MY DESTINY

MY DESTINY
Gelang Dari Benang Hitam



Malamnya setelah sarah memuaskan keinginan suaminya ia langsung istirahat, untung kali ini pandu tidak meminta banyak jadi ia masih bisa istirahat dengan tenang namun di jam 12 malam Emma menangis dan sarah bangkit dari baringanya dengan mata yang masih mengatuk.


"Ini jam berapa sih??"


Sarah melirik jam "Astaga baru jam 12 malam, astaga mana aku masih mengantuk lagi. Mau gimana lagi inilah resikonya punya anak."


Lalu Sarah pergi mengambil Emma dalam Box bayinya lalu ia membawanya ke kasur dan tidur bersama mereka di sana, sarah mulai menyusui Emma namun karna mengantu tanpa sadar ia tertidur dan tak lama bayi mungil itu menangis lagi padahal baru 15 menit sarah tidur,lalu sarah bangun lagi dan memeriksa popoknya yang rupanya dudah penuh.


"Astaga, rupanya popok mu sudah penuh. Mama kira kamu lapar tadi."


Lalu sarah bangkit dan pergi mengambil popok yang baru lalu ia mengantinya dan setelah selesai ia kembali berbaring dan menepuk bokong Putrinya hingga tertidur baru ia menyusulnya ke dalam dunia mimpi.


Namun 2 jam kemudian anak itu menangis dan sarah menyusuinya lagi dan hal itu terus terjadi selama 1 minggu hingga sarah mulai perlahan terbiasa namun untungnya suaminya yang pengertian selalu menggantikanya mengurus Emma di pagi hari sedangkan  malam harinya sarah yanga kan menjaganya.


Dan tak terasa sudah satu minggu, di hari minggu itu mereka membuat acara  untuk Emma dan  hal itu sengaja mereka buat kecil-kecilan dengan mengundang orang terdekat saja dan acara itu baru selesai pada sore harinya dan tamu yang tersisa cuman Erna dan Irwan yang sedang melihat green house joko di belakang rumah. Saat sarah sedang makan di meja makan karna dari tadi ia tak bisa makan dengan baik karna sibuk menyapa tamu namun tiba-tiba terdengar suara tangis Emma, sarah dan pandu yang mendengar hal itu lantas bangkit.


"Dek makan aja nanti mas yang lihat."


Sarah yang tadinya mau bangkit tidak jadi lalu membiarkan pandu pergi lalu melanjutkan makanya.


...××××...


Lalu pandu menenangkan putrinya dengan memberi asi hasil pompa asi sarah dan untungnya anak itu langsung tertidur dan pandu sedikit tenang.


"Astaga tak ku sangka sesulit ini memiliki anak, tapi sebenarnya yang paling kesulitan itu istriku dan bukan aku . Dia dari malam belum tidur dan bahkan makanya juga mulai sedikit walau kalok sehari busa 6-7 kali tapi aku tetap kawatir jika hal itu akan mempengaruhi kesehatanya."


Pada saat pandu sedang berpikir tiba-tiba Pintu kamar joko terbuka dan memperlihatkan  Sarah.


"Emma udah tidur belum??"


Sara melihat emma yang tidur tenang di pelukan pandu, dan akhirnya sarah sedikit tenang.


"Mas gak usah di gendong terus nanti kebiasaan ."


Lalu pandu segera membaringkannya lagi ke kasur namun karana hal itu malah membuatnya terbangun namun sarah lansung mengambil alih posisi pandu lalu ia menepuk bokongnya pelan dan anak itu perlahan tertidur.


"Mas bisa tolong ambilkan pompa asi yang ada di dalam tas luar ."


Pandu menganggguk lalu ia keluar dan mengambil pompa asi itu lalu ia kembali sedangkan di dapur para pelayan diam-diam meliriknya.


"Lihatlah, sejak memiliki anak tuan selalu sibuk membantu nona mengurus nona kecil, bukankah itu terlihat romantis, jarang sekalia kita bisa menemukan peria yang bisa seperti dia."


