
HAPPY READING
***
Daniel membuka matanya perlahan sembari memegang kepalanya yang masih terasa pusing. Mencoba menggali ingatannya tentang apa yang terjadi semalam, namun dia tidak bisa mengingat semuanya.
Daniel menatap kearah sumber suara tangisan yang telah mengganggu tidurnya sedari tadi. Mendapati Celine yang berada tidak jauh darinya. Menutup matanya dengan kedua telapak tangannya sembari menangis tersedu.
"Celine apa yang terjadi?" ucap Daniel panik melihat tubuh Celine yang polos dengan berbungkus selimut. Daniel semakin terkejut saat melihat tubuhnya sendiri juga demikian. Dia menggeleng cepat.
"Tidak, ini tidak mungkin." ucap Daniel cemas. "Aku tidak mungkin melakukan hal seperti itu padamu kan Celine !!" ucap Daniel sedikit membentak.
"Jika tidak melakukan lalu apa? Kau pikir kenapa tubuhmu tidak memakai pakaian! Kau memaksakan kehendakmu padaku, kau begitu marah dengan Nayna hingga melampiaskan segalanya padaku." ucap Celine disela tangisnya.
"Tidak, aku tidak percaya ... Aku tidak seperti itu Celine. Jangan berbohong padaku." bentaknya.
Celine sedikit ciut mendengar suara Daniel yang meninggi. Tapi hal itu tidak berlangsung lama. Saat melihat Daniel yang mendesah frustasi.
Daniel mengusap kasar wajahnya. Melihat wajah Celine yang kacau membuat Daniel sedikit melembut. "Maafkan aku Celine. Aku, aku mungkin tidak sengaja ..." ucap Daniel tergagap. Mendengar itu membuat bibir Celine berkedut, berusaha menahan senyumannya. Sepertinya Daniel telah masuk kedalam perangkapnya. Pikirnya.
"Sekarang apa ....?"
"Aku akan mencari jalan keluarnya, lebih baik kau tenangkan dulu dirimu." jawab Daniel membujuknya. Dan hal itu membuat Celine tersenyum puas dibelakang nya.
***
Semuanya tengah sibuk mempersiapkan rancangan terbaik mereka untuk ajang yang akan segera dimulai. Nayna sendiri gugup dan merapalkan banyak doa, agar desainnya tidak membuat malu perusahaan Daniel dan berbagai sponsor lainya.
"Nayna kau harus semangat ..." ucap Saina yang ikut serta menghadiri acara itu dengan wajah ceria yang biasa ia tampilkan.
"Saina, aku gugup sekali." ucap Nayna menggengam tanganya sendiri.
"Kenapa harus gugup, rancanganmu luar biasa Nayna. Kau sangat hebat dan berbakat." seru Saina mencoba memberi semangat.
"Saina benar mbak. Kau tidak perlu gugup, aku sangat yakin dengan hasil karyamu." saut Sassy yang datang bersama Hans.
Nayna mengangguk dan tersenyum lembut pada mereka. Untungnya Nayna dikelilingi oleh para sahabat yang selalu mensuportnya. Sehingga hal itu membuatnya lebih semangat.
"Terimakasih." ucap Nayna tulus.
"Saina ..."
Suara bariton itu membuat mereka seketika menoleh kesumber suara.
"Ternyata kau disini ! Aku mencarimu kemana-mana." ucap Frans bernafas lega.
"Frans. Kau juga disini?" ucap Saina menatapnya nanar.
"Tentu, Aku memiliki undangan resmi. Tadinya aku tidak ingin datang, tapi temanku Kendrick memaksaku untuk ikut dengannya." jawab Frans sembari menujuk Kendrick yang berada tidak jauh dari mereka yang sedang sibuk berbincang.
Nayna pun ikut menoleh kearah yang ditunjukan Frans. Entah mengapa kehadiran Kendrick disana membuatnya semakin gugup dan sedikit tidak nyaman. Ditambah lagi Kendrick yang seolah mendengar bahwa Frans menyebut namanya.
Kendrick mendekat dengan tatapan mengarah ke Nayna. Sadar dengan kehadiran Kendrick disana ia langsung bergegas menjauh dengan alasan merapikan lagi rancangannya. Terlihat raut kekecewaan diwajah Kendrick yang melihat Nayna seakan menghindar darinya.
Tentu hal itu tidak luput dari perhatian Sassy sedari tadi. Sassy menatap kearah Kendrick dan Nayna secara bergantian. ("Apa yang terjadi pada mereka?") gumam Sassy menyipitkan matanya.
