Not A Sugar Baby

Not A Sugar Baby
Tak Ada Penyesalan Mencintaimu (End)



Ben yang sedang bersandar pada head board ranjangnya, menatap Una yang menggunakan gaun tidur pendek dengan perut buncit serta ukuran dada yang woww, berbeda dari biasanya. Tapi bukan tubuh menggoda Una yang membuat Ben mengalihkan pandangan dari tablet yang ia pegang, Una yang berjalan sambil terus mengoceh khas para istri yang mengomentari kelakuan suaminya.


“Abang kebiasaan, jas yang kotor simpen di walk in closet atuh jangan disini. Ck, kan sayang harganya mahal,” istri yang ahli keuangan selalu tau efisiensi.


“Nevan sama Nessa dijanjikan apa sih? Jadi antusias banget untuk belajar, biasanya agak susah. Jangan sampai nanti mereka belajar karena ada iming-iming bukan karena butuh pengetahuan,” gaya nasihat Una yang bijak bak seorang mentor yang baik.


“Abang dengar enggak sih?”


Ben tersenyum, padahal sejak tadi ia mendengar dan melihat apa yang Una katakan. Wanita itu kini duduk di sampingnya dan bersandar pada head board juga. “Sudah di rumah itu istirahat, jangan bisnis mulu diurusi. Enggak dengar kan apa yang aku bilang tadi?”


“Hmm, dengar kok. Kamu lupa suamimu ini multi talenta dan multi tasking.”


Una merebahkan dirinya, dan menarik selimut menutupi tubuh hingga pinggang, tidak lama terdengar dengkuran halus nafas Una. Ben juga membaringkan tubuhnya menghadap Una. Mengusap pipi yang saat ini terlihat lebih cubby.


Aruna, wanita dihadapannya yang sudah membuat hidup Ben berubah. Bahkan pernah membuat jungkir balik kehidupannya karena mencari seorang Aruna. Tidak tumbuh dengan kasih sayang seorang Ibu, walaupun ayahnya telah menikah kembali. Terlibat dalam dunia bisnis sejak ia masih remaja yang membuat dirinya mampu membangun dan mengembangkan perusahaannya.


Masa lalu Ben terhadap para wanita cukup berani, seperti seorang casanova, bercinta bahkan tanpa rasa cinta. Bahkan Aruna pun mengetahui jika suaminya memiliki masa lalu yang ... hmm abaikan. Clara dan Lena adalah kisah yang cukup mengganggu stabilitas perasaannya pada Ben.


Ben tersenyum menatap wajah Una dan mengingat pertemuannya dulu, dengan wajah polos Una yang masih sangat muda dan kini wanita itu sudah melahirkan dan sedang hamil kembali keturunan dari Ben Candra. Meskipun diawali dengan hal yang salah, karena One Night Stand yang dilakukan mereka namun ternyata Ben jatuh cinta pada Aruna.


Jatuh cinta berulang kali, itu yang Ben rasakan. Ketika ia jatuh hati malah harus meninggalkan Indonesia sekian tahun untuk mengurus Perusahaan ayahnya. Kembali jatuh cinta pada Aruna saat bertemu kembali, yang ternyata Aruna adalah salah satu karyawannya.


“Lebih cantik kalau digerai, lehermu itu menggoda.”


Kalimat yang terucap oleh Ben saat ia bertemu dengan Aruna setelah empat tahun terpisah.


.


.


.


Ben baru saja kembali dari kantor menjelang malam, cukup lelah karena rapat dan pertemuan yang harus ia jalani hari ini. Saat membuka pintu kamar, ia sudah berusaha perlahan namun ternyata tetap membuat Una terjaga.


“Abang, sudah makan belum? mau berendam air hangat? Biar aku siapkan,” ujar Una dengan suara serak khas bangun tidur dan perlahan bangun dari posisinya berbaring. “Heyy, tidak usah. Kamu istirahat saja,” jawab Ben.


Namun Ia malah merentangkan tangannya, Ben mendekat dan memeluk Una yang posisinya duduk sedangkan ia berdiri. Mengusap pucuk kepalanya dan mencium kening Una, “Tidurlah,” pinta Ben.


