
Perjalanan yang cukup pajang mereka lalui dengan pikiran masing-masing, terlepas dari semua yang telah direncanakan Wisang Geni, sebenarnya raja sudah memikirkan hidup tenang dengan keluarga, tapi di sisi lain beliau juga memikirkan nasib rakyat mataram bagai mana jika di bawah pimpinan raja yang haus dengan kekuasaan.
Rakyat Kerajaan Mataram kini walau terlihat tenang tapi sebenarnya mereka tertekan dengan aturan yang di buat oleh pemerintah. Mulai dengan upeti yang cukup mencekik leher mereka juga di ikutkan wajib militer yang mana pemuda berusia diatas 15 tahun wajib menjadi prajurit Kerajaan.
Semua hal ini dimaksudkan agar Kerajaan Mataram kuat, serta meminimalisir adanya pemberontakan yang dilaksanakan raja Mataram terdahulu,raja Cokro Wicaksono.
Kerajaan Mataram
"Apa sudah ada kabar dari Gilang" Tanya raja Ageng Gumilar pada karno yang sedang menghadap sang raja.
Belum yang mulia raja, bahkan sudah hampir dua bulan, apa jangan-jangan dia tertangkap?! " Pernyataan karno menunjukan ekspresi wajah yang cemas, tapi sebenarnya dia senang dan bahkan berharap pemuda itu tidak kembali lagi.
"Aku harap pemuda itu tidak tertangkap sungguh sayang, kemampuan pemuda itu luar biasa" Ucap raja Ageng Gumilar sambil bersandar pada singgasananya.
"Benar yang mulia raja, aku harap pemuda itu dapat kembali lagi" Ucap Ki Wanara Seto yang menimpali ucapan sang raja, dia ingin sekali menjadikan Wisang Geni atau Gilang sebagai murid.
"Karno sekarang kau boleh pergi, aku ingin bicara pada para patih serta pengawal ku." Ucap Raja Ageng pada pemuda yang masih duduk sambil termenung tersebut. Karno memikirkan bagai mana dia bisa melepaskan para prajurit yang ditawan.
"Aku akan tetap menyerang Kerajaan pajang walau tanpa adanya informasi dari Gilang, bagai mana menurut kalian?" Tanya raja Ageng Gumilar pada 4 penasehat utamanya.
Sebenarnya di Kerajaan Mataram sendiri masih banyak prajurit yang setia pada raja terdahulu, raja Cokro.
Bukannya takut akan mati, Tapi prajurit ini hanya ingin mengamankan keluarga mereka yang ada di Kerajaan Mataram. Jika prajurit memberontak dan tidak patuh maka keluarga akan di bunuh oleh pihak Kerajaan.
Setelah raja Ageng gumilar memimpin Mataram keadaan Kerajaan memang tidak ada lagi kerusuhan, karna semua penjahat yang selama ini membuat kekacauan menjadi prajurit Kerajaan. Kepemimpinan raja Ageng hanya berpusat pada pengembangan kekuatan perang karena sang raja ingin memiliki prajurit atau pasukan yang kuat.
Kondisi masyarakat kini semakin memperihatinkan, bukan karna banyak penjahat melainkan kebijakan yang mengharuskan wajib militer bagi para pemuda yang dirasa sudah cukup dewasa antara usia 15 sampai dengan 25 tahun. Dari kebijakan ini, kini pertanian yang selama ini mencukupi kebutuhan rakyat Mataram pun mulai terbengkalai karna para pemuda yang menjadi tumpuan harapan harus bergabung dengan prajurit Mataram.
Dalam lingkungan prajurit pun tidak jauh memperihatinkan, upah dari prajurit pun sekarang hanya dibayar setengah saja dari jumlah semula, ini dikarenakan banyaknya jumlah prajurit sehingga kebijakan dari Kerajaan menerapkan hal tersebut.
"Aku tetap akan menyerang Kerajaan Pajang walau tanpa adanya informasi dari pemuda itu" Kata Raja Ageng Gumilar kepada Empat orang kepercayaannya.
