MY DESTINY

MY DESTINY
episode 76 JEBAKAN PERMAINAN



Dua tahun telah berlalu begitu cepat. Akhsa telah tumbuh menjadi anak yang luar biasa aktif dan cerdas. Ketampanannya benar-benar merupakan duplikat dari Daniel. Begitu pula dengan Sassy yang telah melahirkan anak mereka yang juga laki-laki. Namun berbeda dengan Daniel, anak Hans justru lebih mirip dengan ibunya. Sedangkan Alika saat ini usianya sudah menginjak umur 15 tahun. Semakin besar Alika semakin terlihat cantik dan menggemaskan. Namun kali ini sikapnya tidak lagi terlihat kekanak-kanakan. Sejak kehadiran Akhsa, Alika berubah menjadi seorang kakak yang bijak dan tegas pada sepupunya itu.


Akhsa berlari-lari dengan penuh keceriaan mewarnai mansion yang tadinya sepi bagai tak berpenghuni. Alika sendiri kesulitan mengejar Aksha yang lari begitu cepat.


"Akhsa berhenti. Kau bisa jatuh nanti !!" teriak Alika mencoba menghentikan Aksha. Namun Aksha tidak mau mendengar kan nya. Sampai pada akhirnya Akhsa menabrak tubuh ibunya sendiri sampai dia terjatuh.


Bugh


"Astaga !! Aksha ayo bangun, kenapa kau tidak mendengar kan kakakmu Alika, huh?"


Alika datang dengan terpengap setelah berlari mengejar Aksha, sembari menahan lututnya dengan kedua tangannya.


Nayna berlutut mensejajarkan tubuhnya dengan Aksha sembari memegang tangannya.


"Dengarkan ibu, hari ini ibu ada urusan penting. Mungkin ibu akan pulang terlambat. Akhsa sama nenek dan kakek ya, dan juga kakak Alika."


Aksha mengangguk patuh dengan cengiran lucunya.


"Berjanjilah pada ibu Akhsa tidak boleh nakal, apalagi menyusahkan nenek dan kakek !" ucapnya kali ini dengan menuntut.


"Baik ibu," sautnya.


Nayna memeluk dan mengecupnya sebentar lalu segera berbalik melangkah pergi.


Nayna sendiri bukannya tidak ingin menyewa pengasuh, hanya saja mertuanya melarang keras untuk mencari pengasuh putranya, selagi ada mereka. Lucia dan Marco dengan sangat senang hati menjaga cucu mereka selama Nayna bekerja. Untungnya Aksha juga bukan anak yang cengeng yang setiap kali ditinggal ibunya dia menangis. Akhsa bahkan sangat jarang sekali menangis.


***


"Kau yakin ingin pergi?" tanya Daniel menoleh kearah Nayna yang baru saja masuk kedalam mobilnya.


"Tentu saja suamiku, aku telah lama menantikan hal ini. Aku bahkan tidak sabar bertemu dengan para perancang terkenal yang lainnya." jawabnya antusias.


Daniel menghela nafasnya. "Baiklah," jawabnya lesu. Entah mengapa hal itu membuatnya merasa tidak enak. Namun Daniel sendiri tidak kuasa menolak permintaan istrinya kali ini.


Mobil mereka telah melaju. Daniel mengantar Nayna kepertemuan antar para perancang terkenal untuk mempersentasikan hasil rancangannya.


Nayna memulai persentasinya dengan menunjukan desain terbaik yang telah dia buat. Kali ini rancangannya lebih menarik dari sebelumnya. Mungkin karena Nayna giat belajar dari setiap kesalahanya sehingga dia bisa menciptakan ide desain yang memukau.


Tanpa Nayna sadari bahwa Kendrick sejak tadi memperhatikannya. Nayna sendiri tidak menyadari kehadiran Kendrick disana. Dia terlalu fokus pada desainnya untuk menyesuaikan konsepnya nanti.


Saat persentasi mereka selesai barulah mereka saling berjabat tangan dan Nayna mulai menyadari kehadiran Kendrick disana.


"Bagaimana kabarmu Nayna?" tanya Kendrick dengan tatapan penuh arti. Seakan menyiratkan kerinduan yang teramat dalam disana. Namun dia tidak bisa meluapkannya pada wanita yang sudah menjadi istri orang ini.


"Aku baik Ken!" jawabnya dengan tersenyum canggung.


"Aku telah menandatangai perjanjian kerja sama ini. Aku harap, kau tidak keberatan dengan semua persyaratanku."


"Persyaratan?"


