AFTER

AFTER
Eps 77



(Satya &Teressa)


.


.


.


.


.


"Lihat, anak saya ganteng banget kan? Ayo puji dia ganteng banget, ntar saya kasih bonus gaji kamu." Adi masih diam sembari menatap interaksi antara bos dan bayi kecilnya yang baru lahir itu.


"Kamu nggak mau bonus dari saya, Di?" seru Satya lagi.


"Ehm anak bapak ganteng, lucu, imut, dan menggemaskan pak. Ngomong-ngomong anak bapak namanya siapa?" Tanya Adi mengalihkan pembicaraan.


"Eh iya, sayang bocil kita namanya siapa?!" seru Satya.


"Mas Satya ih, kan belum dikasih nama sama mas." Gerutu Teressa. Wanita itu mencebik kesal kepada suaminya.


"Callister Theofhilo, laki-laki kuat kesayangan Tuhan. How? Keren nggak, ntar panggilannya Allister. Sesuai kenyataan aja sih, bocil kan kuat banget pas didalem perut bundanya. Buktinya nggak kenapa-napa kan semalem." Jelas Satya menjabarkan usulan nama untuk sang putra.


"Bagus, namanya sama artinya juga bagus. Bunda suka, cucu bunda namanya Allister. Dicatet ya Allister!!" Seru Bunda.


"Allister, oma?'' beo Gheva.


"Iya sayang, Gheva suka kan sama nama adiknya?" Balas Bunda Citra. Gheva hanya mengangguk-anggukan kepalanya. Tak perduli seberapa keren nama sepupunya itu, yang pasti lebih keren nama keluarganya. Bayangkan saja, 6 orang mempunyai nama diawali huruf G semua, 6G. Kalian udah punya sinyalnya belum?


"Adek Al nanti kalo besar kakak traktir cilok mang udin ya. Dijamin enak banget loh!" Celoteh Gheva sambil memainkan jemari mungil anaknya Satya tersebut. Orang-orang disana tersenyum haru melihat keakraban Gheva dengan saudara barunya itu.


"Sayang, gimana? kamu setuju kan sama namanya?" Teressa segera menganggukkan kepalanya. Semoga arti nama putranya benar-benar terwujudkan didunia nyata. Menjadi sosok yang kuat, agar bisa melindungi kedua orang tuanya. Dan menjadi anak sholeh, kesayangan Allah Swt.


"Noah kemana?" tanya Satya sambil celingukan mencari batang hidung Noah. Sejak mengantarkannya ke ruangan Teressa tadi, pemuda itu langsung menghilang bagai ditelan bumi.


"Tadi Gepa liat kak Noah sama Kak Alice berdua ditaman tauk." Dengan entengnya kalimat itu keluar dari bibir suci seorang Gheva. Padahal tadi Noah sudah berpesan agar tidak bocor. Aish, anak bu Ghea yang satu ini memang sedikit ember.


"Kak Alice? Emang itu siapa, Cil?" tanya Satya penasaran. Jarang sekali ia mendengar rumor jika putranya punya teman perempuan.


""GHEVA SINI MANDI DULU!!" Seru Ghea dari arah kamar mandi. Ibu empat anak itu baru saja memandikan princess kecil nya.


"Sini buruan dilepas bajunya, sama kakak sekalian. Adek biar sama daddy dulu, kalian mommy mandiin biar cepet selesai!" Seru Ghea lagi.


"Oh no!!" Ketiga tuyul kecil itu menolak keras perintah mommy nya.


"Mommy, we' re not kids anymore." Tolak Ghavi dengan tegas. Pria kecil itu tak ingin ada yang melihat aset pribadinya, bahkan ibunya sendiri. Sejak ia lupa cara menangis, Ghavi benar-benar menjelma menjadi sosok anak yang dewasa.


"Right, Gheva agrees!"


"Hei hei, don't be like that. Jangan buat mommy sedih, dengerin kata mommy atau daddy yang mandiin kalian!" Seru Gavin melerai kericuhan anak-anaknya. Gheva sedikit ngeri jika mengingat saatdirinya dimandikan oleh daddy nya. Terakhir kali pantat nya merah-merah karena Gavin menggosoknya cukup keras. Gheva sedikit trauma akan hal itu!


Bisa dilihat betapa riwehnya Ghea menghadapi semua ini setiap hari.


"Gathan mandi sendiri, dad." Keukeuh si sulung.


"Ghavi juga."


"Kalian mandi sama daddy." Final Gavin tak mau dibantah.


Bunda Citra mengusap lembut bahu sang putri, "Sabar, namanya juga anak-anak. Bibit nya dari sana udah langka gitu, yang sabar ya."


_____________


TBC.


Sorry dikit banget:")


Nggak janji tapi saya usahain, besok kalo ga dobel up ya satu chapter doang tapi dibikin panjang.


Makasih masih stay disini♡


Bosen ya? Bentar lagi kok, sampe Bang Sat punya anak 7 aja hehe.


Babay.