AFTER

AFTER
Eps 65



(Satya & Teressa)


.


.


.


.


.





"Nanti jangan lupa dikasih ke nenek sama kakek ya." Pesan Bunda Citra pada ketiga cucu nya.


"Siap oma!" seru Gheva dengan mantap.


Mulut dan tangannya kotor semua karena anak itu masih sibuk makan ikan bakar buatan kakeknya tadi. Mungkin sangat lezat.


"Gavin nggak makan, nak?" tanya Bunda Citra pada menantunya. Bunda memang seperhatian itu orangnya.


"Makan kok bund, ini sama Ghea." jawab Gavin sambil memperlihatkan piring yang ia bawa. Mereka makan sepiring berdua karena Ghea repot menyusui baby Glory.


"Mommy mau ikan lagi." pinta Gheva.


"Udah habis?" Gheva memperlihatkan piringnya yang hanya tersisa tulang belulang ikan dan kepalanya saja.


"Dad, tolong diambilin ya." ucap Ghea. Gavin pun langsung memberikan satu ekor olahan ikan dibakar itu kepada sang putra, "Sama kakak ya, nanti pasti nggak habis kamu."


Gheva menggeleng, "Habis kok."


"Udah nggak papa dad, banyak makan ikan tambah pinter. Ntar biar mommy yang makan kalo nggak habis." Gheva menganggukkan kepalanya dengan patuh. Tak tau akan habis atau tidak, yang penting ia masih ingin makan ikan.


"Mom."


Ghea menoleh pada sumber suara itu. Tenyata salah satu putranya memanggil dirinya, itu adalah Gathan si sulung.


"Kenapa, kak?" tanya Ghea pada Gathan.


"Gathan nanti mau ikut kak Noah ke rumah temennya kak Noah, boleh mom?" tanya Gathan meminta izin.


"Boleh, yang penting hati-hati pulangnya jangan kemaleman. Besok kalian harus pergi ke sekolah, kan." jawab Ghea. Ia tak terlalu membatasi kegiatan anak-anak, yang pasti harus meminta izin dan tujuannya jelas. Karna dengan Noah, tentu saja Bu Ghea memberi izin. Rasa khawatirnya sedikit teratasi dengan keberadaan Noah yang siap melindungi Gathan.


"Makasih, mom." ucap Gathan dengan tulus.


Tiga hal yang selalu Ghea ajarkan pada anak-anaknya. Meminta maaf jika salah, minta tolong ketika butuh bantuan, dan mengucapkan terima kasih setelah mendapatkan sesuatu, berupa apapun.


"Gepa ndak diajak?" tanya bocah ajaib itu.


"Gheva sama kakak sama adek kan mau ikut mommy sama daddy kerumah nenek, emang nggak mau ikut mommy kesana, hm?"


"Mau." jawabnya sambil menganggukkan kepala dengan ragu.


"Tapi mau ikut kak Noah sama Kak Athan juga." sambungnya kemudian.


Sama seperti Gathan. Gheva suka meminta suatu hal berbeda dalam satu waktu bersamaan.


"Kakak perginya pake motor, jadi nggak bisa kalo bertiga. Ikutnya lain kali aja ya."


Gheva, bocah itu menunduk lesu. Pupus sudah harapannya untuk bisa ditraktir cilok oleh kakak-kakaknya. "Kan bisa pake car , nanti bisa rame-rame perginya. Ntar bisa sama kak Ghavi juga perginya, ya kan kak?" Sedangkan Ghavi sepertinya sedang tak minat untuk diajak kerja sama oleh adiknya. Ia memilih diam sambil memisahkan antara tulang dan daging ikan dipiringnya itu.


Bu Ghea kembali dibuat untuk memutar otak. Putra ketiganya itu tak akan pernah kehabisan ide untuk mencari alasan.


"Emang Gheva nggak kasian sama nenek, kakek? mereka kangen sama Gheva loh." ucap Ghea lagi. Bu Ghea memang tidak pernah berkata kasar atau bahkan membentak, suami atau anak-anaknya. Lebih memilih menjelaskan secara detail semua ucapannya agar lawan bicaranya paham dan mengerti, terlebih para tuyul yang masih anak-anak. Bocah terkadang susah memahami ucapan orang dewasa, maka dari itu Bu Ghea yang selalu mengalah untuk anak-anak nya.


Dan Ghea yang dulu bukanlah Ghea sekarang. Dulu Ghea adalah gadis bar-bar dengan sejuta tingkah laku brutal yang membuat semua orang mengelus dada. Namun sekarang, ia sudah menjelma sebagai sosok hot mommy dengan 3 prince dan seorang princess.


"Twins kalo ikut nggak papa, No? Tapi kalo emang ganggu nggak usah diajak, biar ikut tante ke rumah neneknya aja nanti." ujar Ghea pada Noah.


"E-eum,,,,, boleh deh, nggak papa biar ikut Noah. Nanti pulangnya Noah anterin, tan." jawab Noah.


Harapannya, semoga anak ajaib itu tak berulah nanti.


"Yeayyy yeaayyy boleh yuhuuuu jalan-jalan." pekik Gheva dengan riang.


"Sebelum pergi sholat dulu ya." Gheva menganggukkan kepalanya dengan patuh.


_________


"Cilok." guman Gheva sambil menatap nanar penjual cilok dipinggir trotoar itu.


