SATRIA PININGIT

SATRIA PININGIT
PASUKAN JOGO BOYO



Dua sesepuh sempat kaget dengan keputusan wisang geni akan menjadikan mantan perampok ini jadi pelindung desa.


Kejadian tersebut pun tak lepas dari pengamatan 2 sesepuh dan 10 anggota penduduk yang ikut dalam perjalanan ini.


" Maaf sesepuh...aku mengambil keputusan secara sepihak, ini karena demi keamanan desa Daun Hijau, mereka mulai sekarang akan menjaga keamanan desa, jadi mulai sekarang kita tak perlu takut akan di hadang para perampok, karena kita sudah punya pasukan pengawal... Kalau mereka berhianat maka aku sendiri akan turun tangan membunuh mereka..." Jelas wisang Geni pada dua orang sesepuh tersebut.


" Dua sesepuh itu mengangguk tanda setuju...dua sesepuh mulai sadar dengan istilah wisang Geni ingin " MEMANCING " Rencana yang cukup matang, bahkan para sesepuh pun tak menyadari hal tersebut. Dua sesepuh semakin segan dengan pemuda yang ada di depan mereka. Masih muda ketrampilan pengobatan, penempa senjata, ahli bela diri dan cukup bijaksana dalam mengambil keputusan. Sungguh paket komplit bagi seorang pendekar.


" Siapa nama paman...?" Tanya wisang geni kepada kepala mantan perampok itu.


" Saya Loka Jaya pendekar...." Jawab Loka jayasembari memperkenalkan anggota lainnya


" Paman aku wisang geni... Mohon jangan panggil pendekar, panggil nama saja atau apalah yang penting nyaman..." Sanggah wisang geni tak ingin di panggil pendekar.


Perjalanan kali ini ramai sekali karena ke keluarga para penjaga desa juga ikut, dengan ada nya kekuatan baru wisang geni berharap desa tersebut dapat berkembang dengan cepat.


Setalah menempuh jarak kurang lebih 3 hari akhirnya mereka sampai. Penduduk banyak yang heran mengapa banyak sekali orang-orang yang datang. Dan lagi mereka membawa barang amat banyak.


"Maaf saudara-saudara sekalian... Mereka adalah saudara baru kita. Sekarang mereka akan melindungi desa ini dan tinggal di


desa ini..." Terang wisang Geni pada penduduk desa.


Malam hari para sesepuh berkumpul, Ditambah satu orang lagi, Loka Jaya.


" Maaf para sesepuh maksud saya menjadikan paman .Loka Jaya sebagai penjaga adalah tak lain dan tak bukan hanya sebagai pengaman desa dari ancaman luar..." Ucapan dan keterangan wisang geni dapat di terima oleh 7 sesepuh lainnya.


Mulai sekarang Loka Jaya sudah resmi menjadi penjaga desa Daun Hijau. Sujud syukur di haturkan Loka Jaya pada wisang geni.karna tanpa ada anak muda ini kehidupan mereka masih menderita tinggal di lembah yang terdapat di tengah hutan, sulit makan, bingung akan tempat tinggal, itu semua sudah ter atasi karena bantuan pemuda ini.


" Sudahlah paman...tak perlu seperti ini..." Sambil memegang pundak Loka Jaya menahan agar dia tak sujud di depan wisang geni.


20 orang penjaga desa telah berkumpul di lapangan yang letaknya di tengah-tengah bangun yang cukup besar itu.


" Mulai hari ini kalian akan menjaga keamanan desa... Dan kumpulan ini akan aku beru nama pasukan JOGO BOYO..." Ucap wisang geni


JOGO BOYO berarti menjaga dari bahaya, nama yang cukup bagus.akhirnya mereka sepakat dengan nama tersebut.


" Paman Loka Jaya .... Paman adalah penanggung jawab pasukan ini, paman boleh latih mereka berdasar Bakat masing-masing... Paman juga dapat melatih para pemuda yang berminat gabung dengan pasukan ini . Dan aku akan mengajarkan seni bertarung pada pasukan ini..." Terang wisang Geni paman Loka Jaya. Pasukan JOGO BOYO dilatih seni bertarung wisang geni, untuk jurus mereka berlatih pada paman Loka Jaya.


