukan gitu maksudnya, gimana ya. Sama abang aja gimana, kalian berdua jagain anak-anak disini, biar para orang tua yang nyusul ke rumah sakit." ralat bunda, rasanya tak adil jika ia menyuruh Teressa untuk menjaga anak-anak sendiri.


"Tapi Tya mau lihat Ghea bund." ucap Satya.


"Liatnya bisa besok bang, yang penting sekarang kalian temenin anak-anak, kalian juga butuh istirahat kan. Udah jangan pada ngeyel dibilangin bunda, sekali-kali nurut!" seru Bunda Citra.


"Tapi bunda dianter siapa? ini udah malem bund, jangan nyetir sendiri ayah." ucap Satya khawatir.


"Biar sama sopirnya mamah aja nak, sopir mamah stand by disini kok." timpal Mamah Wina.


"Yaudah semuanya udah clear, kalian jagain anak-anak jangan lupa istirahat. Serahin semuanya sama bunda, bunda duluan assalamualaikum." pamit Bunda disusul mamah Wina.


"Waalaikumsalam."


"Ya gimana lagi, kita ke rumah sakit besok. Sekarang kita istirahat sama jagain anak-anak. " balas Satya


"Ayo Noah kita istirahat." ajak Satya pada putra sambungnya.


"Iya om. "


Langkah Satya terhenti, kemudian menengok pada sang istri sebentar.


Eh ada apa nih tengok-tengokan?


"Sayang sekarang bukan om Satya lagi, terserah Noah mau panggil Ayah atau lainnya, yang penting jangan om ya sayang." ujar Teressa menasehati.


"Iya- Pah."


___________________


"Mas mau bersih-bersih dulu atau aku dulu yang bersih-bersih?" Tanya Teressa kepada sang 'Suami'


"Barengan aja- Eh maksudnya aku dulu!"


Pria itu langsung melangkah menuju kamar mandi dengan tergesa-gesa, merutuki pikiran mesumnya itu.


"Noah bobok duluan gih, temenin adeknya, bunda mau beres-beres dulu nak." ucap Teressa kepada sang putra.


"Iya bunda." Dan akhirnya Noah pun ikut bergabung diatas kasur bersama Gathan, ia pasrah saat dirinya dipeluk erat oleh si bocil berbusana baju panda itu.


Didalam kamar mandi Satya kini tengah menikmati guyuran air dingin yang mengalir dari shower. Tubuhnya terasa lebih segar, dan tentunya pikirannya menjadi fresh .


Setelah memakan waktu beberapa saat untuk membersihkan diri, pria itu keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan selembar handuk yang melingkar sebatas pinggang ke bawah.


Ya begitulah kerjaan para lelaki yang suka menggoda iman.


Eh astagfirullah! Ndak og.


"Buruan mandi Tessa, ini udah malem tambah dingin airnya ntar." ucap Satya pada Teressa. Sedangkan Teressa sendiri nampak tengah menyiapkan pakaian ganti untuk Satya. Karna tinggal sekamar, otomatis barang-barang Satya juga ada disana. Nggak ada salahnya kan menjadi istri yang baik budi sekaligus pekerti?


"Baju nya udah Tessa siapin mas- Astagfirullah!" wanita itu memekik terkejut saat mendapati Satya tengah berdiri dibelakangnya dengan keadaaan telanjang dada.


"Kenapa?" Tanya Satya mengangkat sebelah alisnya.


''Mas kenapa nggak pake baju sih?" Tanya Teressa dengan rasa malu.


"Kan bajunya baru kamu siapin bundaaa!" gemas Satya menatap istrinya yang nampak tersipu malu.


"Oh iya Tessa lupa, maaf. Yaudah masa ganti baju dulu, Tessa mau mandi dulu." ucap Teressa tanpa menatap suaminya karna kini ia tengah menundukkan kepalanya ke bawah.


"Eh bentar, ini semua kamu yang nyiapin?" Tanya Satya sambil menunjuk setelan pakaian yang disiapkan Teressa tadi.


"Iya mas, kenapa? mas nggak suka ya sama pilihan Tessa?" Tanya wanita itu takut-takut.


"No No, bukan itu. Yang ini kamu juga yang nyiapin?" Tanya Satya sambil menenteng boxer tayo kesayangannya.


"Iya mas, Tessa juga yang nyiapin . Kenapa mas?"


"Hah??!"


Satya menjatuhkan rahangnya dengan keadaan mulut menganga, malu sampe ubun-ubun.


Bayangin benda keramat yang selama ini ia jaga sepenuh hati tersentuh oleh orang lain, bukan orang lain tapi istrinya sendiri.


"Ehmm, n-nggak papa sih, yaudah makasih. Kamu buruan mandi gih biar seger." ucap Satya mengalihkan pembicaraan.


Ia tak mau berlama-lama lagi membahas tentang boxer tayo nya itu.


"Iya mas Tessa mandi dulu, mas tidur duluan aja kalo udah ngantuk, Tessa lama mandinya." Balas Teressa.


"Iya-iya."


_______________