Not A Sugar Baby

Not A Sugar Baby
Pengumuman



Haiiii, apa kabar para pembaca Ben dan Aruna ☺,, author mau info karya baru nih



Nena Layla (20 tahun) bekerja sebagai staf farmasi dari sebuah Apotik dan Malik (29 tahun) kakak dari Nena, mereka berdua harus merasakan kerasnya hidup di Jakarta. Janu Arsana (32 tahun) seorang pejabat pemerintah yang memang sudah terlahir di keluarga mapan memiliki ketertarikan dengan Nena, begitupun sebaliknya.


Berbagai polemik dan intrik yang terjadi diantara kisah cinta keduanya, mengingat perbedaan, usia, status sosial juga gaya hidup. Tanpa mereka ketahui ada keterkaitan antara orangtua mereka.


Bagaimana kisah cinta Janu dan Nena ? Apa yang akan terjadi pada Nena saat Orangtua Janu mengetahui siapa Orangtua Nena ? 


Cerita ini murni kehaluan author, seperti biasa cerita tidak menonjolkan tentang agama apapun, karena sifatnya untuk menghibur bukan berdakwah.


Jika ada yang tidak berkenan skip saja tidak perlu report sana sini, 🙄🙏


‐--------------------


Penggalan cerita


Nena bergegas keluar area mall, ojeg onlinenya sudah menunggu. Setelah jam kerjanya selesai, ia mendapatkan pesan agar datang ke sebuah club untuk menjemput Malik yang sedang mabuk dan membuat keributan.


Bugh, saat didepan pintu masuk sebuah club Nena menabrak bahu seseorang. “Maaf, saya buru-buru,” ucap Nena langsung masuk ke dalam.


“Dia kan gadis yang tadi siang ... ku pikir gadis baik taunya sama aja,” batin Janu saat Nena bergegas masuk ke dalam club setelah minta maaf.


Nena mencari keberadaan kakaknya, menghela nafasnya melihat  kondisi Malik yang sangat kacau. Terbaring di sofa dengan kaki menjuntai, salah satu temannya menghampiri Nena, “Abang loe lagi ada masalah apa sih? Bikin repot nih, mending cepet bawa pulang.” Nena hanya mengangguk, namun ia memikirkan bagaimana membawa kakaknya pulang.


“Hehh,” Nena spontan melepaskan tangan seorang pria yang menyentuh lengannya. “Cantik tapi galak, sok jual mahal.”


“Janu, gue harus bayar berapa cewek macem begini,” ucap pria itu pada temannya. Nena menoleh pada wajah pria yang dimaksud, “Pak Janu,” batinnya, “ini kan Pak Janu yang tadi siang berfoto sama Tata. Tampangnya imut-imut, kelakuannya amit-amit,” batinnya lagi.


“Coba aja tanya sama loe berapa harganya,” jawab Janu lalu menenggak isi gelasnya.


“Heh, hati-hati sama mulut loe ya. Loe pikir gue cewek apaan?”


Para rekan Janu bersorak, karena ada yang berani menghardik seorang Janu. Janu menghampiri Nena, “Loh, memang kamu cewek macam gimana? Enggak mungkin dong cewek alim akan berada di tempat ini, ini bukan pesantren.”


“Terserah ya,” sahut Nena sambil berlalu. “Tinggal sebutin aja berapa nominal loe, teman-teman gue pasti mau kok. Padahal gue pikir loe gadis baik-baik, nyatanya sama aja, *****,” lalu Janu terbahak bersama para rekannya. 


Nena kembali menoleh, ia menghampiri Janu, mengambil gelas yang ada di meja dekat tempatnya berdiri lalu ... Byur, isi gelas itu membasahi wajah Janu.


Entah air apa, yang jelas Nena merasa lega melakukan hal itu, ia pun bergegas keluar.


"Lama amat sih," ucap teman Malik berdiri di samping taksi dimana Malik sudah berada di dalamnya.


_____


Ditunggu kehadiran membacanya ya 😘😘😘