Not A Sugar Baby

Not A Sugar Baby
Mencarimu



Pagi ini Ben sudah tiba di kantornya, meskipun dia sedang mencari Aruna tetapi fokus urusan perusahaan menjadi pilihan pertama. Dia sudah meminta Bian mengerahkan beberapa orang untuk mencari Aruna.


Informasi yang dia miliki hanya kontak Aruna yang sudah tidak aktif, alamat rumah yang mana Aruna sudah meninggalkan rumah tersebut dan cafe tempatnya bekerja namun sudah lama Aruna tidak bekerja.


Ben berharap takdir berpihak kembali padanya, bertemu dengan Aruna dan menjalani hubungan dengan gadis itu. Entah apa yang membuatnya sampai sangat menginginkan Aruna disisinya.


Paras Aruna memang cantik, bahkan tanpa riasan ia terlihat tetap menarik bisa dikatakan cantik alami. Ben bukan pria yang sulit mendapatkan wanita tapi Aruna adalah gadis yang mengalihkan dunia Ben. Berawal dari hasrat pada pandangan pertama berubah menjadi cinta. Ya, Ben mengakui dia mencintai Aruna.


"Selamat pagi pak," sapa Bian


"Pagi" jawab Ben


"Selamat pagi pak Ben," sapa Nora saat Ben melewati meja sekretarisnya


"Pagi."


Ben duduk pada kursi kebesarannya sebagai seorang CEO.


"Nora, minta Bian ke ruangan saya", ucap Ben pada Nora melalui interkom


"Baik pak."


Tidak lama Bian masuk ke dalam ruangan


"Ini beberapa foto diambil dari CCTV resto dan hotel tempat saya bertemu Aruna. Temukan dia." Perintah Ben pada Bian.


"Baik pak, segera orang-orang terbaik kita akan bergerak," ucap Bian sambil membuka amplop coklat yang diserahkan Ben. Bian mengernyitkan alisnya ketika melihat foto yang dikeluarkan dalam amplop.


"Pak, ini gadis yang bernama Aruna ?" Tanya Bian pada Ben.


"Iya".


Bian mengeluarkan ponselnya, membuka galeri yang menampilkan banyak foto, dia lalu memperlihatkan beberapa foto dari ponselnya kepada Ben. Terdapat foto Bian, Dera dan Aruna berlatar belakang Glow cafe.


"Kamu kenal dengan Aruna ? Kamu sudah bertemu dengan dia ?" tanya Ben


Ben memijat pelipisnya lalu menatap Bian


"Nama lengkapnya Aruna Zara," sahut Ben


"Jadi bagaimana pak ?"


"Kita datangi cafe itu nanti sore, paling tidak sudah titik terang. Bacakan jadwal saya hari ini " ucap Ben


Bian membacakan seluruh rencana aktifitas Ben untuk hari itu, tampak raut wajah Ben berseri karena jalan untuk menemukan Aruna sudah terlihat.


Waktu yang ditunggu telah tiba, akhirnya Ben menyelesaikan jadwal hari ini. Dengan mantap dirinya bergegas meninggalkan ruang kerja menuju Glow Cafe.


Menginjakan kaki pada tempat pujaan hatinya mengais rezeki, Ben menatap beberapa foto Aruna saat bernyanyi dikumpulan foto pada salah satu dinding cafe. Sedangkan Bian menemui pemilik cafe


Bian dan pemilik cafe menemui Ben yang sedang memperhatikan sekeliling cafe.


"Aruna memang bekerja di sini, sudah lama ya. Lebih dari 1 tahun. Jadwalnya hanya seminggu 2x karena bergantian dengan tim lain," jelas pemilik cafe


"Boleh kami minta nomor hp Aruna?" pinta Bian


"Wah, kalau itu mohon maaf saya tidak berhak, privacy ya kecuali Aruna sendiri yang memberikan."


Ben menghela nafas mendengar penuturan pria di hadapannya. Menolah pada Bian, Bian mengangguk seeakan mengetahui maksud dari atasannya.


"Kapan lagi Aruna nyanyi di sini," Tanya Bian


"Besok malam, jadwal Aruna dan Bandnya isi acara."


"Baiklah kalau begitu, kami akan datang lagi besok. Tapi mas, tidak perlu menyampaikan bahwa kami datang mencarinya. Yang jelas kami tidak punya niat buruk," jawab Bina


"Oke, baiklah." ujar pemilik Cafe


Ben dan Bian memasuki kendaraan yang mengantarkan mereka tiba di Glow cafe. Ben menatap ke jalanan yang dilewatinya. Perlu waktu sedikit lagi untuk mempertemukan Ben dan Aruna.