"Kamu benar."


Tak lama kepala pelayan datang "Cepat selesaikan pekerjaan kalian, ini cician piring sudah dari tadi saya suruh kalin cuci kenapa belum selesai." Seketika mereka terkejut lalu langsung melakukan pekerjaan mereka.


Setelah menerima pompa asi itu Sarah langsung memompa asinya"Apa bapak, om Irwan dan tante Erna udah balik dari green house??"


Sarah mengangguk paham lalu ia menyenderkan tubuhnya dan menutup matanya sebentar untuk tidur dan pandu yang meliaht hal itu memutuskan untuk keluar.


Dan ia tak sengaja melihat Erna, irwan dan joko akan keluar namun ketika mereka melihat Pandu mereka memutuskan untuk berhenti.


"Loh kebetulan, om sama tante mau balik dulu. Oh iya Emma sama Sarah dimana??"


"Emma udah tudur di kamar bapak dan sarah juga tidur bersamanya, kayaknya kelelahan bergadang malam bersama Emma semalam."


"Yaudah salamkan tante sama om mu padanya , kami balik dulu yah."


Pandu mengangguk lalu ikut mengantar mereka keluar dan setelah mereka pergi joko dan pandu masuk.


"Oh iya istri dan anak mu itu kamu kasih gelang dari benang hitam nanti, kalok kamu mau pakai juga gak papa, lebuh bagus juga."


"Buata pa pak??"


"Udah lakukan aja namanya juga tradisi kampung."


"Iya nanti aku buat kan."


Namun tak lama pintu kamar terbuka "Mas bisa angkat Emma ke atas." Pandu menoleh pada sarah.


"Iya dek, nanti mas bawa "


lalu sarah pergi ke kulkas untuk menaruh asinya baru setelah itu ia langsung menaiki lift karna saat ini ia ingin kekamar untuk tidur karns sudah sangat mengantuk lalu pandu pun menyusul sarah bersama putri kecil mereka Emma sedangkan barang barang Emma yana ada kamar joko sengaja di biarkan di tinggal karna besok sarah dan Emma akan lebih banyak menghabiskan waktu di bawah dari pada di atas karan pandu akan balik kerja.


...×××...


Singkat cerita di sebuah rumah yang berada di perumahan mewah seorang gadis terbangun dari tidurnya dalam kondi tanpa memakai bu*ana, dan di sebelahnya seorang peria tengah tertidur pulas, gadis itu meliriknya.


"Aku merasa kamu sudah mulai berubah, dan lagi siapa wanita yang kamu sebut terakhir setelah permainan kita selesai??"


Gadis itu nampak kesal "Sarah, apa hubungan mu dengan gadis itu. Apa jangan-jangan kamu sudah mulai berpaling dari ku hanya karna aku membenci anak kecil??."


Keristin nampak sedikit sedih dan tanpa sadar ia meneteskan air matanya "Aku membenci anak kecil bukan tanpa alasan, aku membenci anak kecil itu semua karna aku selalu iri pada mereka dan keirian ku itu menjadi benci. Aku selalu berharap di perlakukan seperti mereka bukan sebagia anak yang tiap harinya selalu merasakan ten*angan, tam*aran dan caci maki selama hidupnya."


Keristin sedikit frustasi "Bodoh, aku kenapa berbicara dengan orang yang sedang tudur, dia tidak mungkin mendengar apa yang aku katakan dan lagi jika dia mendengar juga tidak akan ada perubahn dalam hubungan kami."


Keristin turun dari kasur lalu berjalan ke kamar mandi dan perlahan ia menyakan shower dengan cukup deras lalu menangis sehingga suaranya tidak akan terdengar.


Sedangkan Felix ia nampak tidur dengan tenang karna di bermimpi jika ia menikah dengan sarah dan memiliki 2 orang anak bersamanya.


Felix mulai bermimpipi tentang sarah sudah sejak dari Amerika dan berlanjut sampai sekarang yang membuatnya makin tak bisa melepaskan gadis itu.


Bersambung....