
(Satya & Teressa.)
.
.
.
.
.
Yuhuu I'm back!!!
Gimana kabarnya sodara? sehat sentosa kan? Yaudah aminn.
Kuyy lah gasskeun.
"Udah jangan nangis, saya bercanda doang Tessa." seru Satya mencoba menenangkan sekertaris sekaligus calon istri nya itu.
"Saya kesel sama bapak." seru Teressa sambil memukul dada bidang Satya dengan membabi buta.
"Tapi saya cinta sama kamu."
Blushhh
Bener kata orang, cinta bikin orang jadi gila. Orang ngomong apa dibales apa, edan!
"Kamu juga cinta sama saya kan?" Tanya Satya sambil mencekal kedua pergelangan tangan Teressa agar wanita itu berhenti memukulinya, ya sebenernya nggak berasa juga sih.
"Hei." seru Satya, namun tak mendapat balasan dari Teressa. Wanita itu terdiam sambil menatap wajah tampan Satya.
"Eh jangan gitu dong natap nya, saya salting nih ntar.'' ucap Satya kelewat jujur. Dan akhirnya terjadilah tatap-tatapan antara keduanya.
"Oh saya tau, kamu mau ngelakuin adegan yang ada di pilem-pilem gitu kan? Gimana saya musti merem apa kamu yang merem?"
"Pak Satya?" guman Teressa pelan.
"Ya? saya ganteng kan."
"Ish bukan itu!! Jas nya kotor nih kena lipstick!" ketus Teressa kemudian mendorong tubuh kekar Satya agar menjauh darinya.
"Mana, nggak ada kok." seru Satya.
"Itu apa!" seru Teressa menunjuk bagian atas jas yang dikenakan oleh Satya. Sepertinya Mak lampir tadi sengaja menempelkan bibirnya pada pakaian Satya, hingga terciptalah fitnah disana.
"Ya Allah baru aja baikan, udah kena lagi saya!" batin Satya.
"Saya nggak tau soal ini Tessa, pasti cewek tadi sengaja ngenain ke jas saya. Plis jangan salah paham lagi oke." jelas Satya memelas.
capek ya? sama kok saya juga😊
"Jangan jauh-jauh dari saya, sini deketan. " seru Satya.
"Nggak mau." tolak Teressa.
"Kamu nggak malu diliatin karyawan saya dari tadi, buruan sini atau saya paksa!" Seru Satya.
"Saya udah nggak ada malu gara-gara Pak Satya!" balas Teressa.
"Oke fine!"
Saatnya beraksi.
Tanpa aba-aba Satya langsung mengangkat tubuh Teressa ke atas pundaknya, menggendong wanita itu layaknya sebuah karung beras.
Wow emejing!
"PAK SATYA LEPASINN!!" jerit Teressa sambil memukul mukul pundak Satya.
Selain terkejut karena Satya melakukan hal itu tanpa aba-aba, Teressa tentu merasa malu ketika banyak pasang mata yang memperhatikannya, namun untuk Bang Sat, pria itu pasang muka cuek dan tak perduli sama sekali.
"Pak Satya turunin, saya malu." cicit Teressa pelan.
"Udah diem, katanya udah nggak punya malu gara-gara saya." balas Satya
"Sekarang malu!" balas Teressa.
Dengan posisi ini Mbak Teressa dapat melihat wajah tampan Bang Satya dalam keadaan dekat, bahkan sangat dekat.
"Masih malu?" Tanya Satya menatap Teressa.
"Malu, malu banget." cicit Teressa, Satya hanya tertawa kecil membalas cicitan Teressa barusan.
Teressa tak berani menampakkan wajahnya, wanita itu hanya mampu diam sambil menyembunyikan wajahnya didada bidang Satya.
Aisshh romantis banget, langsung gass kamar nggak sih?
Astagfirullah berdosa banget aku ini😌
"Masih mau turun?" Tanya Satya, Teressa dengan cepat langsung menggelengkan kepalanya.
"Tadi katanya mau turun." Ucap Satya sambil mengendurkan kedua tanganya yang menahan tubuh Teressa agar tak jatuh, buru-buru Teressa mencengkeram lengan kokoh Satya karna ia takut jatuh.
"Ish ish tak patutt, mentang-mentang udah ada calon bini mesra-mesraan nggak liat sikon ya Bangsattt!!" Gerutu jin Mpin yang sebenarnya iri melihat adegan itu.
___________________
Hari itu bisa disebut sebagai hari pertama mereka jadian, eh nggak jadian sih lebih tepatnya udah lamaran malah.
Didalam ruangannya, Satya sibuk bermanja dengan calon istri nya itu. Bukannya kerja, Satya malah asik rebahan diatas paha Teressa yang dibalut celana kulot scuba.
Manja bener dah.
Dan bahkan dengan teganya Satya mengusir Marvin dari ruangannya, dan menyuruh sang asisten untuk mengungsi ke ruangan sebelah.
Sabar ya pin.
"Pak Satya. " panggil Teressa pelan.
"Pak Satya bangun ih." seru Teressa lagi.
"Pak Satya." rengek Teressa karna Satya sengaja tak merespon panggilannya.
"Pak-
"Mmmm-asss masss, m-a-s S-a-t-y-a, MAS SATYA!"
"Nggak mau!"
"Yaudah kalo nggak mau." balas Satya kemudian kembali memejamkan matanya.
"Mas Satya bangun." seru Teressa, dan benar saja Satya langsung membuka matanya lebar-lebar sambil menatap Teressa tak percaya.
Wanita itu tadi memanggilnya Mas?
"Coba ulangin sekali lagi." seru Satya sambil menatap Teressa .
"Bangun." Ucap Teressa.
"Bukan yang itu, yang sebelumnya. Kamu manggil mas kan tadi, coba ulangin sekali lagi tadi nggak denger." seru Satya.
"Enggak kok, buruan bangun ah. Saya nggak enak diliatin sama Pak Marvin pak." seru Teressa.
"Aku-kamu bukan saya-bapak, atau bapaknya diganti mas aja kayak tadi. Saya ini bukan bapak kamu loh ya." seru Satya.
"Iya-iya buruan bangun ah, nggak enak diliatin tau." Ujar Teressa.
"Yang manis dong mintanya."
"Mas Satya gantengnya Tessa, bangun dulu ya kerjaannya banyak loh. Tessa malu diliatin sama Pak Marvin terus, bangun ya."
Fiks Bang Sat langsung Ambyar!!!!!
Meleleh hatinya Bang Sat.
Apalagi Teressa mengucapkannya dengan suara mendayu-dayu dan suara lembut dan merdu, tak lupa senyum manis menghiasi wajahnya.
Oke Bang Sat kalah!
_______________
Babay!