"Sabar." seru Ghavi sambil menepuk-nepuk bahu adiknya.


Ghavi mendengus pelan, adik nya sangat keras kepala. Andai saja tadi Gheva tidak merengek utnuk ikut, mungkin sekarang ia bebas bermain di rumah neneknya. "Kan tadi udah dibilangin sama mommy nggak usah ikut, ngeyel sih!"


Sedangkan ditempat lain, Noah, Dio, Alice, dan juga Gathan tengah sibuk bekerja kesana kemari. Lebih tepatnya membagikan buku-buku pelajaran atau buku cerita secara gratis kepada anak-anak yang tinggal dijalanan.


Mulia sekali bukan.


"Abis, dek?" tanya Noah.


"Abis kak." jawab Gathan sambil memperlihatkan kardus yang ia bawa kosong.


"Yo, masih?" Sahabatnya itu menggelengkan kepalanya. Buku yang ia bagikan juga telah habis. Anak-anak disana sangat antusias sekali menerima buku yang ia berikan.


"Kamu, masih apa udah habis?" tanya Noah beralih pada gadis yang tak lain adalah Alice.


"Habis juga, kak."


Remember gadis yang menjual test pack kepada Noah? Yap, itu adalah Alice, lebih tepatnya adik kelas Noah.


"Ini langsung balik apa ada kegiatan lagi, No?" tanya Dio pada Noah.


"Balik aja lah, lagian bukunya udah habis. Tapi ntar mampir dulu beli makanan, adek-adek gue kelaparan kayaknya." Noah menatap kasian pada Ghavi dan Gheva yang duduk dengan lesu dibawah pohon besar.


"Yaudah kuylah." balas Dio.


Mereka mulai meninggalkan jalanan, segera menepi dan menghampiri Ghavi dan Gheva.


Alice pun sama, gadis itu mengekori Noah dan Dio dari belakang bersama Gathan.


"Bentar kak." seru Gathan.


"Kenapa, Gathan?" tanya Alice. Alice belum mendapatkan jawaban dari Gathan, karna anak itu terlebih dahulu menghampiri penjual es.


Gathan kembali sambil membawa es teh dan cilok masing-masing dua bungkus disetiap tangannya. "Buat twins, kakak mau?"


Alice menggeleng, menolak secara halus.


"Nggak usah, kakak masih kenyang. Ayo samperin adek kamu." Mereka kembali melanjutkan langkahnya menuju Ghavi dan Gheva.


"Hiks,,,,, hiks,,,, liat nih perut Gepa kempes. Hiks,,,, mau makan hiks,,, laper." Gheva menangis tersedu-sedu sambil menekan-nekan perut bulatnya yang mulai kempes itu.


"Shuttt jangan nangis, diledek kakak kalo ketahuan nanti. LAKIK nggak boleh nangis." seru Ghavi mencoba meredakan tangis sang adik.


Tak lama kemudian, Noah dan Dio sampai disana. Mereka sedikit panik saat baru datang melihat Gheva menangis. Kenapa, pikirnya.


"Gheva kenapa?" tanya Noah perhatian.


"Laper hikss."


Astaga, jantung Noah terasa seperti telah pindah dari tempatnya saat mengetahui adiknya menangis. Tapi ternyata adiknya itu menangis karena kelaparan. Mengenaskan sekali.


"Cup cup, jangan nangis ya. Kita udah mau pulang kok, ntar juga jajan dulu biar kamu nggak keleparan lagi. Cup cup, jangan nangis ya." Gheva meredakan tangisnya saat ia menangkap insting akan ditraktir oleh kakaknya.


"KAK ATHAN!!!!" Pekik Gheva.


Gathan tetap berjalan santai menghampiri adik-adik nya. "Buat kalian, ambil satu-satu." kata Gathan sambil menyerahkan cilok dan es kepada kedua adiknya.


"Hiks,,,, salangeo kak Athan,,,, srottt."


"Makasih." ucap Ghavi setelah menerima bungkusan cilok itu dari Gathan, dan Gathan menggunakan kepalanya sebagai balasan.


"Gathan beli dimana tadi? kok kakak nggak liat?" tanya Noah yang tak tau jika Gathan sempat membeli cilok itu tadi.


"Di deket tempat tadi, kak." jawab Gathan.


"Yaudah ayo masuk ke mobil, makan cilok nya dijalan aja." seru Noah.


Noah dan Dio mulai masuk ke dalam mobil, disusul Gathan dan selanjutnya Alice yang menuntun kedua bocil itu. "Hati-hati ya." Alice memegangi lengan Ghavi dan Gheva bergantian agar mereka tidak terjatuh saat akan naik ke dalam mobil. "Hiks,,, kakak cantik pacarnya kak Noah ya, hiks,,, srottt."


"Eh, enggak kok, cuma temenan aja."


"Nggak papa pacaran aja, ntar Gepa aduin ke uncle."


"Bukan, bukan pacar kok. Nggak usah diaduin ya." elak Alice mencoba menyakinkan bocah itu.


"Yah kasian nggak diakuin." celetuk Dio tiba-tiba.


Noah mendengus pelan mendengarnya. Sahabatnya itu memang lemes dan ember.


NGGAK BISA! NGGAK RELA!! KULKAS DUA BELAS PINTU UDAH ADA PAWANGNYA!😭😭


____________


TBC.