Satu bulan berlalu, wisang geni telah melatih pasukan JOGO BOYO Seni bertarung, kemampuan mereka pun sekarang telah meningkat pesat. Mereka juga belajar seni pernafasan dari wisang geni.


Bukan hanya kemampuan dan seni bertarung yang meningkat, Bahkan jumalah nya pun meningkat pesat. Walau jumlahnya tak begitu banyak, yang semula hanya 20 orang sekarang menjadi 50 Personil, peningkatan jumalh lebih dari 2 kali lipat awal di bentuk. Mereka d bekali berbagai kemampuan, baik pencari informasi , penggunaan panah bahkan senjata rahasia meraka juga bisa. Pasukan ini dapat di sandingkan dengan pasukan elit kerajaan.


Tak terasa 6 bulan berlalu, wisang geni ingin melanjutkan pengembaraannya. Di ingin segera pergi ke Nihon, masalah balas dendam dengan kerajaan akan dia tunda sementara sampai persiapan di desa Daun Hijau telah siap dan mumpuni.


Paman Marlan duduk di depan teras rumah bersama sang istri.


" Sore paman, bibi...bagai mana keadaan paman serta bibi...?" Tanya wisang geni.


" Baik nak Geni...nak Geni sendiri bagai mana keadaannya...?


" Baik paman... Aku akan melanjutkan pengembaraan ku paman,... Jadi seperti keselamatan awal para sesepuh sudah akan mengelola usaha ku dan Paman yang mengatur semua keuangan nya..."


" Tapi nak Geni, Apa tidak terlalu cepat... Bagai mana kalau nak Geni tinggal dulu semtara..."


" Tidak paman, aku sudah cukup lama menunda pekerjaan ku... Dan aku yakin desa akan aman karena ada paman Loka Jaya..."


Ucap geni meyakinkan paman Marlan.


" Baik nak Geni, semua terserah nak Geni... Paman akan melaksanakan tugas dengan baik... Berapa lama nak Geni akan pergi...?" Tanya Marlan pada winsang Geni.


" Entah paman.... Aku juga tidak tahu akan berapa lama..." Jawab geni singkat, karena dia juga belum tahu tentang Nihon. Hanya cerita yang dia dapat dari sang guru.


Malam itu wisang geni makan malam dengan keluarga paman Marlan. Mereka terlihat bahagia, dengan hidangan yang cukup sederhana tak mengurangi tingkat syukur keluarga ini, termasuk wisang geni.


Tepat di pintu keluar desa Daun Hijau tampak ramai, tak seperti biasa,yang walau pun penduduk di desa tak begitu banyak hampir separuh penduduk desa berkumpul disana.


" Ada apa ini...? Kenapa banyak orang berkumpul..." Batin wisang geni sedikit heran.


Disana terlihat juga 7 orang sesepuh serta paman Loka Jaya , mereka tampak menantikan seseorang.


" Slamat pagi para sesepuh,... Kenapa penduduk desa kumpul disini..? Tanya wisang geni dengan Nada heran.


" Kami hendak mengantar nak Geni keluar desa ini..." Ucap sesepuh wiryo.


"Ti..tidak usah sesepuh, biar aku pergi sendiri..." Tampak kaget wisang geni dengan perlakuan penduduk desa padanya. Hal ini dilakukan karena wisang geni sudah di anggap keluarga sendiri oleh penduduk desa, disamping itu karena wisang geni pula sekarang desa tersebut bisa mencukipi kebutuhan sendiri, Ditambah wisang geni membentuk pasukan penjaga desa yang mana akan membuat lebih aman desa mereka.


" Selamat tinggal para sesepuh...kalau urusan ku selesai aku akan segera kembali...'"


" Selamat jalan nak Geni hati-hati di jalan..." Jawab para Sesepuh.


Sambil melangkah meninggalkan desa, wisang geni melambaikan tangan nya.


" Selamat jalan Raja Kecil... Kami akan Menunggu kedatang mu kembali..." Teriak salah seorang pemuda diantara rombongan pengantar. Wisang geni sudah di anggap raja oleh para penduduk desa tersebut,apalagi para pemuda yang salut dengan kemampuan, kepribadian serta sumbangsih nya pada kampung ini, sebuah pribadi yang wajib di contoh oleh para pemuda.