
Selamat Membaca ⚘
__________
"Hmm, begini Bu. Kami dapat informasi bahwa Pak Ben berada di suatu tempat sejak tadi siang namun belum ada keluar."
"Kenapa harus bawa aku, team kalian kan banyak masa iya mengeluarkan Ben aja enggak becus," kata Una.
"Masalahnya Pak Ben berada di hotel Bu."
"Apaaaa!"
Berbagai kemungkinan muncul di pikiran Una.
Untuk apa bicara bisnis sampai aelama itu di hotel pula. Apa Ben sedang bersama Clara ? Atau ada wanita lain yang sedang mengganggu mereka. Atau dia dijebak oleh wanita yang menyukainya seperti perbuatan Clara.
Argghh, Una emosi membayangkan hal-hal yang belum tentu jelas kebenarannya. Inhale - exhale, rileks Una. Ben tidak seburuk bayangan-bayangan burukmu.
"Bisa lebih cepat enggak Bang?" pinta Una pada Leo.
"Siap," Leo menekan gas mobil melaju lebih cepat. "Kalian dapat informasi dari siapa?" Firda panik karena pertanyaan Una, sejak tadi ia berharap Una tidak akan bertanya hal itu.
"Hmm," Firda menoleh pada Leo tapi yang dilihat tetap fokus pada jalan. "Dari Pak Ilham Bu."
Una berdecak, "Bertemu siapa, sampai malam begini belum selesai juga?" Pertanyaan Una entah diperuntukan untuk siapa.
Una sudah tiba di loby hotel, ia melangkah pelan karena perutnya yang sudah terasa berat. Walaupun sebenarnya ia ingin melesat atau berlari.
Saat Una menuju Resepsionis Firda menahannya. "Jangan ke sana Bu?"
"Loh, kenapa jangan, kan saya mau tau ada di mana suami saya."
"Kalau begitu caranya kita tidak akan diberi tau di mana kamar Pak Ben." Una terdiam, ada benarnya juga ucapan Firda.
"Jadi gimana dong?"
Tidak lama kemudian Leo datang setelah memarkirkan mobilnya. "Ikuti saya!" ucap Leo.
Lobby hotel saat itu lumayan ramai, Una yang mengenakan dress khusus ibu hamil berwarna navy dengan flatshoes hitam dan menggenggam clutch.
Una memandang sekeliling, sepertinya salah jalan. "Bang Le, kita kayaknya salah. Liftnya sebelah sana."
Leo mendecak karena panggilan yang Una ucapkan menjadi aneh, "Mau ngapain pake lift," kita ke sana." Leo menunjuk arah.
Ketiga orang itu kini berada di depan pintu sebuah ruangan. "Ini kita ngapain di sini? ini ruangan apa?" Mendadak malam ini Una bersikap menyebalkan karena banyak bertanya.
"Mungkin Pak Ben ada pertemuan di dalam, Bu." Firda menjawab sambil melirik Leo. Leo mengambil ponselnya dan menjauh dari pintu menerima panggilan telpon.
Una meraih handle pintu dihadapannya, menekan dan mendorong hingga pintu itu terbuka. "SURPRISE" teriak semua orang yang berada di dalam ruangan kompak, setelah itu tepukan tangan, juga teriakan beberapa orang memanggil Aruna. Beberapa confetti dilemparkan ke atas, juga tumpahnya.balon-balon kecil. Sepintas Una mengenal semua orang yang hadir, bibirnya menyunggingkan senyum menatap keliling ruangan yang sudah didekorasi.
Ia melihat keluarganya hadir di sana, Meisya yang teriakannya lumayan keras, Abil dan banyak lagi kawan-kawannya.
Firda merangkul bahu Una menunjuk ke arah panggung. Una pun mengalihkan pandangannya, tampak Ben duduk di stool bar di atas panggung.
Dengan menggenggam mic di tangannya, "Happy birthday Aruna Zara, my beloved wife. Absolutely my queen, ibu dari anak-anakku. Jangan ragu padaku karena hanya kamu disetiap denyut jantungku." Ben tersenyum, semua yang hadir bertepuk tangan bahkan beberapa bersiul menggoda.
Ben melangkah turun dari panggung, dilayar tampil foto-foto dan video Aruna diiringi lagu perfect Ed Sheeran.
I found a love for me
Oh darling, just dive right in and follow my lead
Well, I found a girl, beautiful and sweet
Oh, I never knew you were the someone waiting for me
'Cause we were just kids when we fell in love
Not knowing what it was
I will not give you up this time
But darling, just kiss me slow, your heart is all I own
And in your eyes, you're holding mine
Barefoot on the grass, listening to our favourite song
When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath
But you heard it, darling, you look perfect tonight
Well I found a woman, stronger than anyone I know
She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home
I found a love, to carry more than just my secrets
To carry love, to carry children of our own
Una berjalan menghampiri Ben yang membuka kedua tangannya. Mendekap erat wanita yang sangat dicintainya, mengecup kening Una. "Happy birthday honey, i love you so much," bisik Ben.
