
(Satya & Teressa)
.
.
.
.
.
Saat dirumah sakit, bunda menyuruh Satya untuk membelikan buah-buahan segar untuk Ghea.
Dan Satya yang tak ingin di cap sebagai anak durhaka didepan istri dan anaknya pun segera melaksanakan tugasnya ditemani oleh Noah, sedangkan Teressa tinggal dirumah sakit.
Misi meluluhkan kulkas dua belas pintu dimulai, Satya sengaja mencari tempat penjual buah yang jauh agar bisa memiliki banyak waktu bersama Noah. Padahal pria itu tau akibatnya nanti jika ia terlambat atau terlalu lama pasti akan kena semprot sama bunda.
Namun demi bisa mencairkan bongkahan es didalam kulkas dua belas pintu, Satya siap ambil resiko nya.
"Itu toko buahnya, pah." seru Noah menunjuk pinggir jalan yang terdapat toko buah-buahan disana.
Dan ini adalah kesekian kalinya Satya melewati beberapa toko buah tersebut, Noah juga heran dengan 'ayahnya' Itu.
Apakah matanya buram hingga tak melihat toko sebesar itu? Atau ayahnya tak tau cara menghentikan laju mobil? Apakah ayahnya se-lemot itu?
Duh pedes banget sih.
"Kalo kita nggak buru-buru beli buah, ntar tante kelamaan nunggu, keburu dedek bayi nya bangun, ntar malah nggak sempet dimakan kalo dedek bayinya rewel, tante pengen banget buah kayaknya, pah." jelas anak kulkas itu menceramahi ayahnya.
Emang suka gitu ayahmu No, mengadi-ngadi orangnya.
"Oke oke, toko buah selanjutnya kita berhenti." ujar Satya.
"Mending tadi Noah aja yang beli." seru anak itu.
"Emang kamu tau dimana belinya?" tanya Satya.
"Orang disebrang rumah sakit juga ada, papah aja yang sengaja menghambat waktu." ucap Noah.
Mampus!
Memang benar kenyataan nya seperti itu, Satya sengaja menghambat waktu guna bisa berlama-lama dengan putranya.
"Wow wow calm boy, papah juga nggak tau kalo didepan ada toko buah, terus kenapa kamu nggak bilang kalo didepan ada sih?" Jujur Satya agak gimana gitu saat menyebut dirinya dengan panggilan 'Papah' berasa jadi hot daddy ga siiih, wkwk.
"Noah pikir papah udah ada langganan ditoko lain." jawab Noah.
"Didepan ada toko buah lagi pah, jangan sampe kelewatan lagi, pah." seru Noah, dari jarak 100 m toko buah tersebut, Noah segera memberitahu ayahnya agar tidak kebablasan untuk kesekian kalinya.
Cittt
Mobil Satya berhenti tepat didepan toko buah tersebut.
"Ayo No turun, temenin papah beli buah." ajak Satya. Noah pun menganggukkan kepalanya, kemudian langsung ikut turun dari mobil Satya.
Toko Buah~
"Silahkan pak, mau beli buah apa??" tanya salah satu karyawan toko buah tersebut. Sekarang Satya malah tambah mempesona gegara ada Noah, pasti Satya dikira jadi hot Daddy, seharusnya mbak Tessa tadi ikut biar bisa ngawasin Pak Satya kan.
"Buah apa ya tadi?" guman Satya.
"Yang banyak kandungan vitamin C nya pah." balas Noah.
"Oh mangga, jeruk, stroberi juga sekalian, kiwi jangan lupa, jambu merah juga deh, udah itu aja bungkusin pake parsel yang cantik." seru Satya.
Karna bu Ghea habis lahiran, otomatis perlu mengonsumsi macam buah atau sayuran yang banyak mengandung vitamin C untuk mengembalikan energi Bu Ghea usai melahirkan.
"Mending kita beli jeruk, pisang, sama blueberry aja Pah kalo ada."
"Emang kenapa sama buah pilihan papah?" tanya Satya.
"Nggak papa, biasanya kalo ibu hamil habis melahirkan dan menyusui, mereka konsumsi buah itu biar energi nya balik dan produksi asi lancar. " jelas Noah.
"Tapi kalo mau beli buah yang papah pilih juga nggak papa, Noah cuma kasih saran. Mubazir beli banyak-banyak ntar nggak ke makan." sambung Noah.
Calon dokter nih senggol dong.
Note: info by google ya seperti biasa.
"Aduh buset, anak gua pinter banget masyaallah!" batin Satya.
"Noah tau darimana emang? Emang begituan dibahas disekolah ya?" tanya Satya penasaran.
"Belajar sendiri apa salahnya?"
Udah tau anaknya punya koleksi banyak buku tebel dikamar, ya pasti bukan untuk pajangan doang dong, ya pasti dibaca elah!
Awas loh jangan sampe kena mental loh bang.
"Udah tau anak lu calon pak dokter, masih aja nanya Satt Satt, elah!" batin Satya menggerutu merutuki kebodohannya sendiri itu.
"Jadinya gimana pak?" tanya karyawan toko buah tadi.
"Ya itu, jeruk, pisang, ama blueberry. Ada dosisnya No?" ucap Satya bertanya.
"Sesuai selera, atau sekucupnya aja." jawab Noah.
"Yaudah itu tadi bungkusin." Ucap Satya.
Ada kemajuan si kulkas udah ngomong banyak ya sodara-sodara.
_______________________
"Kamu nih bunda tungguin dari tadi juga, adek mu pengen minum jus jeruk aja kelamaan gara-gara nungguin kamu! Mampir kemana tadi No, papahmu? ngelirik cewe ya?" semprot Bunda Citra.
"Astagfirullahaladzim bunda, jangan soudzon sama anak sendiri loh, ish ish tak patutt." balas Satya dengan pengucapan kalimat yang dibuat selemah lembut mungkin.
"Alasan!" cibir Bunda.
"Noah udah makan belum?" tanya Bunda Citra beralih pada cucunya.
"Udah oma." jawab Noah.
"Eh kapan? padahal oma mau delivery makan siang buat kita loh, tadi diajak papahmu makan dijalan ya?"
"Udah makan tadi pagi oma." balas Noah.
"Maksud oma makan siang sayang." ucap Teressa menambahkan.
"Belum." jawab Noah.
"Disarankan nih ya bund, kalo nanya sesuatu ke anak Satya harus rinci, detail, dan harus mudah dimengerti, ya nggak No?" ujar Satya sambil merangkul bahu putranya.
"Nggak juga, pah."
___________________