AFTER

AFTER
Eps 56



(Satya &Teressa)


.


.


.


.


.


"Uncle sama Aunty sama Kak Noah kok lama? Athan sama adek lama nungguin tau." oceh Gathan saat menyambut kepulangan Satya dan keluarga kecilnya itu.


"Oh ya? Gathan nungguin Aunty juga ya?" balas Teressa sambil menoel pipi gemoy milik Gathan.


"Iya aunty." jawab bocah itu sambil menganggukkan kepalanya .


"Kalian dari mana, kok dari tadi siang nggak pulang-pulang bawa Noah lagi, kemana sih?" tanya Bunda Citra yang begitu penasaran kemana perginya putranya dan mantunya itu.


"Jenguk kakeknya Noah bund, sakit dia." jawab Satya angkat bicara.


"Sakit apa bang?"


"Kolestrol."


"Yaudah sekarang kalian bersih-bersih, ponakan kalian nih pengen main malah kamunya nggak pulang-pulang, udah dari tadi padahal." seru Bunda Citra.


"Uncle mandi dulu Cil, ntar kita adu boxing dikamar Uncle."


"Oke Uncle."


__________________


Kini terdengar kegaduhan yang berasal dari kamar Satya, sepertinya pertarungan sengit antara paman dan keponakan itu sudah dimulai.


BUGHHH


"Uncle!!!!" jerit Gathan saat pamannya itu berhasil memukul pantatnya menggunakan boneka dengan karakter bus biru kesayangan Satya.


"Huh!!!"


Gathan berdecak kesal kemudian melempar bantal yang ia pegang ke wajah Satya. Setelah itu Gathan langsung turun dari kasur dan menghampiri Noah yang duduk anteng di sofa sambil membaca buku.


"Dih bocil ep-ep ngambek gitu doang." guman Satya menatap kepergian keponakannya itu.


"Kak Noah lagi apaa?" tanya Gathan sambil merapatkan tubuhnya pada tubuh sepupu nya itu.


"Baca buku cerita rakyat."


"Athan mau ikut baca, eh maksudnya Athan mau dengerin Kak Noah cerita." seru Gathan. Tanpa meminta persetujuan dari Noah, Gathan langsung merebahkan tubuh gempalnya itu diatas sofa dengan paha Noah sebagai bantalan kepalanya.


Titisan Satya emang gitu.


"Oke-oke, dengerin baik-baik." seru Noah, dan Gathan pun langsung menganggukkan kepalanya dengan patuh.


Pada zaman dahulu ......


Noah mulai menceritakan isi buku cerita rakyat yang ia punya itu kepada Gathan. Sedangkan Gathan hanya diam dan terus menyimak ucapan Noah, dengan sesekali menggeser posisi berbaringnya.


"Kak Noah kenapa bidadarinya ndak bisa pulang ke langit?" potong Gathan ditengah-tengah sesi Noah bercerita.


"Selendang nya disembunyiin sama Jaka Tarub." jawab Noah merespon pertanyaan adik sepupunya itu.


"Ooooo." balas Gathan dengan mulut terbuka membentuk huruf 'O'


Cerita pun kembali berlangsung hingga tanpa sadar Gathan malah terlelap dipangkuan Noah.


"Bocil tidur No?" tanya Satya. Pria itu baru saja keluar dari kamar mandi usai buang pup.


"Iya pah." jawab Noah.


"Ni anak maghrib-maghrib malah molor, elah." gerutu Satya.


"Cil bangun Cil, emak lu goreng ayam noh buat lu, buruan bangun." seru Satya membangunkan bocah tampan itu.


Tok


Tok


Tok


"Iya nih, masuk aja." seru Satya.


Ghea pun langsung membuka pintu itu, kemudian masuk kedalam kamar Satya.


"Nih anak lu molor, bangunin sana nggak baik maghrib-maghrib tidur." seru Satya.


"Sayang, bangun yuk. Mommy udah masakin baso ikan sama ayam goreng buat Gathan sama daddy, yuk bangun udah ditunggu adek dibawah loh." Bu Ghea dengan sabar membangunkan putra sulungnya itu.


"Mommy.''


"Sini-sini ."


Ghea langsung mengangkat tubuh Gathan dan menggendongnya didepan seperti anak koala.


"Abang sama Noah langsung nyusul ya ke bawah, nanti sholatnya di mushola bawah." ucap Ghea.


"Oke-oke." balas Satya.


"Dadahh Uncle, Kak Noah. Athan mau ketemu adek dulu, muacchhh." seru Gathan dengan mata sayu-sayu menahan rasa kantuk.


Ghea keluar dari kamar Satya sambil menggendong Gathan didepan, sedangkan Gathan memilih menyadarkan kepalanya diatas bahu mommy nya itu. Tubuh anak itu terlalu lemas karna seharian menunggu pamannya pulang, hingga meninggalkan tidur siangnya.


_______________


"Noah nggak mau lihat adek?" tanya Teressa pada putranya.


Yap, malam ini keluarga Bunda tengah berkumpul diruang tengah. Sangat ramai tentunya, ditemani oleh para cucu yang memberi suasana semakin ramai.


"Iya bunda." jawab Noah. Anak itu beranjak dan ikut bergabung pada adik-adik sepupunya. Ia mendekati Gathan yang tengah bermain-main dengan jemari adiknya.


"Kak Noah liat deh, adiknya Athan ganteng kan, lucu kan? kayak Athan kan?" seru Gathan yang sangat antusias memamerkan kedua adik tampannya itu pada Noah.


"Hm, iya mereka tampan." jawab Noah.


Noah tersentak kaget saat tiba-tiba tangannya diraih oleh baby Ghavi.


"Hai, aku kakak sepupu mu. Kau sangat tampan sekali seperti adik dan kakak mu." guman Noah sambil menatap dalam kedua mata bayi itu.


Baby Ghavi tak menampakkan ekspresi apapun, bayi itu terdiam sambil memainkan jemari Noah. Hingga tiba-tiba Noah merasa ibu jarinya dihisap oleh bibir mungil Baby Ghavi.


"Eh?"


"Si adek haus tante?" tanya Noah beralih menatap Ghea.


"Kayaknya iya No, udah waktunya bobok soalnya." jawab Ghea.


Wanita itu meraih tubuh baby Ghavi kemudian menyusui nya, namun anehnya bayi itu tidak menyentuh sumber asi dari ibunya. Bayi itu berusaha mengangkat tangannya, seperti ingin menggapai sesuatu.


"Ghavi mau main sama kakaknya, sayang." seru Gavin.


"Ha? Oh pantesan Ghea kasih mimi nggak mau. Gantengnya mommy masih mau main sama kakak, hm??"


Saat didekatkan lagi dengan Noah, Ghavi kembali tenang dan terlihat aring bermain dengan Noah. Walaupun Noah adalah anak kulkas 12 pintu, ia tetaplah menjadi idola para adik sepupunya.


Wow.


Ini aja yang LAKIK pada nempel ama dia, begimana kalo ntar punya adik cewe? pasti makin heboh.


.


.


.


.


________________


Babay.