SATRIA PININGIT

SATRIA PININGIT
MENYUSUP II



"Kakang...apa golok mu tak setajam mulut mu,hingga sampai sejauh ini kau belum bisa mengalahkan ku."ucap Gilang momprovokasi Kebo Edan.


"Bocah sialan... jurus golok halilintar...mati kau!" Teriak lantang Kebo Edan,dia mulai menggunakan jurus pamungkasnya. Terlihat golok Kebo Edan seperti di aliri halilintar.


Gilang segera memainkan jurus pertama dari kitab pedang dewa Yama, Jurus pedang kilat karena dia sadar semua yang di ajarkan Guru pertamanya tidak ada jurus yang beradu pada kekuatan, melaikan kecepatan. Hal ini sangat cocok di gunakan para pembunuh(assassin) yang lebih mengutamakan kecepatan.


Gilang teringat ajaran sang guru"kalahkan kekuatan dengan kecepatan"


"Aku harus mendahuluinya,Jika tidak pasti aku akan terluka" batin Gilang sedikit kawatir,bisa saja dia beradu kekuatan dengan menggunakan jurus ke 4 jurus pedang dewa Yama, tapi tenaganya belum mampu menggunakan jurus tersebut.


Kebo Edan melesat dengan kecepatan penuh,tapi sekali lagi jika masalah kecepatan Gilang lebih unggul jauh di banding Kebo Edan. Gilang tak memasang kuda-kuda sama sekali,dia seperti orang mau menyerah.


"Bocah bodoh kenapa disaat seperti ini kau malah menyerah...!?" Batin karno yang jengkel dengan cara bertarung Gilang. Sedang serangan yang dilancarkan Kebo adalah serangan terkuat yang pria itu Miliki.


Serangan tebasan vertikal/ dari atas ke bawah ditunjang lompatan yang tinggi memanfaatkan gravitasi bumi tak ayal serangan yang dilancarkan pria ini akan menciptakan tenaga yang dahsyat.


"Pertandingan ini selesai kakang!"ucapan ambigu Gilang yang hanya mampu di dengar oleh beberapa orang sambil melempar sebuah senyuman sinis membuat dewan juri, Kebo Edan bahkan Karno yang menyaksikan ulah Gilang di bikin jengkel.


Bluar....bloom...hantaman keras terjadi,lantai sekitar area pertandingan berhamburan,debu tebal menyelimuti area pertandingan. Semua penonton serta dewan juri berharap cemas,berharap Gilang jangan sampai mati. Jika Gilang mati maka Kebo Edan juga akan di keluarkan dari daftari prajurit Mataram serta hukuman penjara pasung selama 2 tahun.


Jika itu sampai terjadi maka yang akan rugi adalah kerajaan mataram yang akan kehilangan pendekar-pendekar muda yang berbakat. Nampak puas wajah Kebo Edan yang telah membuat lawannya terkena serangan terkuat yang dimiliki.


Tak berapa lama debu yang menyelimuti arena pertarungan pun hilang,hanya menyisakan lubang hampir setengah area pertandingan hancur. Semua orang berfikir kalau Gilang pasti terluka dan tertimbun puing-puing bangunan.


"Sudah ku katakan pertandingan selesai"suara Gilang tiba-tiba muncul tapi sosoknya tak terlihat. Bukan tidak terlihat,karna semua penonton hanya fokus pada lubang yang ada di sebelah kiri area pertandingan.


Hanya karno yang menyadari hal itu,dari tadi dia tak melihat serangan yang dilancarkan Kebo Edan, melainkan memperhatikan Gilang,bagai mana pemuda ini mempunyai keyakinan tinggi untuk dapat lolos dari serangan dahsyat yang di lepaskan sang lawan.


"Sekarang giliran ku kakang..." teriak Gilang melesat dengan pedang tumpul yang dia pegang. Menghujamkan tebasan pada dada Kebo Edan, serangan yang begitu cepat,Kebo Edan menyilangkan golok besar tepat didepan dada untuk menghalau serangan Gilang. Tepat sebelum senjata mereka bertemu tiba-tiba Gilang lenyap dari pandangan Mata semua orang.


Buk...blom...terdengar punggung belakang Kebo Edan terkena sabetan pedang tumpul Gilang.


