Not A Sugar Baby

Not A Sugar Baby
Drama cinta si miskin dan si kaya (2)



Oh-oh


If you ever find yourself stuck in the middle of the sea


I'll sail the world to find you


If you ever find yourself lost in the dark and you can't see


I'll be the light to guide you


We'll find out what we're made of


When we are called to help our friends in need


You can count on me like one, two, three


I'll be there


And I know when I need it, I can count on you like four, three, two


And you'll be there


'Cause that's what friends are supposed to do, oh, yeah


Ooh-ooh-ooh-ooh


Ooh-ooh-ooh-ooh, ooh, yeah, yeah


If you tossin' and you're turnin' and you just can't fall asleep


I'll sing a song beside you


And if you ever forget how much you really mean to me


Every day I will remind you, oh


We'll find out what we're made of


When we are called to help our friends in need


You can count on me like one, two, three


I'll be there


And I know when I need it, I can count on you like four, three, two


And you'll be there


'Cause that's what friends are supposed to do, oh, yeah


Ooh-ooh-ooh-ooh


Ooh-ooh-ooh-ooh, ooh, yeah, yeah


......


Una baru saja menyelesaikan lagu kedua berjudul Count On Me - Bruno Mars. Turun dari panggung mini tempatnya perform, berjalan menghampiri meja tempat Alan dan Bira berada.


"Makin semangat ya Na, ditonton sama ehem ehem," ejek Bira


"Aku baik, ya baru kali ini. Biranya baru kasih tau tempat kamu biasa nyanyi," jawab Alan


"Meisya enggak ke sini Na, kemarin bilang mau ngumpul?" tanya Bira


"Gak bisa ke luar dia, lagi dikekepin Vino."


"Romannya begadang deh tuh anak," ucap Bira


"Aruna, kamu jadwal di sini hari apa aja ?"


"Rutinnya malam kamis dan malam minggu aja kak, atau paling gantikan yang alpa manggung"


"Sisanya di mana?"


Aruna hanya tersenyum "Di mana ya ?"


"Hehehe, di hatimu !" ejek Bira


"Kalau boleh ya neggak apa sih," jawab Alan


"Apaan sih, enggak ngerti aku," canda Una


Aruna, Bira dan Alan mengobrol sambil  tertawa karena sesekali candaan keluar dari mulut mereka. Alan masih berada di cafe sampai Una selesai menyanyikan 6 buah lagu malam itu. Sedangkan Bira sendiri sudah lebih dulu pamit karena masih ada urusan, yang sepertinya sudah mereka berdua atur karena sengaja ingin memberikan kesempatan pada Alan untuk lebih dekat dengan Aruna.


"Udah beres?" tanya Alan saat Una menghampirinya


"Hmmm, Bira ke mana kak? "


"Udahh duluan, ada acara katanya. Mau langsung pulang ? Aku antar ya, kata Bira kamu enggak bawa motor"


"Iya, mana besok aku ada kelas pagi. Kalau enggak ngerepotin ya boleh aja," jawab Una.


Sebenarnya Una menyadari bahwa Alan memiliki ketertarikan padanya. Sering mengiriminya pesan, bahkan kadang sengaja menemui di kampus dengan alasan dibuat-buat yang sudah pasti tujuannya adalah menemui Aruna. Aruna juga tidak menampik bahwa dia terpikat pada Alan.


Pria dengan sosok tinggi, kulit putih hidung mancung dengan tatanan rambut selalu tertata rapih. Bahkan Meisya memanggilnya oppa Park Seo Joon, karena menurutnya Alan mirip dengan aktor korea tersebut. Kuliah di kampus yang sama dengan Aruna, yang merupakan kakak kelasnya namun saat ini sudah lulus dan telah bekerja pada perusahaan milik orangtuanya.


Aruna sadar bahwa dia dengan Alan bukan dalam level sosial yang sama. Alasan inilah yang membuatnya tidak terlalu merespon usaha pendekatan yang dilakukan oleh Alan.


"Tapi aku pakai motor, enggak apa ya? " ujar Alan saat mereka tiba di parkiran depan Cafe.


"Ampun deh kak, emangnya harus naik apa ? Limosin ! Aku juga biasa bawa motor."


Namun yang disebut motor oleh Alan bukan sejenis motor yang Aruna miliki tapi Kawasaki Ninja H2 yang harganya mungkin 35 x lipat dari harga motor Una.


Menarik nafas panjang, sebelum menerima helm yang disodorkan oleh Alan.


'kak Alan, kamu dekat tapi rasanya jauh' batin Una


"kok melamun sih, apa mau dipakein helmnya"


_____


mau dong diboncengin ka Alan


jangan lupa like, komen dan votenya ya