
(Satya &Teressa)
.
.
.
.
.
"Sayang, jalan-jalannya besok aja ya. Liat tuh jalanan licin abis diguyur hujan. Mas janji besok muter sepuasnya." bujuk Satya pada istrinya.
Hujan turun di siang hari membuat jalanan menjadi becek, dan Satya benci akan hal itu.
"Mas bohongin Tessa lagi kan!" seru Teressa dengan kesal.
"Enggak sayang, liat sendiri tuh jalanan masih becek. Ntar kalo dipaksain malah kita kenapa-napa dijalan gimana?" ucap Satya.
"Bilang aja mas nggak mau nemenin Tessa jalan-jalan!! Tessa tetep mau jalan-jalan sama Noah aja!" seru Teressa.
Wanita itu sudah bersiap keluar dari kamarnya, namun terlebih dahulu Satya mencekal pergelangan tangan wanita itu. Kemudian menariknya perlahan, dan Teressa berakhir duduk di pangkuan Satya.
Uwooww
"Diluar dingin sayang, mending dikamar aja enak, anget bisa kelon." ucap Satya.
"Mas!!"
"Becanda." balas Satya.
"Tau ah!!" decak Teressa.
"Kamu kenapa sih marah-marah mulu, perasaan dateng bulan juga nggak tapi marah-marah mulu akhir-akhir ini. Kenapa, ada yang kamu pikirin?" tanya Satya .
"Eum...Enggak."
"Terus?" seru Satya sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Mas tau nggak, baby nya Maura sama Pak Marvin cantik banget tau. Tessa juga pengen satu kayak gitu, bosen tiap hari liatnya orang ganteng mulu." ucap Teressa.
"Kamu mau baby?"
"Ya iyalah!"
"Yaudah, mari kita ngadon!!!" seru Satya dengan semangat empat lima. Satya langsung menerjunkan tubuh istrinya diatas kasur empuk miliknya itu. Kemudian ditariklah selimut untuk menutupi tubuh mereka. Selanjutnya adalah adegan adu mekanik yang hanya diketahui oleh keduanya dan tuhan yang maha esa.
"Mas!!!!"
_________
"Assalamualaikum, No?"
"Waalaikumsalam, Iya yah kenapa?"
"Kamu bisa pulang sekarang nggak? di cariin sama bunda mu nih." seru Satya yang tengah melangsungkan panggilan telepon dengan putranya itu.
"Ini bentar lagi Noah pulang kok yah."
"Oh syukur deh, oh iya kalo pulang titip kuah acar ya No." ucap Satya.
"Hah? kuah acar? maksud nya acar yah?"
"Acarnya nggak usah, kuahnya aja No."
"Terus acar nya dikemanain yah? masa kuah acar doang?"
"Yaa...ya terserah kamu lah No mau kamu beli sama acarnya juga nggak papa, ntar sampe rumah dipisahin aja. Bunda mu pengen nyruput kuat acar katanya." ucap Satya.
"Nyruput kuah doang asem dong yah."
"Ya gimana orang bunda mu yang mau."
"Yaudah yah, nanti Noah bawain kalo pulang."
"Oke No, makasih."
Tutt...
"Kuah nya udah dipesenin sama anak tercinta, sabar ya." ucap Satya pada Teressa.
"Makasih mas." seru Teressa sambil memeluk lengan suaminya.
Nah kan balik nempel lagi kek perangko.
"Perutnya masih suka mual?" tanya Satya.
"Nggak terlalu sering kayak tadi pagi, mas."
"Jangan-jangan kecebong mas ada yang nyangkut nih didalem." seru Satya sambil mengusap lembut perut datar istrinya
"Kecebong?" beo Teressa.
"Iya kecebong, benih-benih mas yang mas tanem selama ini." jelas Satya.
"Ish mas jahat banget, masa dibilang kecebong."
"Yaudah Satya junior aja."