"Arkh..." terdengar jerit kesakitan dari Kebo Edan merasakan tulang punggungnya patah. Dia terlempar kedepan, Gilang kembali menghilang Dan tepat berada didepan Kebo Edan.


Gilang kembali menghujamkan Tusukan pada dada Kebo Edan. Walau pedang yang digunakan Gilang tumpul, tapi pedang tersebut dialiri tenaga dalam. Kebo Edan  terlempar ke tanah dengan memuntahkan setenguk darah,pandangan matanya nanar dan akhirnya Kebo Edan pingsan.


Semua yang menyaksikan pertandingan itu terpenganga, tak bicara kaget dengan apa yang mereka lihat. Hanya dengan 2 gebrakan Kebo Edan kalah tanpa perlawanan berarti.


"Nama saya Gilang paman"jawab singkat Gilang.


"Pertandingan dimenangkan oleh Gilang...berhubung arena rusak pertandingan akan di undur 3 hari lagi" ucap paman juri pada semua penonton dan peserta pertandingan.


Pera petinggi(pejabat) kerajaan yang menyaksikan pertandingan tersebut cukup terhibur, terlebih  Ki Ageng Gumilar yang menyaksikan pertarungan tersebut.


"Akan kujadiakan dia sebagai Perwira muda(patih muda) bocah itu" batin Ki Ageng Gumilar tersenyum senang.


"Ilmu silat dan kecepatan mu hebat Gilang,gara-gara kamu pertandingan di undur..." Ucap Karno yang berada di samping Gilang.


"Biasa saja Karno." Jawab Gilang singkat.


Masih dalam suasana dan sutuasi yang sama sang tabib keraton langsung menuju tempat tergeletaknya Kebo Edan. Ki Ageng Gumilar masih berada ditempat semula,di juga tertarik oleh kemampuan Kebo Edan.


Tabib keraton menyampaikan keadaan Kebo Edan pada ki Ageng Gumilar, bahwa pemuda itu sudah tak bisa melanjutkan kompetisi butuh 3 bulan untuk mengembalikan kondisi Kebo Edan seperti sedia kala.


"Paman tabib ijinkan saya memeriksa keadaan kakang Kebo Edan" Gilang mendekat ke tempat dimana lawannya hanya bisa terbaring. Tabib dan raja Ageng Gumilar mempersilahkan Gilang untuk memeriksa keadaan Kebo Edan.


"Paman saya dapat mengembalikan kondisi kakang Kebo Edan dalam waktu 3 hari" ucap Gilang setelah memeriksa keadaa  Kebo Edan. Semua yang mendengar ucapan Gilang kaget dengan pernyataan pemuda yang usianya tidak lebih dari 20 tahun ini.


"Jangan bercanda anak muda,kau lihat tabib keraton saja mengatakan paling tidak 3 bulan,apa kau ngelindur?" Ucap raja Ageng Gumilar meremehkan Gilang.


"Biar hamba coba dulu yang mulia raja" pinta Gilang pada sang raja,dia ingin menunjukan kemampuannya dengan maksud agar sang raja benar-benar yakin dengan ketulusan nya.


Gilang berpikir dengan begini rencana penyusupan yang dia rencanakan akan berjalan dengan mulus. Gilang yang telah mendapat ijin segera mengeluarkan pil jiwa yang mana pil itu sangat langka dan sulit dalam proses pembuatannya.


Gilang meminum kan 2 pil tersebut sekaligus,Kebo Edan diposisikan duduk bersila. Gilang menyalurkan tenaga dalam lewat punggung agar penyerapan maksimal. Setelah proses penyerapan selesai kembali nemekan dada Kebo Edan dan mengalirkan tenaga dalam.


"Tahan...mungkin ini akan sedikit sakit"perintah Gilang pada kebo Edan.


"Arkh..." teriak Kebo Edan menahan sakit yang teramat sangat,dia memuntahkan darah kental dari mulutnya, darah tersebut menggumpal dalam dada Kebo,hal ini yang menyebababkan penyembuhan lama jika tidak segera di tangani.


"Begitu saja kau teriak-teriak...bagaimana jika dalam peperangan?!" Ejek Gilang pada Kebo Edan, kata-kata semalam yang dia lontarkan pada Gilang sekarang bernalik pada dirinya sendiri.Mendengar sindiran yang dilontarkan Gilang, Kebo Edan malu karna semalam di menghina Gilang dengan kata-kata tersebut.