Not A Sugar Baby

Not A Sugar Baby
Makin Benci, Makin Cinta



Haiiiii, aku punya karya baru nih. Judulnya "MAKIN BENCI, MAKIN CINTA"


Blurb


Kata orang, beda antara cinta dan benci itu sangat tipis. Kita bisa begitu mencintai dan sangat mudah berubah menjadi benci, begitu pula sebaliknya. Begitupun kisah Cinta Arjuna, dimana benci mengalahkan logika. Namun, berubah menjadi cinta yang tidak terkira dan sangat pas rasanya disebut budak Cinta.


Zealia Cinta yang harus menderita dengan mengorbankan hidupnya menikah dengan Gavin Mahendra agar perusahaan yang dirintis oleh Omar Hasan (ayahnya) tetap stabil. Hidupnya semakin kacau saat dia menggugat cerai Gavin dan menjadi kandidat pengganti CEO di perusahaan tempatnya bekerja.


Arjuna Kamil, putra pemilik perusahaan menuduh Zea ada main dengan Papinya. Berusaha mendekati Zea untuk membuktikan dugaannya.


Siapa dan bagaimana rasa benci dan cinta mereka yang akhirnya berbalik arah? Simak terus kelanjutan kisah Zea, Arjuna dan Gavin.


\=\=\=\=\=\=\=


Penggalan Bab


Zea melempar tasnya ke sofa dan meninggalkan heels yang dia kenakan. Lampu apartemennya sudah menyala, artinya Gavin Mahendra suaminya sudah pulang. Malam ini Zea pulang lebih lambat karena ada rapat mendadak. Abraham, pemilik perusahaan jatuh sakit dan yang akan menggantikan sebagai CEO menjadi pembahasan membuat situasi bergejolak karena kubu-kubu yang mengusulkan nama pengganti CEO.


Zea membuka lemari es dan mengambil botol air mineral, menghabiskan hampir separuh isi botol yang cukup memuaskan dahaganya.


Brak.


Zea menoleh. “Mas Gavin sedang apa sih?”


Menaiki undakan tangga menuju kamarnya. Apartemen yang Zea dan Gavin tempati termasuk dalam kategori hunian mewah, dimana mereka tempati sejak dua tahun lalu setelah resmi menjadi suami istri.


“Brengsekk, apa yang kamu lakukan Gavin,” teriak Zea yang berdiri di tengah pintu kamar, menyaksikan Gavin yang sedang berpacu di atas tubuh seorang wanita. Zea bukan tidak mengetahui kelakuan suaminya yang masih berhubungan dengan mantan atau pun wanita lain. Pernikahan mereka murni karena perjodohan, dengan tujuan memperkuat bisnis keluarga kedua belah pihak.


“Shitt,” maki Gavin lalu beranjak menuju pintu. Mendorong tubuh Zea lalu membanting pintu dan menguncinya dari dalam.


“Gavin, sial*an kamu. Aku bilang jangan pakai kamarku dan jangan lakukan itu disini. Kita sudah sepakat, terserah kamu mau main gila di luar asal jangan di rumah ini.”


Tidak lama Gavin membuka pintu, sudah mengenakan boxernya. Mencengkram rahang Zea bahkan mendorong tubuh itu sampai terdesak ke dinding.


“Apa hakmu mengganggu bahkan berteriak seperti tadi. Apartemen ini milikku, terserah aku mau melakukan apa di sini.”


“Le-pas,” lirih Zea sambil memukuli lengan Gavin agar melepaskan tangannya. Zea sulit bernafas karena cengkraman tangan Gavin.


“Gavin kamu bisa membunuhnya,” ujar wanita pasangan Gavin yang tadi berada di bawah kungkungannya. “Aku pergi dulu ya,” ujarnya lagi sambil mencium pipi Gavin.


“Hati-hati, sayang.”


Gavin akhirnya melepaskan tangannya, membuat tubuh Zea merosot ke lantai. Zea menyentuh area bekas cengkraman Gavin sambil mengatur nafasnya. Teringat awal pernikahan dimana mereka memutuskan beberapa kesepakatan karena pernikahan mereka berdasarkan perjodohan bukan rasa cinta.


“Jangan mengusik urusan pribadi ku, aku tidak akan menyentuhmu. Karena kamu bukan tipeku sama sekali,” ujar Gavin.


“Baiklah, justru aku senang. Jadi walaupun kita berpisah aku tidak akan merugi.”


Gavin terbahak mendengar ucapan Zea. “Rugi? Dilihat dari sisi manapun, kamu dan keluargamu sangat diuntungkan dengan pernikahan ini. Kamu jangan naif Zea, pernikahan kita bukan seperti novel benci jadi cinta atau bahkan aku akan menjadi bucin lalu kita akan bahagia menjalani pernikahan ini.”


\=\=\=\=


Penasaran dengan kelanjutannya? Mampir ya, mampirlah masa enggak. 🥰😘