Kini Satya dan Noah nampak diam sambil mengamati kegiatan Teressa yang terlihat begitu menikmati kuah dari acar yang dibelikan Noah tadi.
Yang makan Teressa tapi mereka malah ikut merasa keasaman.
"Enak bun?" tanya Noah penasaran.
"Enak sayang, Noah mau?" balas Teressa sambil menyodorkan sendoknya yang berisi kuah acar.
Ingat kuah saja.
Yang asem itu loh ya.
"Eum nggak deh buat bunda aja, tapi jangan konsumsi banyak-banyak bun. Nanti perut bunda sakit." ucap Noah mengingatkan.
"Iya sayang."
__________
Pagi harinya Teressa kembali merasakan mual mual lagi. Kali Ini lebih parah dan mengharuskan dirinya bolak balik kamar mandi sejak subuh tiba.
"Ini gimana sih, mualnya nggak berhenti-berhenti tapi bunda mu nggak mau dibawa kerumah sakit No." seru Satya yang nampak heboh sendiri.
Namanya juga khawatir ye kan.
"Panggil dokter ke rumah aja bang." usul bunda.
"Gimana No?"
"Yaudah yah, ayah panggil Dokter aja dulu. Sambil nunggu Noah mau keluar dulu sebentar." ucap Noah.
"Mau kemana ih, bunda mu lagi sakit loh jangan nyetak uang dulu No." seru Satya.
"Yaudah jangan lama-lama, ntar di cariin bunda kamu pasti." seru Satya.
Noah mengiyakan ucapan ayahnya, setelah itu ia berpamitan untuk pergi keluar sebentar. Entah mau ngapain, Noah anaknya misterius soalnya.
Disuatu tempat, lebih tepatnya di sebuah kedai kopi. Noah disana menunggu seseorang.
Brughh
"Aduh."
Noah mengalihkan pandangannya pada orang itu, seorang gadis dengan rambut hitam diikat satu itu terjatuh akibat tersandung oleh tali sepatunya sendiri.
"Maaf kak nunggu lama, ini barang yang kakak pesen tadi."
Gadis itu menemui Noah!!!!
"Kamu nggak papa?" tanya Noah sambil mengamati gadis didepannya yang nampak sedikit meringis kesakitan sambil mengusap-usap lututnya.
"Eee..nggak papa kok kak, aman." jawabnya dengan jantung yang berdebar-debar.
Kapan lagi kan si kulkas nanyain keadaan orang lain.
"Oh."
"Jadi ini totalnya berapa?" tanya Noah.
"Oh nggak usah kak, ini gratis kok. Kebetulan apotek tempat aku kerja lagi ngabisin stok, jadi nggak usah bayar." jawab gadis itu.
hm gadis
Jadi penasaran.
"Sebanyak ini?" tanya Noah.
"Iya kak."
"Tapi masih akurat kan?"
"Aman kak, masih bisa buat ngecek kok."
Walau disuruh untuk tidak usah membayar, Noah tetap mengeluarkan beberapa lembar uang pecahan ratusan pada gadis itu. Ia tak mau berhutang suatu hal kepada orang lain.
"Ambil lah." seru Noah sambil menyerahkan uang tersebut tepat dihadapan gadis tadi.
"Tapi kak-
"Kalo kurang besok temui saya disekolah, saya pergi dulu. Terima kasih untuk pesanannya." ucap Noah. Setelah itu ia langsung beranjak pergi dari tempat itu.
"Huftt...padahal udah dikasih gratis, masih aja bayar."
Jadi Noah masih sekolah ya pren, tapi kadang luring kadang juga daring. Soalnya kan A'a Noah orangnya super sibuk. Dan yang tadi, adek kelasnya yang kebetulan kerja di salah satu apotek.
Sebenernya tadi Noah minta tolong buat dibawain test pack sama dia, nggak mungkin kan Noah beli sendiri ke apotek. Walau buat emaknya sendiri, tetep aja ada rasa gengsi disana. Dikira yang kagak-kagak kan repot.
