
Dalam dunia persilatan memang mengutamakan jurus-jurus yang ampuh dalam sebuah petandingan. Tapi tak bisa dipungkuri,pengalaman dalam pertarungan juga di butuhkan,semakin banyak melakukan pertarungan maka semakin tinggi pula tingkat kemenangan seorang. Hal ini lebih menitik beratkan seberapa efisien penggunaan jurus yang dia miliki. Bahkan menggunakan senjata-senjata rahasia pun tak akan menjadi soal.
" Wisang geni murid ku...aku akan menerangkan apa yang dimaksud seni bertarung,kau ingatlah...!!!" Jelas sang guru.
" Murid ku...jika musuhmu menggunakan pedang,sedang kamu tangan kosong,maka kurangi jarak jangkau sebisa mungkin kau harus merapat. Semakin ada jarak semakin mudah dia menang.
Jika sama-sama tangan kosong,kau tidak perlu mundur untuk menghidari serangannya.semakin banyak kamu melakukan gerakan yang tidak perlu maka stamina akan cepat Habis, cukup hindari samping kanan atau kiri,yang pasti tetap dalam jangkauan pukulan dan tendangan mu.
Jika musuh mu bersenjata belati atu pisau kecil,biasanya petarung tersebut akan selalu dekat dengan kita, dan ingat petarung tersebut adalah petarung yang mingincar titik vital mu,amati pandang matanya,,,
Dan lagi kontrol emosi mu,semakin kamu emosi gorakan serta fikiran mu akan kacau, dalam situasi bertarung fikiran harus tetap tenang. Dari hal ini kita bisa memaksimalkan ilmu silat serta senjata yang kita gunakan..." Pesan sang guru panjang lebar.
* * *
Ditempat lain...tepatnya didesa sambung wangi,tangis sedih serta jeritan bagi keluarga yang ditinggalkan mulai tak terbendung, bahwasanya para anak serta saudara mereka gugur dalam tugas. Hanya 7 orang yang tersisa. Para prajurit menjelaskan,walau masih ada sesuatu yang disembunyikan. Kadipaten pati memberikan kopensasi bagi keluarga yang di tinggalkan,
"........mereka adalah pahlawan muda!!!" Ucapan terakhir seorang yang bertugas menjelaskan kepada penduduk desa itu.
"...kang mas....anak kita...?" Kata-kata tak terselesaikan dari Sumi,karena ibu tersebut langsung pingsan.
" Bopo dan Paman,...kami berdua sudah berusaha melindungi aryo bahkan kami hampir meninggal dunia,...tapi saya yakin paman bahwa Aryo selamat..." Penjelasan Suro kepada sang bopo(suryo) dan Paman( Dibyo)
"Kami harap bopo dan Paman mengerti keadaan kami..." Tabah suro. Suryo dan Dibyo pun tak mampu berkat apa-apa,hanya saling menguatkan perasaan masing-masing,serta berharap Aryo selamat. Pendapat suro dan waseso tentang Aryo bukan tanpa alasan,karena seandai nya Aryo ikut meninggal pasti jasadnya tidak akan jauh dari Suro dan waseso,tapi keterangan dari kepala prajurit mereka berdualah(Suro dan waseso ) yang berada paling belang.
Tidak sampai 1 hari para prajurit ini langsung kembali ke kadipaten pati,hal tersebut dimaksudkan supaya prajurit- prajurit muda tidak terbawa Suasana sedih yang berlarut-larut.
"Kang mas....." Bisik Rahayu sambil menangis di sudut ruang kamar nya..
" Kakang aku sudah sedikit lega,,,kabar tersebut akhirnya telah kita sampaikan" ucap waseso... Suro hanya mengangguk,dia tak kuasa menahan kesedihan. Dalam perjalan kali ini pasti lebih cepat karena prajurit yang bertugas menyampai kan kabar tersebut semua berkuda.
Kejadian Na'as itu sudah berlangsung 4 tahu silam tapi bayangan masih membekas.
* * *
Semua kemampuan dan pengalaman Resi tomo telah diberikan kepada muridnya,kemampuan wisang geni pun sudah cukup hebat,di usia yang baru menginjak 19 tahun dia sudah berada pada tingkat Ksatria utama, Dan dia mempunyai kualitas tubuh tingkat naga.
