MY DESTINY

MY DESTINY
episode 80 SEBUAH KETAKUTAN



Kendrick menatap sendu wajah Nayna. Seolah dia tidak tersinggung sama sekali dengan ucapan Nayna yang begitu menyakitkan.


"Ya, aku memang sudah gila Nayna. Dan aku gila karena dirimu. Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja. Apa yang seharusnya menjadi milikku maka selamanya harus menjadi milikku." saut Kendrick dingin. Raut wajah Kendrick sendiri seakan menyiratkan sebuah kekecewaan. Namun Kendrick berusaha untuk menahannya.


Nayna menggeleng tidak percaya dengan sikap keras kepala Kendrick.


"Kau egois. Kau bahkan tidak memikirkan nasib seorang anak jika kedua orang tuanya berpisah. Apa kau tidak punya hati nurani, sampai membuat hancur rumah tangga orang !!"


Air mata Nayna mengalir mengatakan hal itu, sembari membayangkan nasib buruk yang akan menimpa keluarganya jika Daniel menceraikannya. Nayna tidak ingin anaknya menjadi korban kelak.


"Aku tidak peduli. Jika memang ingin hancur, maka biarlah hancur. Suatu saat anakmu akan mengerti." sautnya santai tanpa menoleh kearah Nayna yang terisak dalam tangisnya. "Aku tidak mau tahu Nayna. Kau harus membujuk Daniel untuk menarik tuntutannya. Jika tidak, maka kau akan tahu sendiri akibatnya. Aku tidak main-main." ujarnya sembari melangkah pergi meninggalakan Nayna yang terisak sendiri diruangannya.


Kendrick bahkan tidak sanggup menoleh kearah Nayna. Kendrick tidak bisa melihat Nayna menangis seperti itu, seakan hatinyapun ikut teriris melihat Nayna yang menyedihkan.


("Maafkan aku Nayna. Aku akan membuatmu bahagia setelah ini. Kau akan menjadi wanita paling bahagia saat bersamaku nanti.") batin Kendrick.


****


"Bibi, kenapa kau terlihat murung?" tanya Alika melihat Nayna yang nampak kusut.


Nayna tersenyum tipis mendengar pertanyaan Alika.


"Tidak apa sayang, bibi baik-baik saja." sautnya, namun meski begitu, Alika tahu bahwa bibinya saat ini tidak sedang baik-baik saja.


"Bibi, Ika tahu bibi sedang tidak baik-baik saja. Tapi Ika tidak memaksa bibi untuk bercerita. Hanya saja, jika bibi sedang sedih. Cobalah bermain-main dengan Aksha, pasti bibi akan melupakan semua masalah bibi." ujar Alika. Nayna nampak berfikir sejenak. Ucapan Alika memang ada benarnya, namun ada juga salahnya. Karena saat melihat Aksha, Nayna jadi semakin takut untuk kehilangannya. Ancaman Kendrick membuatnya berada dalam situasi sulit saat ini.


"Ika? Boleh bibi bertanya?"


"Tentu saja boleh." sautnya tersenyum manis.


"Ika, jika bibi melakukan kesalahan. Apa Ika akan marah dan membenci bibi, serta pergi meninggalkan bibi?"


Alika sedikit bingung dengan pertanyaan Nayna. Namun akhirnya dia mulai mengerti.


"Ya, mungkin Ika akan marah. Tapi bukan berarti Ika akan membenci apalagi meninggalkan. Bagaimana pun juga, kebaikan bibi jauh lebih besar daripada kesalahan bibi."


Nayna tertegun mendengar penuturan Alika yang begitu polos. Namun Nayna masih belum bisa bernafas lega. Alika memaafkannya mungkin karena Alika berhutang budi padanya. Tapi Bagaimana dengan suaminya,? Pikirnya.


Kecemasan Nayna semakin berlanjut, saat melihat Daniel yang baru saja pulang dan mendekat kearahnya. Seperti biasa Daniel selalu mencium mesra pipi Nayna saat pulang.


"Ada apa Nayna? Apa ada masalah?" ujar Daniel melihat Nayna yang nampak kusut.


"Em, tidak ada. Aku hanya sedikit lelah." sautnya dengan memalingkan wajahnya, mencoba melarikan diri dari tatapan suaminya.


"Sebaiknya kau ceritakan padaku jika ada masalah Nayna. Percayakan padaku, bahwa aku bisa membantumu menyelesaikannya. Jangan menghadapi apapun sendirian." ucap Daniel lembut.


"Aku baik-baik saja, sungguh."


"Baiklah,"


Daniel memegang pipi Nayna sekilas lalu mendekati Aksha yang sedang bermain dengan Alika. Daniel bahkan belum sempat mengganti pakaiannya, dia langsung ikut bermain dengan Aksha. Pemandangan itu membuat Nayna tersenyum penuh ironi. Bagaimana bisa dia sanggup kehilangan kedua anugerah indah dalam hidupnya. Namun, apakah Daniel akan memaafkannya jika suatu hari nanti Daniel mengetahui semuanya.


