Not A Sugar Baby

Not A Sugar Baby
Life Must Go On



Grup calon orang sukses


Meisya telah menambahkan 081xxx


Bira : Sya, nomor siapa tuh ?


Meisya : Cewek tuh, cakep bener tau


Mario : Adek, boleh abang kenalan


Bira : Abaikan yang komen di atas


081xxx : Hai gaesss,,, Aruna yang cantik jelita ganti nomor ya, save dong


Bira : njir, kirain siapa


Mario : Potek hati abang


081xxx : hahahaha


Bira : Na,, Alan undang ke sini ya


081xxx :  jangan ngadi-ngadi deh


Meisya : Eh ide bagus tuh, sekalian aja lanjut pedekate, biar Una segera move on


Bira : habis putus Na ? Sama siapa ? Kirain jomblo


081xxx : Meisya gak jelas


Beberapa hari telah berlalu, Aruna menjalani hidupnya seperti biasa. Sedangkan Ben, masih belum mendapatkan informasi di mana Aruna tinggal. Aruna yang memutuskan hubungan dengan keluarganya membuat orang suruhan Ben tidak mendapatkan informasi dari hasil penyelidikan dan pendekatan dengan keluarga Aruna.


Ben menatap ke luar jendela besar dalam ruangannya, tampak gedung-gedung berdiri gagah dan angkuh. Jalanan yang terlihat padat kendaraan bahkan di titik tertentu terjadi kemacetan.


"Pak, sore ini pertemuan dengan PT Angkasa, apa ingin dijadwal ulang ?" tanya Bian pada atasannya. Belum ditemukannya Aruna membuat Ben tidak antusias menjalani pekerjaannya.


"Tidak perlu, minta Nora persiapkan draft kerja samanya," jawab Ben


"Baik pak."


"Apa sudah ada informasi tentang Aruna."


"Belum pak, orang kita sudah menemui pemilik cafe tempat nona Aruna bekerja, menurutnya nona Aruna sudah lebih dari 1 minggu tidak datang dan tidak bisa dihubungi" jelas Ben


"Media sosial, cari akun media sosialnya!" titah Ben


"Baik pak saya akan minta divisi IT mencari semua akun media sosial nona Aruna"


***


.....


Aku sekuat hati bertahan


Kamu sebisanya menghancurkan


Aku mengalah karena cinta


Kamu sengaja menggores luka


Dengan cara apa lagi


Kau melunakkan hati


Haruskah diriku mati


Agar kau bisa hargai


Andai kau merasakan


Sakit yang kau berikan kepada ku


Ku yakin kau tak akan


Sanggup untuk bertahan


Andai yang kau lakukan


Ku pastikan dirimu


Lebih rapuh dariku


Una sedang mendendangkan lagu Haruskah aku mati dengan diiringi gitar akustik yang dimainkan oleh Gio. Suasana Glowcafe malam ini agak ramai.


"Oke, request dari Dera untuk yang terkasih Bian. So sweet banget ya, Ka Gio kita kasih lagu apa nih untuk Dera dan Ka Bian," ucap Aruna


"Hmmm, gimana kalau i'm yours," jawab Dio


"Nah, cakep tuh. Spesial untuk Dera dan Ka Bian juga untuk para pasangan spesial lainnya yang hadir malam ini. Semoga Glow Cafe bisa menjadi saksi kebahagiaan kalian. i'm yours," ujar Una


Well, you done done me in, you bet I felt it


I tried to be chill, but you're so hot that I melted


I fell right through the cracks


Now I'm trying to get back


Before the cool done run out


I'll be giving it my bestest


And nothing's gonna stop me but divine intervention


I reckon it's again my turn


To win some or learn some


But I won't hesitate no more, no more


It cannot wait, I'm yours


Hmm (hey, hey)


Well, open up your mind and see like me


Open up your plans and, damn, you're free


And look into your heart and you'll find love, love, love, love


Listen to the music of the moment, people dance and sing


We're just one big family


And it's our God-forsaken right to be loved, loved, loved, loved, loved


.......................


Dera dan Bian sedang menikmati waktu mereka, menikmati hidangan diiringi tembang spesial untuk mereka yang sedang dilanda asmara. Bian melepaskan genggaman tangannya dengan Dera ketika ponselnya bergetar


"Hallo pak Ben."


"Sudah ada hasil pencarian media sosial."


"List akun dengan nama tersebut sudah ada pak, tapi akan lebih mudah kalau kita punya fotonya. Apa bisa bapak kirim ?"


Terdengar helaan nafas Ben dalam panggilan "Aku tidak punya fotonya."


"Agak sulit pak, tapi saya sudah kirim hasil pencarian dengan key word nama Nona. Karena hanya bapak yang tahu wajahnya jadi bisa bapak kroscek dulu."


"Ya sudahlah."


"Baik pak."


Bian mengakhiri panggilannya dengan Ben


"Ada apa Ka ?" tanya Dera pada Bian


"Bos, mulai bucin kayaknya," jawab Bian


"Sama siapa ?"


"Entahlah, aku belum pernah bertemu,"  sahut Bian lalu mengecup salah satu tangan Dera, tersenyum dengan sorot mata mereka memancarkan kebahagian.