Not A Sugar Baby

Not A Sugar Baby
Bertemu Kembali



Berada di aula resort untuk mengikuti malam keakraban, Abil dan rekan satu timnya sepakat menggunakan kaos berwarna putih termasuk Una. 


Acara sudah dimulai, MC sudah berbicara. Namun wajah Una terlihat tidak nyaman. 


"Mau kemana Na?" Tanya Rahmi


"Ke toilet, panggilan alam," jawab Una  


Cukup lama Una di toilet dan perform tiap divisi sudah dimulai. Tampak divisi HRD di panggung, Dimas hanya menggeleng kepala pelan melihat timnya di panggung. 


"Una, rugi banget tadi kamu enggak lihat," seru Rahmi


"Lihat apa?"


"CEO kita itu ganteng maksimal Na, selama ini dia tinggal di Singapura mengurus bisnis keluarga." 


"Ya ampun kirain lihat apa". 


Ben kembali ke kursinya setelah membuka acara. Duduk bersebelahan dengan Bian dan manajemen lainnya. Ya, Ben Chandra adalah CEO dari PT. BCP One.


Akhirnya tiba saat divisi keuangan untuk tampil, berbekal sorak dari rekan timnya Aruna dan Abil naik ke panggung. 


"Selamat malam semua, apa pun yang mau kita tampilkan semoga bisa menghibur ya," seru Una.


Ben yang sedang membuka ponsel membaca pesan yang masuk langsung menoleh ke panggung karena mendengar suara yang tidak asing. Wajahnya mengeras antara terkejut namun juga terbersit bahagia, tidak menyangka dia akan melihat gadis itu kembali. Aruna yang selama beberapa tahun lalu dia cari tapi malam ini hadir di depannya. Ben menoleh pada Bian seakan bertanya mengapa dia tidak bilang kalau Aruna adalah salah satu pegawainya.


"Maaf pak, saya tidak tahu kalau nona Aruna bekerja di perusahaan, karena baru kali ini saya melihatnya."


Ben memandang kembali ke panggung. Menggunakan jeans biru kaos putih serta alas kaki jenis mules, dengan rambut dicempol asal tidak mengurangi aura kecantikan gadis itu. 


"Biar seru ikut nyanyi bareng kita ya", ajak Una pada para peserta Gathering.


Menyanyikan Trouble is a friend Lenka diiringi petikan gitar akustik Abil 


Trouble will find you no mater where you go, oh oh


No Matter if you're fast no matter if you're slow, oh oh


The eye of the storm and the cry in the morn, oh oh


Your fine for a while but then start to loose control


He's there in the dark


He's there in my heart


He waits in the winds


He's gotta play a part


Trouble is a friend


Yeah trouble is a friend of mine. oh oh


Trouble is a friend but trouble is a foe, oh oh


And no matter what I feed him he always seems to grow, oh oh


He sees what I see and he knows what I know, oh oh


So don't forget as you ease on down the road


...........


Setiap masuk ke lirik oh oh, semua peserta ikut bersuara menambah keriuhan. Satu lagu akhirnya berhasil dibawakan dengan keseruan. 


Aku bukan jodohnya adalah lagu kedua yang Una dan Abil bawakan. 


Ini salahku


Terlalu memikirkan egoku


Tak mampu buatmu bersanding nyaman denganku


Hingga kau pergi tinggalkan aku


Terlambat sudah


Kini kau t'lah menemukan dia


Seseorang yang mampu membuatmu bahagia


Ku ikhlas kau bersanding dengannya


Lanjutkan perjuanganku 'tuknya


Bahagiakan dia, kau sayangi dia


Seperti ku menyayanginya


'Kan kuikhlaskan dia


Tak pantas ku bersanding dengannya


'Kan kuterima dengan lapang dada


Aku bukan jodohnya


.............


"Terima kasih" ucap Abil dan una berbarengan.


Sesekali Ben melirik ke arah Aruna yang sedang bercanda dengan rekannya. Sungguh Ben serasa ingin berlari ke arah Aruna dan merengkuhnya dalam pelukan karena sangat merindukan gadis itu. Namun diurungkan karena situasi yang tidak memungkinkan.


Mc mempersilahkan perwakilan dari para manajer atau direktur untuk ke panggung, membuat aula semakin ramai dengan sorak mendukung usul dari MC. Para manager saling tunjuk dan akhirnya Vino naik ke panggung.


"Sebenarnya kita tidak ada persiapan dan kalau saya sendiri sepertinya kurang asyik. Kebetulan disini alat band lengkap, dan diantara kami dulu adalah anak band. Saya panggil Bara dan Dimas untuk bergabung," ucap Vino


"Hidup pak Bara," teriak Rahmi


Bara akhirnya naik ke panggung, memposisikan sebagai drumer, sedangkan Vino beralih ke keyboard, Dimas memegang gitar.


"Kurang lengkap kalau tidak ada vocalis, dan ternyata diantara manajemen tidak ada yang bisa nyanyi. Boleh kiranya yang bersedia ikut bergabung," ucap Vino. "Karena tidak ada yang bersedia saya panggil kembali _Aruna"


"Una Una Una," sorak para peserta gathering


Una akhirnya naik kembali ke panggung.


....


Ku tak bahagia


Melihat kau bahagia dengannya


Aku terluka


Tak bisa dapatkan kau sepenuhnya


Aku terluka


Melihat kau bermesraan dengannya


Ku tak bahagia


Melihat kau bahagia


Harusnya aku yang di sana


Dampingimu dan bukan dia


Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia


Harusnya kau tahu bahwa


Cintaku lebih darinya


Vino CS membawakan lagu Harusnya Aku.


Dipenghujung acara sebelum ditutup, MC mengumumkan performance terbaik malam ini yang mana jatuh pada divisi keuangan. Abil, Aruna dan tim bersorak.


Abil dan Una diminta ke panggung untuk menerima rewards yang akan diberikan oleh CEO. Mc mempersilahkan CEO ke atas panggung.


"Silahkan Bapak Ben Chandra selaku CEO BCP One untuk menyampaikan langsung hadiah yang sudah disiapkan kepada tim pemenang," ujar MC


Aruna di atas panggung berdiri menghadap penonton terkejut mendengar nama yang disebut oleh MC dan menoleh pada orang yang dimaksud. Ben berjalan menghampiri Aruna dan Abil, tatapannya terus mengarah pada Aruna yang sekarang juga sedang menatapnya.


________


Eng ing eng


Bersambung gaess


Like, koment, hadiah and votenya dong


lanjut silaturahmi \=\=>ig : dtyas_dtyas