"Ya,"


Belum sempat Nayna bertanya persyaratan apa. Salah satu perancang disana membuka suaranya membuat perhatian semua orang tertuju padannya.


"Dengar semua !! Untuk merayakan pertemuan kita yang luar biasa ini. Aku mengundang kalian untuk pergi ke Club ku yang baru saja dibuka. Kalian gratis untuk masuk kesana."


Semua orang bersorak senang disana. Namun tidak dengan Nayna yang menanggapinya biasa saja.


Dia tidak mungkin pergi ketempat seperti itu. Apa yang akan dipikirkan Daniel nanti.


"Nayna ayo," ucap salah satu perancang disana.


"Ah, tidak. Kalian saja." sautnya tersenyum ramah. Penolakan Nayna Membuat rekannya disana semakin gencar memaksanya untuk ikut. Sampai pada akhirnya Nayna tidak punya alasan lagi untuk menolak melihat wajah mereka yang memelas.


"Huhh ... Baiklah,"


Mereka semua pun bersorak senang. Dan segera menuju kelokasi.


***


Mereka berkumpul dengan memakai satu meja bundar yang besar.


"Ayo kita melakukan permainan !"


Ucap salah satu rekannya dengan menyuguhkan sebuah botol kosong ditengah-tengah meja.


"Permainan apa?"


"Sejenis Truth or dare. Namun kali ini berbeda. Cara mainnya mudah, kita tinggal membuat formasi duduk melingkar, kemudian putar botol ini dan tunggu sampai botol ini berhenti dan mengarah ke satu orang. Nah, perbedaannya adalah:


Orang tersebut harus memilih menerima tantangan atau minum wine. kalau memilih menerima tantangan berarti ia harus melakukan apapun yang diinginkan dari pemain lain jika dia tidak mau, maka dia harus meminum satu gelas wine sampai tandas. Bagaimana?"


"Kedengarannya seru !! Kami setuju."


Nayna menatap nanar kearah mereka semua sebagai tanda penolakan, namun dia tidak bisa beranjak karena tidak ada yang mendengarkannya.


("Ah, sial. Sepertinya aku akan berada dalam masalah besar.") rutuknya merasa sial hari itu.


Permainan pun dimulai.


Kendrick mendapatkan kesempatan untuk memutar botol duluan. Botol itu berputar cepat, sampai pada akhirnya berhenti di satu titik. Nayna sendiri seakan merapalkan mantra agar botol itu tidak berhenti pada dirinya.


Botol itupun mulai berputar pelan dan berhenti dihadapan Thomy, salah satu perancang pria yang ada disana.


Semua orang bersorak histeris karena memiliki kesempatan mengerjai rekan mereka yang lemah gemulai itu.


Nayna menghembuskan nafas lega karena terlewat dari ancaman itu.


"Baiklah Thomy, kami ingin kau memeluk salah satu tamu pria yang ada disini."


Thomy nampak tak keberatan dengan hal itu. Dia menerima tantangan itu dengan senang hati. Thomy berjalan sembari berlenggak lenggok dan menuju salah satu pria yang berada didekat bar. Menyadari gelagat Thomy yang mencurigakan pria itupun mundur secara perlahan sampai akhirnya dia berlari terbirit-birit. Saat tangan Thomy berusaha memeluknya.


Mereka semua tertawa geli melihat aksi Thomy yang agresif dengan ciri khasnya sendiri. Nayna pun tidak kuasa menahan tawanya Karena tingkah konyol rekannya itu.


"Baiklah, sekarang giliranku memutar botolnya. Kali ini aku yang akan memberikan kalian tantangan yang lebih dari yang aku lakukan tadi." ujarnya dengan menggerakan tangannya memutar botol itu.


Nayna kembali merapalkan doa agar botol itu tidak berhenti padanya. Namun kali ini doanya tidak terkabul. Botol itu berhenti tepat menunjuk kearahnya.


***NAYNA


BERSAMBUNG .......


TERIMAKASIH TELAH MENGIKUTI ALUR CERITA INI DENGAN BAIK.


***


HAY GUYS KALAU KALIAN SUKA


JANGAN LUPA KASIH


LIKE 👍


KOMENTAR 😀


BINTANG 5


FAVORITE


KOIN


DAN VOTE SEBANYAK BANYAK NYA YA , DAN JANGAN LUPA KRITIK DAN SARAN NYA JUGA YANG MEMBANGUN


JANGAN ADA PLAGIAT DI ANTARA KITA YA " TERIMAKASIH********