Not A Sugar Baby

Not A Sugar Baby
Bukan Istri Salihah



Hai gaesss,,, bulan ini aku lounching 2 judul baru. Mampir ya, mampirlah masa enggak 😁😁


 \=\=\=\=\=


...BUKAN ISTRI SALIHAH...


Blurb


Orang bilang cinta itu buta, karena yang mengalami kadang tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang kita cintai bahkan tidak tahu kapan cinta itu bermula.


Cinta juga bisa berubah menjadi benci dalam sewaktu begitu pula sebaliknya. Tidak ada yang bisa menolak cinta termasuk Amara Kalina. Kebersamaan dengan seorang pria membuatnya jatuh cinta.


Begitu pula dengan Randy Kalingga yang akhirnya menjatuhkan hati pada seorang gadis yang terpaksa dinikahi. Namun, masalah semakin pelik karena Randy sudah memiliki calon istri dan tanggal pernikahannya sudah jelas. Tidak bisa menolak pernikahan tersebut karena desakan kedua keluarga, Poligami akhirnya menjadi pilihan dan solusi.


Bagaimana kisah kisah cinta dan rumah tangga yang mereka jalani? Ikuti terus kisah Amara, Randy dan Hana.


 



Penggalan Bab


 


“Assalamu’alaikum, dek.”


“Walaikumsalam, Mas Randy apa aku mengganggu?” tanya Hana di ujung telepon.


“Tidak, tapi aku memang sedang mengemudi,” sahut Randy.


“Hm. Ya sudah aku tidak akan berlama, kartu undangan sudah selesai dicetak. Untuk yang Mas Randy, aku paketkan saja atau bagaimana?”


“Hm, nanti aku sambil sekalian silaturahmi dengan Pak Kyai,” usul Randy.


Panggilan tidak lama berakhir, tersemat senyum di wajah Randy karena tidak lama lagi dia akan meminang gadis cantik dan salihah putra kyai dan pemilik pesantren. Walaupun Randy sebenarnya lahir dan besar di keluarga pebisnis tapi dia sendiri pernah mengecap pendidikan pesantren jadi bisa dikatakan ilmu agamanya lebih baik dibandingkan anggota keluarga lainnya.


“Hujan,” ujar Randy yang kemudian bersyukur karena walau bagaimana pun turun hujan adalah sebuah berkah.


Jalan yang dilalui Randy semakin rusak dan bahkan kiri dan kanan jalan adalah kebun. Mengendara dengan sangat hati-hati dan perhatiannya teralihkan pada sosok yang tidak jauh di depannya. Ada pengendara dari arah berlawanan yang sedang kesulitan karena motornya terjebak di jalan yang rusak. Semakin dekat, Randy semakin menyadari kalau pengendara itu adalah perempuan.


Pria itu menepikan mobilnya lalu berhenti, mencari payung dan keluar dari mobil.


“Motornya kenapa Mbak?” tanya Randy.


Perempuan itu menoleh dan terlihat pakaiannya sudah basah begitu pula dengan wajah dan rambutnya.


“Pak Randy!”


“Kamu ….”


“Kenapa dengan motormu?” tanya Randy.


Amara menggelengkan kepalanya.


“Hubungi bengkel atau keluargamu,” titah Randy.


Amara mengeluarkan ponsel dari saku jaketnya.


“Tadi jatuh waktu motor selip dan pecah,” ungkap Amara memperlihatkan layar ponsel yang memang pecah parah.


Randy menatap keliling dan memang tidak ada pemukiman dan jarang sekali ada yang lewat karena hujan.


“Ikut saya ke mobil, kamu saya antar sampai ke pemukiman warga.”


“Nggak usah Pak, pakaian saya basah nanti mobil Pak Randy kotor,” tolak Amara yang tidak ingin berurusan dengan dosennya.


“Kamu tidak takut? Di sini jarang ada yang lewat,” ujar Randy.


Tidak ada pilihan lain, Amara pun pasrah dan ikut masuk ke dalam mobil. Melihat gadis itu kedinginan, Randy tidak menyalakan AC bahkan sempat membuka tas yang dia siapkan untuk acara kegiatan dan mengeluarkan handuk juga kaos.


“Keringkan dan ganti di belakang,” titah Randy yang tadi sempat melihat pakaian dalam Amara terlihat jelas karena kaos yang dikenakannya basah. Randy menyadari kalau mereka tidak seharusnya berada dalam mobil hanya berdua saja apalagi bukan muhrim. Namun, karena situasi darurat pria itu berharap tidak akan ada masalah yang terjadi.


Amara berpindah ke jok belakang melewati tengah jok depan.


“Bapak jangan ngintip ya,” pekik gadis itu.


“Astagfirullah, mana mungkin aku melakukan hal itu,” sahut Randy. “Aku menutup mata.” Pria itu benar menutup matanya dan membenamkan pada stir.


Amara membuka pakaiannya lalu mengeringkan dengan handuk. Mengganti dengan kaos dan celana training kedodoran, yang jelas dia melepaskan pakaian dalamnya karena tidak mungkin mengganti dengan pakaian kering sedangkan ********** basah.


Saat hendak mengenakan kaosnya, terdengar ketukan di jendela mobil tepat di samping Randy.


“Eh, jangan dibuka pak. Saya belum selesai.”


Randy menatap ke jendela sudah ada beberapa orang yang berdiri di luar mobil dan menunggunya membuka pintu.


“Cepat,” titah Randy lagi.


Ketukan terdengar semakin kencang bahkan ada yang berteriak, “Buka pintunya atau kita pecahkan jendela. Mesum aja lo.”


 


\=\=\=\=\=


Mampir yaaaa,,, atau bisa mampir ke judul karya lainnya