Nayna menghembuskan nafasnya keras-keras.


***


"Daniel?"


"Eem," sautnya membalikan badan menatap Nayna.


Nayna menarik nafasnya untuk menghilangkan kegugupannya saat mengatakan permintaan Kendrick padanya.


"Aku rasa lebih baik kau tarik lagi saja tuntutanmu pada Kendrick." ucapnya sedikit ragu. Daniel mengubah ekspresinya yang tadinya hangat menjadi datar dan dingin.


"Daniel, semuanya sudah berlalu. Aku telah memaafkan perbuatannya. Bagaimana pun juga dia teman baik di masalaluku. Masalah ini mungkin bisa dibicarakan secara baik-baik."


Daniel menatap dalam mata Nayna. Mendengar pembelaan untuk pria lain membuat emosinya tersulut.


"Tidak."


Daniel meninggalkan Nayna untuk menuju tempat tidurnya. Daniel tidak ingin berdebat untuk hal itu lebih lama, karena Daniel tidak ingin akan membentak Nayna nantinya.


Nampaknya Nayna tidak menyerah. Dan menyusul Daniel dengan mengikuti langkahnya.


"Daniel, tolong pikirkan lagi!"


"Berhenti membela pria ******** itu Nayna. Pria itu tidak pantas mendapatkan simpati darimu ! Dia bukan hanya mencelakaimu, tapi juga ibu dan anakku. Aku tidak akan pernah memaafkannya. Biarkan saja dia mati membusuk dipenjara. Dia pantas mendapatkannya." ucap Daniel menggeram marah.


Nayna sendiri hanya terdiam mendengar Itu. Wajar, jika suaminya begitu marah. Siapapun akan marah jika ada yang mengusik ketentraman keluarganya. Namun situasi Nayna saat ini benar-benar sulit. Nayna sendiri bahkan bingung bagaimana lagi cara menghadapinya.


Nayna melirik kearah Daniel yang sudah memejamkan matanya. Nayna tahu bahwa itu hanya sebuah pelarian bagi Daniel untuk menahan emosinya. Wajah Daniel yang sedikit berkerut, menandakan bahwa pria itu sedang menahan emosinya sekuat tenaga.


Nayna menipiskan bibirnya. Pikirannya kacau. Perasaannya begitu kalut. Nayna terpaksa harus melunakkan hati suaminya yang sekeras batu. Dari pada rumah tangganya hancur karena ulah Kendrick.


****


"Kenapa kau masih belum melakukannya Nayna?" tanya Kendrick mendesak tubuh Nayna ketembok.


"Sudah kucoba. Namun Daniel tidak mau mendengarkanku." jawabnya nampak ketakutan melihat wajah Kendrick yang murka.


"Lakukan apapun agar Daniel mau menarik tuntutannya. Aku beri kau waktu selama 3 hari. Jika masih belum dicabut, maka kau tahu sendiri akibatnya Nayna." bisik Kendrick ditelinga Nayna.


Pria itu bahkan tidak melepaskan Nayna sama sekali setelah mengucapkan ancamannya. Nayna sendiri sudah tidak tahan berada terlalu dekat dengannya.


"Kau semakin cantik Nayna," ucapnya kali ini dengan lembut. Nayna sampai menatapnya kaget, bagaimana moodnya bisa berubah secepat itu.


Tanpa aba-aba Kendrick memangut rakus bibir Nayna yang berada dihadapannya Itu. Nayna sendiri sampai kaget dengan aksinya yang secara tiba-tiba itu. Nayna tidak membalas ciumannya, malah Nayna berusaha melepaskannya. Namun semakin Nayna berusaha ingin melepaskan ciuman itu. Maka semakin kuat Kendrick menahan kepala Nayna agar tetap pada posisinya.


Nayna sendiri sampai merasa pengap karena tidak bisa bernafas. Nayna memukul-mukul tubuh Kendrick, memaksa untuk melepaskan ciuman menjijikan itu baginya. Untungnya kali ini Kendrick melepaskannya, sehingga Nayna bisa mengambil pasukan udara dengan rakus karena sempat tertahan tadi.


Kendrick mengelap bibir Nayna yang nampak basah dan bengkak akibat ulahnya. Nayna menepis tangan itu seakan begitu jijik dengan sentuhannya.


***BERSAMBUNG .......


TERIMAKASIH TELAH MENGIKUTI ALUR CERITA INI DENGAN BAIK.


***


HAY GUYS KALAU KALIAN SUKA


JANGAN LUPA KASIH


LIKE 👍


KOMENTAR 😀


BINTANG 5


FAVORITE


KOIN


DAN VOTE SEBANYAK BANYAK NYA YA , DAN JANGAN LUPA KRITIK DAN SARAN NYA JUGA YANG MEMBANGUN


JANGAN ADA PLAGIAT DI ANTARA KITA YA " TERIMAKASIH***