AFTER

AFTER
Eps 85



(Satya &Teressa )


.


.


.


.


.


Seharian ini Satya tak berniat menampakkan batang hidungnya didepan orang-orang. Pria itu lebih memilih mengurung diri nya di dalam kamar. Satya merasa wajahnya menjadi aneh. Benar kata bunda nya, seperti alien. Satya yang memiliki rasa gengsi tingkat tinggi pasti akan insecure bersanding dengan yang lainnya.


"Mas buka selimutnya." Ujar Teressa yang mungkin sudah ke sekian kalinya. Wanita itu mencoba membujuk Satya agar mau membuka selimut yang membungkus tubuhnya. Namun Satya terus menolak dan merengut seperti anak kecil yang tengah merajuk kepada ibunya.


"Mas buka sebentar aja, biar Tessa cek dulu. Nggak ada siapa-siapa kok." Teressa mencoba menarik selimut tebal itu. Namun Satya terus menahannya, sehingga terjadi adegan tarik menarik antara keduanya.


Teressa yang sudah kesal dan jengah dengan tingkah suaminya, wanita itu mengumpulkan semua tenaganya untuk menarik kain lebar itu.


Srekk


"Aaaaaaa sayang." Satya menyembunyikan wajahnya dibalik bantal saat selimut yang ia pakai dibuang sang istri ke lantai.


"Bangun!" Titah Teressa. Sepertinya jiwa emak-emak sudah keluar dari dalam diri Teressa.


"Mas Satya kalo nggak buruan bangun Tessa siram sama air dingin ya!" Ancam Teressa tak main-main.


Satya yang mendengar ancaman itu langsung keluar dari tempat persembunyiannya sambil menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya.


"ish jangan ditutup, sini mau Tessa cek dulu mukanya."


Saat tangannya dihempas Teressa, Satya langsung berkaca-kaca menatap sang istri. Hatinya benar-benar rapuh, dan mellow.


"Kenapa nangis? Mas masih ganteng kok, nggak usah sedih." Teressa mengusap lelehan bening yang tiba-tiba lolos dari sudut mata suaminya.


"Mas jelek banget ya, yang?" Tanya Satya dengan nada sedih.


Teressa heran, heran dengan sikap suaminya yang tiba-tiba berubah drastis menjadi sad boy. Akhir-akhir ini Satya memang sedikit sensitif, dan banyak maunya.


"Nggak ada yang bilang mas jelek, udah jangan sedih. Sekarang mending mandi, biar seger. Udah enakan kan badannya?" Ucap Teressa.


"Harus mandi. Gimana pun caranya, biar Tessa siapin air hangatnya." Satya merajuk, ia kembali menyusupkan kepalanya di balik bantal.


"Ya udah makan dulu baru mandi, gimana?" Tawar Teressa.


"Hm." Satya hanya menjawabnya dengan sebuah gumanan lirih.


Oke, Teressa akan mengurus bayi besarnya terlebih dahulu.


_______________


Waktu terus berlalu, dan kondisi gigi Satya maupun masalah pencernaannya sudah mulai membaik. Dan sekarang Satya sudah bisa beraktivitas seperti hari-hari biasanya.


Siang bolong tiba-tiba ada mas-mas kurir yang mengantar paket ke rumah Satya. Awalnya Teressa bingung karena ia tak merasa telah memesan barang secara online. Dan saat Teressa menanyakan tentang pembayaran, ternyata sudah dibayar pengirim dan tinggal diantar.


Saat dibuka tenyata kardus berwarna cokelat itu berisikan berbagai macam jenis makanan ringan dan lain sejenisnya.



'Dari ayah paling baik sedunia. Ayah Satya' Terdapat sebuah notes kecil di salah satu sisi kardus.


Dengan segera Teressa menelpon suaminya, ingin memastikan apakah hal ini benar-benar dilakukan oleh suaminya?


"Assalamualaikum, sayang ku, cintaku, gimana paketnya udah sampe kan?"


"Itu beneran dari mas? Buat apa beli snack banyak-banyak mas. Astaga, yang mau makan siapa orang adek belum punya gigi juga."


"Sebagai bentuk ganti rugi atas jajan punya bocil waktu itu yang mas slebew. Mas takut kualat lagi tau, yang."


"Jangan dibiasain, nanti adek malah keseringan jajan sampe lupa makanan dari rumah."


"Iya-iya maaf, ini yang terakhir deh. Oh iya sayang, nanti malem jangan lupa buatin rujak buat mas ya. Buah-buahannya mas mau request, eumm,,, pisang, alpukat, sama kelapa muda ya! Jangan sampai lupa, love you!"


Teressa cengo. Speechless dengan apa yang dikatakan oleh suaminya.


______________


TBC.


Baby Allister nggak nongol dulu, lagi berpetualang sama kakak nya.