
(Satya & Teressa.)
.
.
.
.
.
Nggak ada angin nggak ada hujan, hari ini bunda menyuruh Satya untuk berdandan serapi mungkin, bilangnya ada acara pertemuan sama orang, tapi bunda nggak sebut namanya.
Satya sebagai anak yang baek dan tidak sombong Satya pun menuruti ucapan bundanya. Sebenernya enggak yang dandan sampe wow banget, sewajarnya aja yang penting cakep dilihat.
Jangan lupakan keluarga kecil Ghea dan Gavin, mereka ikut serta juga dalam momentum ini.
"Emangnya kita mau kemana sih bund rame-rame gini? acara kondangan?" Tanya Satya sambil merapikan jas yang ia kenakan.
"Udah ikut aja apa kata bunda. Duh bang kamu ganteng banget loh kalo rapi gini. Tapi anehnya kok nggak ada cewe yang nyantol sama kamu itu loh, sampe heran bunda." ujar Bunda.
"Jangan mulai deh bund, Satya lagi nggak mood berdebat sama bunda, dan lagi nggak mau nambah dosa." gerutu Satya.
"Gavin nanti tolong sopirin ya, ayah sama abang dibelakang sama bunda soalnya." ujar Bunda Citra.
"Iya bunda, ntar biar Gavin yang nyopirin." balas Gavin terhadap mertuanya.
Ya walau gimana pun juga, didepan keluarga Ghea, Gavin tetaplah seorang mantu dan adik ipar. Jadi tau posisinya, walau dulu emang pernah jadi bosnya Satya.
Dalam perjalanan itu hanya diisi ocehan si bocil yang terlihat antusias bercerita, sedangkan yang lain hanya menjadi pendengar setia si bocil.
"Kita ngapain keluar malem-malem gini sih bund, tumben bener. Bocil juga ngapain diajak ntar ngantuk loh." ucap Satya pada bundanya.
"Nggak papa dong sekali-kali, lagian Gathan juga seneng. Toh besok hari minggu kan, jadi Gathan bisa tidur sepuasnya, Iya kan cucu oma?" balas Bunda Citra.
"Iya oma!" Seru Gathan.
"Abang jangan tidur! bentar lagi kita sampe." seru Bunda Citra.
"Iya-iya."
"Duh ngantuk banget lagi ah, mana makan banyak banget tadi. Hiks perut gua bakal melar abis ini." Seru Satya membatin.
"Ngemut permen biar nggak ngantuk." seru Bunda.
"Ntar malah tambah ngantuk loh bund, abang tuh kalo ngemut permen malah tambah ngantuk, apalagi yang rasa kopi, malah nggak ngefek." jelas Satya.
"Yaudah jangan nguap mulu ah, melek dibuka lebar matanya. Orang mau sampe juga!"
"Uncle, besok Athan mau jalan-jalan sama Uncle pake motor mommy." seru Gathan yang duduk didepan bersama Mommy nya. Ya gimana lagi, yakali duduk sama bapaknya, pilihan terakhir adalah dipangkuan mommy nya.
Hati-hati ya ganteng, emakmu tengah mengandung adikmu.
"Besok? nggak deh, emak lu ngomel entar." seru Satya.
"Mommy, mommy ndak ngomel kan? besok boleh jalan-jalan sama Uncle yaa? Athan pengen jalan-jalan pake motor mommy, myh."
Seperti biasa bocil itu akan merengek dengan manja kepada ibunya. Tatapan mata yang lucu dan cara pengucapan kalimat yang unik, menampakkan sisi menggemaskan pada bocah itu.
"Mommy." rengek Gathan kembali sambil memeluk tubuh Mommy nya karna Ghea tak meresponnya.
"Sayang jangan keras-keras, hati-hati adiknya sakit ntar." seru Gavin memperingati putranya yang bergerak bebas diatas pangkuan Ghea.
"Adiknya kak Athan, bilang sama mommy kalo kakak mau jalan-jalan pake motor sama Uncle ya. Ntar kalo adik udah keluar, kak Athan ajak naik sama Uncle Satya." seru Gathan sambil membelai perut Ghea yang ada dalam pelukannya.
"Emang Gathan mau kemana hm?" Tanya Ghea sambil mengusap lembut kepala putranya.
"Jajan ya?" tebak Ghea.
Gathan mendongakkan kepalanya menatap wajah emaknya kemudian menganggukkan kepalanya dengan malu-malu.
"Jajan apa emang?"
"Eum mau telur yang digulung-gulung boleh mommy?"
"Hm boleh, terus apa lagi hm."
"Terus sama, em...lupa? Uncle yang tadi namanya apa?" Tanya Gathan sambil menengok kebelakang menatap pamannya.
"Ya ndak tau kok nanya saya." Celetuk Satya ngasal.
Kebiasaan emang nih anak.
"Uncle jahat!" Seru Gathan sambil mencebikkan mulut mungilnya kesal lantaran balasan singkat dari pamannya.
"Tadi Gathan pulang sekolah lewat lapangan, dapet brosur. Katanya ada bazar makanan disana besok, mungkin itu yang dia maksud. Soalnya tadi aku lihat ada beberapa jajanan disana." Jelas Si Bapak Gavin menengahi perdebatan antara paman dan keponakan itu.
"Udah-udah mommy bolehin kok, besok mommy temenin ya sama Daddy sama adik juga. Besok kita ke tempat bazar bareng-bareng." seru Ghea.
"Serius mommy?" Tanya Gathan semangat sambil menangkup kedua pipi Ghea menggunakan tangan mungilnya.
"Of course baby."
"Makasih mommy, Athan sayang mommy!!!"
Muachh
Muachh
"Duh romantis banget kalian nih, bikin iri dengki." Celetuk Satya mengomentari.
"Pengen ayah kasih?"
"Nggak usah yah, makasih sebelumnya, buriq gini satya masih normal!"
"Gaya, orang dulu pas kecil aja suka cium ketek ayah!" ujar Ayah Juan.
"Aku siapa? kok aku lupa ya?"
"ABANGGG!!!"
______________
''Semuanya turun ya, jangan sampe ada yang ketinggalan." seru Bunda Citra mengomando.
"Bund ngapain kesini?"
"Iya kan kita diundang diantaranya Teressa." balas Bunda.
"Acara? acara apa, kok saya nggak tau ya." guman Satya.
"Ituloh Teressa mau dilamar sama laki-laki." jawab Bunda.
"HA??!"
"Dilamar siapa?!" tanya Satya dengan sewotnya.
"Ya ndak tau kok nanya bunda." balas Bunda.
"Kok gitu sih, bunda mah tega sama Satya. Ini abang-
"Udah nggak usah mewek, ikhlasin aja bang. Jodoh udah ditangan Allah." seru Ayah Juan berkata seolah menguatkan putra sulungnya yang hatinya tengah terpotek-potek itu.
"Tapi yah, nggak bisa gitu dong. Abang kan udah terlanjur-
"Hiks Hiks Ayahhhh mending Tya nggak ikut ke sini hiksss....Tya mau pulang huaaa....
_____________
Babay.