Dengan kemampuan yang dia miliki dan tubuh yang bagus serta fisik yang tidak diragukan lagi,kampuannya setara dengan guru besar sebuah padepokan silat.
"Murid ku...sekarang berlatih lah menghimpun tenaga dalam dari alam,"ucap sang guru. " Dengan begitu kemampuan muat akan meningkat dengan pesat" lanjut
"Baik guru..." Jawab wisang geni. Guru dan murid itu melaksanakan meditasi dengan tenang sambil merasakan masuknya tenaga dari alam.
Dalam hati wisang geni ingin membalas Budi pada sang guru,selama ini sang guru telah merawat serta memberikan pelajaran yang berguna.
" Geni...sudah waktunya kamu turun gunung,pergunakan ilmu serta kemampuan mu untuk menegakkan keadilan,baktikan jiwa dan raga mu untuk kepentingan sesama(manusia)..." Penjelasan sang guru pada muridnya.
"Guru...jika murid di ijinkan...saya ingin ke Nihon guru,saya ingin membalas jasa guru,akan aku sampai kan pada mereka bahwasanya guru dalam keadaan sehat di sini,...berkelana memperluas pengalaman "pinta wisang geni"
"Terserah pada mu...apa kau tidak ingin pulang...?" Tanya guru
"Aku masih punya waktu 6 tahun...,seandainya aku jadi prajurit kadipaten 10 tahun baru kembali ...jadi guru tenang saja" tegas wisang geni pada gurunya.
" Murid ku...sebelum kau ke Nihon aku harap kau selidiki masalah ini..."perintah Resi tomo pada winsang Geni sambil menyerahkan suatu benda"
"Apa ini guru...?" Tanya wisang geni
"Itu lencana prajurit kerajaan mataram...Hanya itu petunjuk yang ku dapat waktu kejadian 4 tahun silam, dah salah satu dari mereka menggunakan pusaka keris Setan kober"
Seketika wajah wisang geni berubah...tampak marah,benci dan dendam .
" Murid ku...jangan kau turuti emosi mu,belum tentu kerajaan Mataram yang ada dibalik kejadian itu,selidiki lebih lanjut"pinta guru tomo
" Dan perlu kau ingat !!!..segala sesuatu yang kau lihat terkadang tidak seperti kenyataannya...bijaksanalah mengambil keputusan" lanjut Resi tomo.
"Baik guru...murid mengerti" balas wisang geni singkat
"SURO DIRO DJOYO NINGRAT LEBUR DENING PANGESTUTI" pesan Resi tomo pada muridnya
"Murid tidak faham guru....."
"Artinya...Kekuatan,kesakitan dan kekuasaan akan kalah dengan kebijaksanaan...jadi kau harus jadi pribadi yang bijaksana dalam menghadapi segala situasi" pesan guru tomo pada muridnya.
"Murid akan mengingat pesan guru" balas wisang geni.
"Satu lagi muridku...dalam pertarungan,tidak hanya jurus yang hebat,seni beladiri yang mumpuni salah satu yang mendukung adalah kebijaksanaan. Kebijaksanaan adalah bisa menempatkan segala sesuatu pada tempatnya." Lanjut sang guru...
" Baik guru...aku akan menggunakan kemampuan dan kekuatan ku dengan bijaksana" bales wisang geni.
Dalam kehidupan ini terkadang manusia lupa tentang kata bijaksana,mereka hanya mengutamakan kekuatan dan kemampuannya. Hal ini lah yang menyebabkan banyak konflik dan bencana, meraka tak mengerti kata bijaksana. Mereka hanya dibutakan seberapa kuat diri mereka. Dengan bijaksana kita dapat mengekang emosi dan nafsu yang ada dalam dirin. Selain mengajarkan ilmu silat hal ini lah yang selalu di tanamkan Resi tomo pada muridnya,Resi tomo tidak mau jejaknya akan di ikuti muridnya,dia berharap muridnya kelak akan menjadi pendekar serta pemimpin yang hebat.