AFTER

AFTER
Eps 37



(Satya & Teressa.)


.


.


.


.


.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam, bunda."


Noah segera membukakan pintu rumahnya untuk sang bunda, tapi tunggu sepertinya bundanya membawa seseorang datang untuk bertamu.


"Hai Noah." sapa Satya seperti biasanya, dengan sikap ceria.


"Hai om." balas Noah seadanya.


"Noah ada PR?" Tanya Teressa sambil menggapai tangan Noah yang hendak menyalaminya.


"Tiap hari kan ada, bunda." balas Noah membuat Bundanya terkekeh kecil.


"Yaudah yuk masuk, Pak Satya mari masuk." ajak Teressa.


Sebenarnya baru saja Satya ingin protes, namun ia teringat bahwa saat ini dia dihadapkan dengan pawang Teressa yang musti jaga lisan dan perbuatan.


"Noah temenin om nya ya, bunda mau masak sebentar di dapur." Ucap Teressa pada sang putra.


"Iya bunda." balas Noah sambil menganggukkan kepalanya paham.


Setelah itu Teressa pun bergegas masuk kedalam dapur untuk mengolah bahan-bahan menjadi hidangan makan malam.


Satya sekarang aktif berkunjung ya sodara.


Dan kini tinggallah Satya dan Noah yang ada diruang tamu, keduanya masih saling canggung walau sudah sering bertemu. Apalagi kini status Satya adalah calon bapaknya Mas Noah, makin canggung.


"Noah nggak main hp?" Tanya Satya basa-basi tentunya. Yang bener aja pertanyaan tak berbobot seperti itu ia lontarkan kepada sang kulkas dua belas pintu.


"Enggak om." jawab Noah sambil menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?" Tanya Satya dengan sejuta rasa pemasarannya.


Biasanya kan anak-anak seusia Noah lagi gemar-gemarnya bermain game online dan lain sebagainya, misal aja si bocil walau nggak aktif banget sih. Kan emaknya ketat banget begitu modelannya, paling juga maen hp cuma nonton si botak kembar doang.


"Belum dibolehin bunda, tapi kalo dipake belajar biasanya dipinjemin sama bunda, om." jawab Noah.


"Mau om beliin nggak? Tapi jangan bilang ke bunda, diem-diem rahasia kita berdua aja." tawar Satya.


"Noah udah ada tabungan om, tapi tetep nggak boleh beli dulu sama bunda, disuruh nyimpen sampe Noah kelas 6 nanti. Soalnya ntar Noah Ujian pasti butuh banyak materi, untuk sekarang dibantuin sama punya bunda dulu. Takutnya nggak belajar malah main yang lain-lain." jelas Noah.


Si kulkas giliran dikasih jatah ngomong langsung panjang kali lebar kali tinggi.


Untuk ibu-ibu yang malah nyita hp anaknya pas anaknya lagi belajar buat ujian, ada masalah hidup apa sih kawan. Kalo takut anak nggak belajar dan malah main game dan lain-lain yang nggak ada hubungannya sama pelajaran, ya anaknya dibimbing dan didampingi saat belajar dong. Biar ketahuan nih anak belajar apa kagak, jangan di diemin bae ya.


"Terus kalo dirumah ngapain? emang nggak bosen diem-diem bae?" Tanya Satya heran.


"Noah suka baca komik sama buku-buku pelajaran yang dibeliin bunda." jawab Noah lagi.


"Boleh liat kamarnya nggak?" Tanya Satya.


"Om mau liat kamar Noah?"


"Iya, boleh?"


"Boleh, ayo Noah kasih liat kamarnya Noah."


Anak itu bangkit dari kursi kemudian mengajak Satya menuju kamarnya. Hanya kamar anak biasa tak ada kesan mewah dan wah disana, namun disana terdapat kenyamanan yang ia dapat.



"Widih rapi bener ya." Guman Satya sambil melihat-lihat keadaan kamar Noah yang jauh dengan keadaaan kamarnya seperti kapal pecah.


"Buset dah ni anak nggak depresot apa ya tiap hari ketemu ama buku begini banyaknya, gua aja dikamar cuma ada dua biji doang buku beginian" batin Satya.


"Pantesan betah dirumah, orang nyaman gini kamarnya." Guman Satya.


Keduanya melanjutkan kegiatan melihat-lihat kamar Noah, ditambah dengan obrolan kecil yang membuat mereka menjadi semakin dekat.


"Ini baju dari om udah pernah dipake belum sih?" Tanya Satya sambil menjereng jersey yang sebelumnya ia kasih kepada Noah.


"Belum, soalnya kalo lagi tanding baju tim nya harus seragam, nggak boleh beda-beda om." jawab Noah.


"Oh gitu." balas Satya sambil mangut-mangut paham.


Agak susah emang interaksi ama anak rumahan, karna kan Bang Sat tipikal orang yang ugal-ugalan dan tentunya biang rusuh, ahayy.


"Ada PS nggak?" Tanya Satya, Noah menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Ini kalo om tinggal disini udah pasti tertekan sumpah, nggak ada hp, nggak ada game atau mainan gitu bisa depresot om. Kapan-kapan deh main kerumah om, main PS bareng ntar kita, ama ponakan om juga pasti asik tuh." Ujar Satya.


"Heum iya om kalo dibolehin bunda." balas Noah.


"Oh pantesan jenius banget, orang koleksinya piagam semua gini. Ini dari kapan No ngumpulin piagam banyak begini?"


"Dari kelas 1 Sd om."


Karna Satya merupakan tipikal anak yang aktif dan nggak bisa diem terutama dibagian tangannya, dengan santainya ia menjelajahi laci-laci yang ada dikamar Noah. Dan salah satu yang ia dapatkan adalah map berisi berbagai macam piagam, namun didominasi piagam-piagam olympiade sekolah.


"Dih kok beda ya sama om, om nih ya pas masih esde bukan piagam yang dibawa pulang, tapi surat panggilan orang tua ke guru BK, keren kan." seru Satya.


"Bunda pasti malu kalo sampe dipanggil ke BK gara-gara Noah."


"Nah iya itu, nyesel om juga sebenernya. " Guman Satya.


"Besok kalo gede Noah mau jadi pemain sepak bola ya?" Tanya Satya.


"Bukan om."


"Lah terus? itu sebegitu banyak poster Bang Ronaldo di dinding buat apa?"


"Nggak tau, Noah suka aja ngoleksi mereka. Kalo cita-cita Noah sebenarnya pengen jadi dokter malah." jawab Noah sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur empuknya.


"Emang kenapa mau jadi dokter?"


Belum sempat Noah menjawab, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan menampakkan sosok sang bunda disana.


"Kalian bunda cariin diluar ternyata malah disini ya." seru Teressa.


"Om Satya pengen liat kamar Noah katanya, bund." balas Noah.


"Yaudah yuk, keluar makan malemnya udah siap. Bentar lagi kan mau magrib, siap-siap buat sholat jamaah ya." Ucap Teressa.


"Iya bund."


_________________


Babay!


Part Noah dan Satya done ya.


Dan btw anyway busway, 1-2 eps lagi kayaknya acara nikahan Bang Sat bakal dilaksanakan. Because, lebih cepat lebih baik ya bund. Dan biar Bu Ghea cepet lahiran juga, kasian para penerus Pak Gavin udah meronta pengen liat indahnya dunia dan keluarganya yang absurd semua.


Dan untuk My duda diskip sampe Bu Ghea lahiran dulu ya.


Bay.