"Terserah Yang Mulia Raja, tapi saran saya agar lebih bersabar dulu, karna kekuatan kita belum kuat" Ucap ki Juru Sentanu yang dalam hati kecilnya masih berharap Gilang akan membawa berita yang berguna untuk mereka.
"Baik... Akan aku tunggu 2 bulan lagi pemuda itu(Gilang), jika tidak ada kabar kita akan menjalankan rencana selanjutnya" Ucap sang Raja Ageng mengakhiri pertemuan tertutup tersebut.
Tiba-tiba sebuah golok melayang kearah Karno yang sedang melamun, serangan yang begitu cepat serta mempunyai keinginan bertarung yang kuat seakan menebar datar kearah pemuda matang tersebut.
Terima serangan ku tuan muda... " Teriak Kebo Edan sambil menebaskan golok yang dia pegang, walau usia lebih tua Kebo edan memanggil Karno(patih kecik) karna pemuda ini adalah atasannya.
Melihat serangan yang begitu berbahaya, Karno langsung menangkis serangan dari Kebo Edan
Wuszz... Tring... Trang, suara dua senjata beradu dengan cepat.
"Kebo Edan apa yang kau lakukan! " Bentak Karno sedikit kesal, karna dia tiba-tiba diserang dengan begitu ganas.
" Maaf tuan, kita sudah lama tidak latih tanding dan dua bulan ini tuan hanya melamun saja, aku hanya tidak mau tuan kehilangan naluri bertarung! " Ucap Kebo Edan dengan senyum yang penuh arti.
"Kalau itu keinginan mu baiklah... " Teriak Karno sambil membalas setiap serangan yang dilancarkan oleh Kebo Edan. Pertarungan yang sengit pun terjadi, banyak jurus-jurus hebat dikeluarkan oleh kedua petarung.
Setelah pertarungan selesai mereka berdua berbincang-bincang, dan memang mereka berdua tidak mencari siapa yang lebih hebat, itu semua hanya sekedar latih tanding biasa.
"Kenapa tuan akhir-akhir ini sering melamun?" Tanya Kebo Edan sambil duduk berhadapan dengan Karno.
"Aku kawatir dengan Gilang sudah lewat dua bulan dirinya tidak ada kabar sama sekali" Ucap Karno sambil menatap langit
"Tuan tidak usah kawatir, anak itu pasti selamat" Ucapan Kebo Edan menenangkan Karno yang tampak kawatir serta gelisah.
Percakapan kedua orang ini bisa di katan ambigu, serta hanya mereka berdua lah yang tahu kemana arah pembicaraan tersebut.
Situasi kerajaan Mataram sendiri kini sedang ramai banyak sekali tempat sarana latih tanding untuk prajurit baru disana. Sekarang fokus kerajaan ini bukan untuk kesejahteraan rakyat nya melainkan memperkuat pasukan tempur yang dimiliki.
Dari situ pula sang raja tidak begitu memperhatikan daerah-daerah terpencil seperti halnya desa Daun Hijau atau pun desa Bambu Kuning dimana daerah itu terletak di pinggiran pusat kota Kerajaan Mataram.
Di daerah desa Daun Hijau bahkan sudah menjadi desa yang kuat dan maju, seandainya Raja Ageng Gumilar tahu pasti dia akan curiga dengan penataan kota serta banyaknya prajurit terlatih yang ada di desa tersebut. Walau prajuritnya tidak banyak tapi kemampuan prajurit yang dimiliki desa Daun Hijau dapat mengalahkan Setengah dari prajurit kerajaan Mataram jika dilakukan pada waktu yang tepat, serta pastinya dengan rencana yang matang.
Pasukan Jogo Boyo memang spesialis dalam pertarungan gelap atau malam, karna kemampuan yang mereka miliki adalah kemampuan para ninja yang diajarkan langsung oleh Wisang Geni, dan itu semua memang didapat dari resi Tomo yang memang berasal dari negri Nihon(Jepang).