Sungguh penampakan yang cukup membuat yang hadir terbawa perasaan, Ben memeluk Una dengan background layar menampilkan foto-foto Una dengan iringan lagu romantis.
Masih dalam rangkulan Ben, Una menghampiri kedua orangtuanya. Dengan pelukan dan kecupan di pipi dan kening yang diterimanya menggambarkan jelas bahwa saat ini Una berada dalam keluarga yang bahagia.
"Oke, tes-tes," Abil mengetes suaranya menggunakan mic. "Hmm, MC dadakan nih. Oke skip dulu sedih-sedihnya, selamat hari brojol ke dunia buat mantan rekan kerja gue Aruna."
Aruna yang duduk se meja dengan keluarganya mencibir melihat Abil di panggung, "Ada waktunya nanti yang hajat keliling menyapa kita semua. Oke Ibu bos, ini kita prepare dadakan ya. Super team, majuuuuuuu!" teriak Abil.
Bara, Vino, Ben dan Dimas naik ke panggung. "Ini adalah boybandnya BCP One ya," Abil kembali bersuara.
Bara pada posisi drumer, Vino keyboard, Ben gitar, Dimas Bas dan Abil vocal. Una tampak menyimak sambil tertawa.
"Oke, karena kami-kami ini sedikit 'old' hanya saya yang masih abg jadi kami akan bawakan lagu yang agak lewat. Nikmati tembang dari kami Merindukanmu."
Merindukanmu, D'masiv dibawakan sangat apik membuat yang hadir sebagian ikut bernyanyi dan bersorak.
Setelah boyband turun dari panggung, seremonial pemotongan kue dilanjutkan ramah tamah. Sudah tersedia buffet berbagai jenis makanan pembuka, makanan berat dan dessert juga berbagai macam minuman. Rupanya Ben membuat hari ini spesial untuk Una.
Sambil para undangan menikmati hidangan, Una berkeliling menyapa para undangan yang hampir semuanya adalah kenalan Una.
"Sya, Chikanya mana? Aku kangen udah lama enggak ketemu."
"Lagi diungsikan di rumah mertua, gue mau me time berdua lakik. Mau bikin Vino junior lagi, kalau diikutin bocah enggak seru Na. Enggak bebas bergaya tau enggak," ucap Meisya. Vino yang sedang makan tersedak mendengar ucapan istrinya.
Una hanya menggelengkan kepala mendengar ocehan Meisya.
"Sayang," Ben menghampiri dan merangkul pinggang Una posesif. "Kamu duduk dulu ya, kasihan ini dari tadi berdiri." Ben mengelus pelan perut Una.
Acara berlangsung cukup meriah, perayaan kelahiran Una dengan mengumpulkan rekan-rekan Aruna dilanjutkan makan bersama. Setelah sesi foto bersama, satu persatu para tamu meninggalkan ruangan, dan ternyata Ben sudah menyiapkan bingkisan unik untuk yang hadir.
"Ayah sama Ibu kapan datang?" tanya Una sambil meminum orange juicenya. "Tadi siang Na."
Setelah kedua orangtuanya sudah naik ke kamar untuk istirahat, Ben berbisik pada Una, "Kita ke kamar yuk, aku kangen banget Na. Enggak kuat sumpah diamkan kamu dari semalam."
"Ke kamar? Pulang kali Bang."
"Enggak, aku sudah booking kamar untuk kita selain untuk ayah dan Ibu."
"Hmm," jawab Una.
"Bos, ini gimana?" tanya Leo dengan menunjuk kado-kado untuk Aruna. "Masukin mobil, kalian istirahat juga. Sudah dapat kunci kan ?"
"Oke, siap." Jawab Leo beberapa rekannya serempak.
Una dan Ben sudah berada di kamar mereka, Ben mengunci pintu dan membimbing Una duduk di sofa. Mendekatkan wajahnya pada wajah Una lalu meraih tengkuk Una dan menyatukan bibir mereka.
"Sejak kapan abang menyiapkan ini semua?" tanya Una saat Ben melepaskan pagutannya. "Belum lama," sahutnya lalu membenamkan wajah di ceruk leher putih dan jenjang milik Una. Menye_sap dan mengecup dengan menelusuri leher Una.
Menurunkan resleting dress Una, melepasnya dan tampak tubuh Una yang terlihat sangat seksi dan menggoda dengan perut buncitnya.
"Wow, so sexy," bisik Ben sambil tersenyum penuh arti.
Adegan uwu-uwunya, lanjut enggak nih 😜
__________
Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author 💖💖