Ben hanya mengenakan handuk yang melilit pinggangnya saat keluar dari kamar mandi dan menuju walk in closet, Una telah menyiapkan piyama untuknya. Menghampiri istrinya yang ternyata tidak kembali tidur, “Kenapa? Ada masalah dengan anak-anak?” tanya Ben karena terlihat dari wajah Una yang ingin bercerita tapi ragu.


Una menggelengkan kepalanya, ia menepuk area ranjang di sebelahnya duduk seakan meminta Ben untuk duduk bersamanya. “Abang akhir-akhir ini pulang larut malam, kadang aku enggak tau Abang pulang,” lirih Una.


Ben mengusap punggung Una, “It’s okey sayang, terkadang perusahaan akan begitu. Stabil membuat hidup kita flat tapi terkadang membutuhkan extra pikirian dan waktu,” ujar Ben. Una mendengarkan penjelasan Ben dalam diam, Ben malam gemas melihat wajah Una yang terlihat agak berisi mungkin pengaruh kehamilannya. “Dia apa kabar, apa menyusahkanmu?” tanya Ben sambil menunduk mencium perut Una.


“Sayang, apa kamu pernah menyesal dulu bertemu aku?” tanya Ben. Una menggelengkan kepalanya, “Pada saat itu aku kesal, karena kembali harus memikirkan masalah uang. Tekanan yang sama dengan yang aku rasakan saat di rumah. Namun, saat perlahan mulai menyukai Abang, jangankan menyesal atau kesal yang ada rindu terus,” ungkap Una.


“Kapan kamu mulai menyukai ku Na?”


“Hmm, entahlah. Mungkin sejak Abang meninggalkan aku di hotel saat bergegas ke Singapur,” jawab Una. Una mengangkat wajahnya, kini mereka saling menatap, lalu Ben mencium kening Una lama. “Terima kasih sayang, terima kasih telah memberikan seluruh hidupmu untuk aku.”


Una tersenyum, “Terima kasih juga Abang sudah hadir dalam hidup aku dan membuat hidupku lebih baik.” Ben tersenyum, “Justru hadirmu telah mengubah hidupku. Hidup yang lebih terarah.”


Malam itu, dua insan yang saling mencintai, mengimplementasikan perasaan mereka dengan sentuhan-sentuhan yang berakhir pada penyatuan diri. Saling menghamburkan rasa cinta dan kasih sayang dengan begitu indah dan menyenangkan.


Ben dan Aruna, kedua manusia dengan latar belakang kehidupan dan keluarga yang berbeda. Namun bersatu dalam ikatan cinta berumah tangga. Cinta yang membuat mereka lebih dewasa walaupun jelas perbedaan umur mereka. Cinta yang membuat mereka lebih kuat, padahal banyak masalah mendekat dalam rumah tangganya. Rasa cinta yang membuat mereka saling melengkapi dan bertahan sampai akhir. Cinta antara Ben dan Aruna.


 


...*** TAMAT ***...


Akhirnya, kisah Aruna dan Ben selesaiiiiii, terima kasih yang sudah setia membaca dari awal. Cerita ini murni kehaluan penulis, mohon maaf jika saat membaca terkadang mengaduk emosi kalian. Terima kasih yang selalu meninggalkan jejak cinta di setiap bab nya, apalagi komentar ,,, terkadang author sengaja membuat situasi untuk kalian berkomentar, pisss hehehe.


Konflik yang muncul pada cerita ini sebenarnya, konflik standar yang mungkin sama dengan yang kita alami di kehidupan, mendekatnya orang ketiga, posesif, mencari perhatian atau ke uwuan pasangan kita dan yang lainnya. Yang jelas Ben sangat mencintai Aruna dan rela melakukan apapun untuk melindungi wanita yang sangat dicintainya. Sedangkan Aruna, wanita yang sabar berusaha menjadi yang terbaik sebagai seorang anak dan sebagai seorang istri.


Terima kasih untuk saran dan kritiknya, jika ada pesan tidak baik auhor minta maaf, pada dasarnya hanya ingin menyampaikan pesan yang baik saja.


Selamat berpuasa bagi yang menjalankannya.


Silahkan mampir ke cerita author yang masih on going di flatform ini juga. Jangan di unfavorite ya, karena sedang mempersiapkan cerita baru dan extra part. Hehehe. Mudah-mudahan semua pembaca terhibur.


Salam sayang dan salam cinta


Dtyas