Not A Sugar Baby

Not A Sugar Baby
Menikahi Perawan Tua



Yuhuuu, hai pembaca Ben dan Aruna, merapat yuk. Novel baru Author Spin Off dari Menikahi Pamanmu. Berkisah tentang Reka (Adiknya Kayla, kembaran Rika) yang menikah dengan Nara. Dosen yang diejek perawan tua oleh Reka. Di kisah ini juga ada ada Kayla CS yess, bahkan ada bab yang mengisahkan permintaan maaf Eltan pada Kayla, dimana moment ini tidak dibahas di Judul Menikahi Pamanmu.


Ditunggu kehadirannya, jangan lupa favorit, like, rate, vote dan hadiahnya (maaf, author rada maruk).


\=\=\=\=\=\=\=\=


Reka Chandra, anak kembar Kevin Daud dengan Meera Candra, sempat bersitegang dengan Papihnya karena menolak rencana perjodohan dengan rekan bisnis mereka. “Aku enggak salah dengar, Bunda?” tanya Reka pada Meera setelah Kevin menyampaikan rencananya. Meera hanya diam, memilih mengikuti apa yang dikatakan suaminya. 


“Jangan bilang ini untuk menyatukan dua keluarga dan baik untuk kemajuan perusahaan. Drama sekali hidup kalian, “ sahut Reka.


“Reka,” tegur Kevin. Reka lebih memilih meninggalkan rumah.


Kekesalan itu berimbas dengan Reka yang memilih malas bangun, kalau saja bukan karena Dewa yang menghubungi, mungkin dia memilih tidak kuliah dan memilih kembali merajut mimpi bersama bantalnya.


...***...


"Kembali saya ingatkan yang tidak serius silahkan keluar. Untuk kalian yang akan menyusun skripsi tentu saja materi ini penting. Kalian perlu tahu, hidup itu bukan hanya mengandalkan wajah tapi kecerdasan juga. Untuk apa tampan tapi bodoh," ungkap Nara sang Dosen sambil menatap Reka. Memutus pandangan mereka lalu berjalan mendekat pada whiteboard. Saat kembali menjelaskan materi, terlihat spidol yang tadi dia lempar melayang diudara dan ....


Pletak. Menghantam white board.


"Ehh gob*lok, ngapain di lempar," ujar Dewa. 


Nara menoleh geram pada Reka. "Kamu silahkan keluar dari kelas saya," titah Nara.


"Saya cuma kembalikan bu, takut ibu malu untuk mendekati kita hanya karena spidol itu."


"Kita? Lo aja kali," celetuk Yasa karena melihat situasi yang mulai tidak aman.


"Eh, kampret bakal panjang nih urusan," bisik Dewa. 


"Keluar!" teriak Nara sambil menunjuk pintu. 


...***...


Nara hanya menoleh sekilas tanpa menghentikan langkahnya. “Bu, saya tidak bermesraan dengan perempuan tadi ya. Dia memang begitu, suka nempel ke saya atau yang lain.”


“Bukan urusan saya,” jawab Nara.


“Akan jadi urusan saya, kalau Ibu bawa-bawa hal ini ke dalam penilaian.”


Nara menghentikan langkahnya, lalu menoleh pada Reka. “Dengar ya, saya selalu obyektif jika memberi nilai. Bukan berdasarkan perasaan. Untuk kamu,” tunjuk Nara pada Reka. “Keputusan sudah final jika saya tidak merekomedasikan kamu berada di kelas saya, kalaupun kamu memaksa silahkan berusaha untuk mendapatkan nilai A. Jika tidak silahkan mengulang. Kamu mau dekat dengan mahasiswi manapun itu urusan kamu. Kamu mau pelukan mau mesum di kelas itu juga urusan kamu.”


Nara melanjutkan langkahnya.


“Jangan terlalu kaku jadi orang, hidup dinikmati aja Bu. Atau jangan-jangan Ibu belum pernah pacaran ya. Ck ck ck, kasihan jadi perawan tua.”


Nara menghentikan langkahnya. Kemudian berbalik menghampiri Reka. “Mau pacaran atau tidak itu urusan saya. Perawan tua atau bukan juga bukan urusan kamu. Aku berdoa semoga kamu menikah dengan perawan tua.”


...***...


Reka dan wanita dihadapannya saling tatap. Nara menghela nafasnya, karena bertemu lagi dengan Reka. Sedangkan Reka menatap Nara dari kepala sampai kaki. “Bu Nara ‘kan?” tanya Reka.


“Tidak penting juga saya siapa.” Reka masih tidak percaya dengan penampilan Nara. Rambutnya tidak dicepol walaupun masih mengenakan kaca mata. Tapi kacamata dengan frame normal bukan frame tebal mencolok. Mengenakan dress selutut model one shoulders berwarna hitam dilengkapi dengan high heelsnya. Membuat wanita itu terlihat berbeda dan cantik. Bahkan Reka kembali menatap Nara dari kepala sampai dengan kaki. “Jangan bilang  tujuan kamu juga ruangan ini,” tunjuk Nara ke pintu.


\=\=\=\=\=


Yuk merapat yuk,,