Nayna terus berjalan sampai tidak memperhatikan jalannya. Dan tidak sengaja bertabrakan dengan Daniel.
"Nayna ada apa?"
"E, kau dari mana saja? Aku tidak melihatmu dari tadi!" ucap Nayna mencoba mengalihkan pembicaraa.
"Ayolah ... Acara akan segera dimulai." ucap Daniel datar. Nayna mengerutkan kening merasa ada yang aneh dengan Daniel kali ini. Dia bahkan tidak mengecup pipi Nayna meski hanya sekilas. Wajahnya pun terlihat datar, ditambah lagi kerutan didahinya seakan dia sedang mengalami sesuatu yang mengganggu pikiran nya, tapi apa? pikirnya.
Nayna segera melanjutkan langkahnya meski begitu banyak pertanyaan yang sangat ingin dia lontarkan.
Peragaan itu berjalan dengan lancar. Nayna mendesah lega saat rancangannya telah berhasil menarik perhatian semua orang.
koleksi yang dia hadirkan menggambarkan good side. Koleksi tersebut diinterpretasikan melalui palet warna pastel, seperti baby blue, krem, keemasan, serta putih. Untuk model busana, Nayna masih tetap setia dengan gaun bervolume atau ballgown, strappless dress hingga busana yang memeluk tubuh dengan hiasan berbagai macam detail, di antaranya bulu-bulu hingga fringe. Peragaan busana ditutup dengan munculnya dua model yang mengenakan busana dengan detail rumit.
Secara keseluruhan, busana tersebut menggambarkan kehalusan dan kualitas yang tinggi dalam pengerjaannya. Begitupula dengan penggunaan material dalam setiap potong busana. Material nya pun terdiri dari dari brukat, lace, plastik yang memberi kesan kaku sehingga lace-nya bisa berdiri, jacquard, scuba, serta silk.
Busana tersebut sangat cocok dikenakan oleh wanita yang mapan dengan gaya seksi, elegan, serta feminim.
"Wah selamat Nayna, sudah kuduga busanamu akan membuat semua orang terkesima." seru Saina antusias.
"Kau benar Saina. Aku sendiri masih tidak menduga akan hal itu."
"Selamat untukmu Nayna." ucap Kendrick yang berdiri dibelakang mereka.
Nayna hanya mengangguk pelan dan tersenyum kikuk.
"Berhubung kalian semua ada disini, aku ingin mengatakan bahwa aku akan menikah dengan Saina dalam waktu dekat ini. Aku harap kalian semua bisa meluangkan waktu untuk menghadirinya." ucap Frans yang membuat mereka semua terlonjak kaget.
"Apa ...? Menikah! Dalam waktu dekat. Apa itu benar Saina." saut Nayna tidak bisa menyembunyikan kekagetannya.
"Benar." jawab Saina seadanya.
"Kenapa harus terburu-buru? Apa dia mengancammu Saina? Jika itu benar maka aku akan menghajarnya sekarang juga." seru Sassy menunjukan tinjunya seakan bersiap ingin menyerang Frans saat itu juga.
"Tidak Sassy, aku mencintainya dan dia mencintaiku. Kami saling mencintai. Lalu untuk apa menunggu lagi, semakin cepat akan semakin baik." jawab Saina lembut dengan tersenyum manis dan menggandeng tangan Frans, seakan menyiratkan bahwa apa yang dikatakannya barusan benar adanya.
Nayna menipiskan bibirnya mendengar itu. Seolah menampar keadaannya saat ini yang berstatus sebagai tunangan tapi juga tidak kunjung membicarakan tentang pernikahan.
"Kau benar Saina. Kalau begitu selamat untuk kalian berdua. Semoga kalian bahagia" ucap Saina dengan tulus.
"Aku permisi dulu." sambungnya lagi, segera melangkah pergi meninggalkan mereka. Tentu saja Kendrick menatapnya kesal karena terus saja menghindar.
***BERSAMBUNG .......
TERIMAKASIH TELAH MENGIKUTI ALUR CERITA INI DENGAN BAIK.
***
HAY GUYS KALAU KALIAN SUKA
JANGAN LUPA KASIH
LIKE 👍
KOMENTAR 😀
BINTANG 5
FAVORITE
KOIN
DAN VOTE SEBANYAK BANYAK NYA YA , DAN JANGAN LUPA KRITIK DAN SARAN NYA JUGA YANG MEMBANGUN
JANGAN ADA PLAGIAT DI ANTARA KITA YA " TERIMAKASIH**** "