
(Satya &Teressa)
.
.
.
.
.
''Sayang jangan makan itu!"
"Itu juga nggak boleh!"
"Ini juga nggak boleh."
"Apalagi itu, itu pedes nggak baik buat dedek bayi nya."
"Mas!!"
Lama-lama Teressa frustasi karna Satya sangat posesif dan melarang ini itu. Bukan cuma ini itu, tapi semua makanan tidak boleh Teressa sentuh. Pantas untuk apa Satya mengajak pergi ke bazar makanan kalo mau beli nggak boleh?
Sebenernya sih Teressa oke-oke aja kalo sekedar makanan pedes atau dan lainnya, tapi masak ini nggak dibolehin makan semuanya, kan si bumil emosi lama-lama.
Cup
"Demi dedek bayi sayang, ayo aku cariin makanan yang enak dan sehat." seru Satya sambil menggandeng tangan istrinya.
"Salad mau?" tawar Satya. Pandangannya menemukan olahan buah-buahan segar itu yang menggugah selera nya.
"Mau itu." tunjuk Teressa pada pedagang gorengan.
"Gorengan? mending masak dirumah aja ya kalo gorengan." seru Satya.
"Kenapa gitu?"
"Gorengan disini sama dirumah beda sayang, udah pokoknya nurut aja." seru Satya.
"Kan sama-sama digoreng di minyak goreng mas." seru Teressa.
"Nurut sama mas." seru Satya tak mau dibantah.
Kalo udah gini Mbak Teressa udah nggak bisa protes, bukannya apa takutnya ntar ujung-ujungnya Satya nerkam dia lagi. Ntar kalo ditanya kenapa pasti alasannya 'selesaikan masalah diatas ranjang sayang'
Sa ae lu bang ngambil kesempatan.
__________
Yap setelah dibawa ke rumah sakit dan diperiksa oleh dokter kandungan, Mbak Teressa benar-benar dinyatakan hamil. Nggak ngerti lagi mau bilang apa, intinya mereka bersyukur dan bahagia.
Bukan cuma Teressa yang menjaga kehamilannya, tapi orang-orang disekitarnya juga sangat perduli padanya. Mereka sama-sama menanti kelahiran bayi itu.
Hm kira bebi gel atau bebi boi ?
"AUNTY, UNCLE!!!" seru ketiga anak laki-laki Bu Ghea dan Pak Gavin. Mereka bertiga langsung menghambur memeluk paman dan bibinya itu.
"Hei boy." seru Satya.
Seperti biasa mereka akan melakukan tos bersama saya berjumpa, khusus Satya dan Ghepa mereka melakukan tos bokong.
"Wow Uncle, kata mommy aunty Sasa mau punya dedek bayi kayak Mommy ya?" seru Gheva berceloteh ria diatas pangkuan pamannya.
"Benar, aunty akan punya adik bayi seperti kalian." jawab Satya.
Wait, Gheva seorang anggota LAKIK SQUAD tapi mau maen masak-masak? Apa-apaan ini?
"Cowo kok main masak-masak!" cibir Ghavi.
"Biarin!" seru Gheva tak mau kalah.
"Uncle, Kak Noah kemana? Belum pulang?" tanya Gathan bersuara.
"Bentar lagi, Kak Noah kalo pulang sekarang sore banget soalnya." jawab Satya.
"Oh oke."
Karna hari semakin petang, Bu Ghea and keluarga kecil akhirnya milih pulang abis isya aja sekalian. Jadi sore itu anak-anak masih bisa main-main dirumah oma dan opa nya.
"Ih kakak kok milih ikan lele sih, tau nggak kata temen Gepa disekolah katanya ikan lele mamam e'ek kita tau." seru Gheva sambil menatap jijik kumpulan ikan berkumis itu.
"Omong kosong." balas Ghavi menatap malas adiknya itu.
"Opaa Ikan lele mamam pup kan?" tanya Gheva pada sang Opa.
"Bukan boy, ada makanan khusus untuk ikan-ikan lele ini." jelas Ayah Juan.
"T-tapi kata temen Gepa makan pup loh opa." kekeuh Gheva yang ingin dibenarkan ucapannya.
"Nggak usah berisik, cepet bantuin opa nangkep ikan biar cepet dimasak sama oma!" ketus Ghavi.
"Udah kalian nggak usah berantem, nanti kena omel mommy." seru Gathan menengahi percekcokan kedua adik kembarnya itu.
Setelah ditengahi oleh Gathan, keduanya kini melanjutkan kegiatan menangkap ikan yang diinginkan masing-masing. Ghavi mengambil beberapa ikan lele dan memasukkan kedalam wadah khusus, sedangkan Gheva tetap tidak mau mengambil ikan berkumis itu dan akhirnya ikan yang ia ambil adalah ikan mas.
"Assalamualaikum semua."
Keempat pria beda generasi itu menoleh ke belakang lada sumber suara. Disana ada sosok remaja laki-laki yang nampak masih mengenakan seragam sekolahnya.
"KAK NOAH!!"
Ketiga bocah itu melepaskan jaring ikan masing-masing kemudian langsung berlari menghampiri kakak sepupunya itu. Sudah ada sekitar sebulan lebih mereka tidak bertemu, mungkin rindu.
"Eitss berhenti, kalian masih kotor jangan peluk kak Noah dulu boy." seru Ayah Juan menghentikan aksi ketiga bocah itu yang hendak memeluk tubuh Noah.
"Aaaaa opaa, mau peluk, mau digendong kak Noah." rengek Gheva sambil merentangkan kedua tangan dihadapan Noah.
"Ghavi mau salim aja opa." seru Ghavi.
"Gathan juga mau tos opa." ucap Gathan.
"Udah-udah nggak usah ngambek, sini peluk kakak." seru Noah sambil membungkuk kan tubuhnya agar ketiga adiknya mampu mejangkau tubuhnya.
"Yeayy!!!" Ketiga nya langsung menghambur memeluk tubuh Noah dengan erat.
"Hm kalian abis main sama ikan ya, amis banget." ledek Noah.
"Heboh deh kalo kakaknya pulang, ini ikannya gimana? masa ditinggal gitu aja." seru Ayah Juan sambil menghampiri keempatnya.
"Assalamualaikum, opa." Noah mengucapkan salam sambil meraih tangan Ayah Juan namun terlebih dahulu ditepis ayah Juan.
"Waalaikumsalam, salamannya pending dulu No. Tangan Opa masih amis gini." ucap Ayah Juan.
"Iya opa nggak papa." balas Noah.
__________
Babay