Setelah mendapat barang yang ia perlukan, Noah segera pulang ke rumah. Entah dugaannya benar atau salah, tak ada salahnya mencoba kan. Apalagi ia tau betul jika kedua orang tuanya sangat menantikan hadirnya seorang bayi lucu diantara mereka.
Semoga saja dugaannya benar, dan ia akan memiliki adik:)
_________
"Dokternya udah dateng yah?"
Noah yang baru sampai di rumah langsung masuk dan naik ke kamar bundanya.
"Udah-udah, itu lagi di Check bunda mu. Tadi sampe nolak-nolak diperiksa loh, padahal cuma diperiksa doang." ucap Satya.
"Bunda takut jarum suntik yah." jelas Noah.
"Oh ya? Ayah malah baru tau malah. Eh iya, kamu tadi kemana sih lama banget." seru Satya.
"Beli ini yah-
"Kalo dilihat dari keluhan-keluhan yang dijelaskan Ibu Teressa, kemungkinan beliau sedang isi. Tapi saya belum bisa ngasih jawaban pastinya, dan alangkah baiknya di chek dulu pake alat tes kehamilan atau langsung konsultasi ke dokter kandungan Pak."
"Hah, isi? maksudnya dok?" seru Satya tak paham.
Mendadak otaknya ngeleg.
"Kemungkinan Bu Teressa hamil pak." jawab dokter itu.
"Yang bener????"
Satya terlihat seperti orang bodoh yang tak tau apa-apa, banyak cakap dan heboh.
"Bunda mending chek dulu ya dikamar mandi, pake ini bund." seru Noah sambil menyerahkan kantong plastik yang berisikan alat tes kehamilan tadi.
"Kamu ini loh, masa anak sendiri kalah. Bisa-bisanya Noah dulu yang peka kalo bundanya hamil, ngadon mulu sih yang kamu gedein." Cibir Bunda Citra mengomeli putranya itu.
"Bunda plis deh, ngomel nya dipending dulu. Ini Satya lagi tegang tau nggak." seru Satya.
"Gimana sayang hasilnya?" tanya Bunda Citra saat Teressa sudah keluar dari kamar mandi untuk melakukan test tadi.
"Ini bunda."
...seperti biasa gambar by google ~...
"Alhamdulilah garis dua!!" seru Bunda Citra bahagia.
"Yang artinya?" guman Satya. Pria itu tak paham, hanya sibuk menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal.
Jujur agak ngebug bentar tu otak.
"Istri mu hamil!!" sewot Bunda Citra yang gemas dengan kelemotan putranya.
"Serius nih, Satya mau jadi ayah??" seru Satya yang masih tak percaya.
"Mas."
"Akhirnya!!!! Alhamdulillah sayang, kita bakal punya debay." seru Satya yang langsung memeluk tubuh istrinya saking senangnya.
Penantian sekian lama akhirnya terbayar sudah.
Teressa tak mengucapkan apa-apa, saking bahagianya wanita itu menangis. Tak menyangka kini ada kehidupan didalam rahimnya.
Tuhan telah mempercayakan hal itu pada nya.
Dan kini tugasnya menjaga dan merawat titipan itu.
"Selamat bun, yah." seru Noah. Ia ikut bahagia mengetahui kabar baik ini. Mungkin setelah ini ibunya tidak akan diam-diam menangis lagi diatas balkon.
Semoga semua nya berjalan dengan baik dan lancar.
Kabar kehamilan Teressa tentu sudah menyebar ke semua anggota keluarga dan kerabat, termasuk keluarga kecil bu Ghea tentunya. Mereka juga ikut senang mendapat kabar bahagia itu. Dan saat ini kita tinggal menunggu bu Ghea melahirkan princess kecil dalam keluarganya.
___________
Babay