MY DESTINY

MY DESTINY
episode 86 DILUAR KENDALI



Suara ponsel Daniel berdering menampilkan nama Hans yang tertera disana. Daniel menggerakan tangannya mengangkatnya dengan malas.


"Katakan !!"


"Daniel, gawat ... Nayna, dia menemui Kendrick di panthouse pribadinya." ujar Hans begitu panik.


Daniel mengetatkan rahangnya. dan mengepalkan tangannya. "Biarkan saja jika dia memilih pergi dengan pria itu." sautnya ketus.


"Tidak-tidak, Daniel. Kau salah paham. Nayna tidak menemuinya untuk memilihnya. Nayna membawa pistol didalam tasnya. Entah, apa yang ingin dia lakukan, kumohon cepatlah temui dia, aku sendiri masih diperjalanan Mencoba untuk menghentikan nya." Suara Hans kali ini sedikit berteriak.


Ekspresi Daniel berubah menegang dan menjatuhkan poselnya begitu saja. Nayna? Untuk apa dia membawa pistol? Batinnya. Tanpa berfikir terlalu lama Daniel segera pergi kesana. Dikediaman Kendrick.


Daniel berjalan dengan langkah lebar menuju mobilnya untuk menyusul Nayna. Raut wajah Daniel penuh ketegangan. Dan kekhawatiran akan terjadi sesuatu pada istrinya.


Disepanjang perjalanan Daniel tidak hentinya merapalkan doa agar tidak terjadi sesuatu pada Nayna. Kecemasannya semakin menjadi saat mendapati jalanan yang macet. Daniel menggebrak kemudi dengan kesal, padahal tinggal beberapa kilometer lagi, dia sampai di panthouse Kendrick. Daniel menghembuskan nafasnya keras-keras. Serta mengeluarkan beberapa kata umpatan dan memaki tiada henti. Namun dia sadar hal itu tidak berguna sama sekali.


Jalanan yang terlihat semakin padat dan akan memakan waktu lama membuatnya semakin murka. Daniel sadar tidak ada jalan lain kali ini. Dengan tekad Yang kuat Daniel keluar dari mobilnya dan berlari dengan sekuat tenaga, meninggalkan mobilnya begitu saja.


Hans yang juga ikut terjebak dalam kemacetan sempat melihat Daniel yang berlari. Lalu pandangannya beralih kemobil Daniel yang semakin membuat jalanan macet. Suara klakson yang yang bersautan tiada henti dan Semua orang berteriak memakinya, Hans lah yang terpaksa turun tangan untuk mengamankan mobil Daniel.


~***~


Nayna memasuki panthouse itu dengan wajah datarnya. Melihat kehadiran Nayna membuat Kendrick tersenyum senang dan memeluknya erat. Nayna tidak menolak, bahkan dia diam saja, namun wajahnya masih terlihat datar.


"Nayna, aku tidak menyangka kau mau menginjakkan kakimu kesini."


Nayna tidak menjawab, malah semakin menatap benci pada pria yang saat ini bersikap manis padanya.


"Kau tidak ingin melakukan sesuatu padaku?" tanya Nayna masih dengan kedatarannya. Namun Kendrick menanggapinya dengan tersenyum nakal.


"Tentu Nayna,"


"Kalau begitu mari kita lakukan dikamarmu." ujarnya berjalan duluan menuju kamar pribadi Kendrick yang pastinya itu adalah ruangan privasi, tidak mungkin ada cctv disana.


Kendrick membuka satu persatu kancing bajunya, dan membuat tubuhnya bertelanjang dada. Nayna menyunggingkan senyuman penuh ironi.


"BERHENTI DISANA !!" ujar Nayna menghentikan langkah Kendrick yang mulai mendekatinya dengan mengacungkan pistol yang telah dia siapkan sebelumnya. Mata Kendrick terbelalak kaget melihat itu.


"Kau sangat tidak sabar rupannya,"


"Na-Nayna, apa yang kau lakukan? Turunkan benda itu, itu sangat berbahaya." ujarnya memajukan telapak tangannya kedepan mencoba menghentikan Nayna. Namun sayangnya Nayna malah semakin menguatkan pegangan pistol itu. Tidak berniat untuk menurunkannya sedikitpun.


"Sudah cukup Aku menjadi robot bagimu.


Sudah cukup kau mengganggu kehidupanku.


Kau ... Membuat rumah tanggaku hancur.


Kau .... Manusia egois berjiwa iblis yang melakukan segala cara Untuk memenuhi ambisimu.


Sekarang ... Aku akan mengakhiri semua permainan licikmu ..." tatapan Nayna berubah begitu dingin dan tajam. Sementara Kendrick membeku dengan penuh permohonan agar Nayna tidak melakukan hal itu padanya.


"Karena ulahmu, aku akan kehilangan kepercayaan dari suamiku ...


Karena ulahmu, nasib pernikahanku berada diujung tanduk ...


Kau ...


Harus mati ....


Nayna menekan pelatuknya dan ...


DUARRR


Satu tembakan melesat tepat didada kiri Kendrick. Entah memiliki keahlian dari mana Nayna bisa menembak sasaran setepat itu.


Tubuh Kendrick sedikit terhuyung kebelakang sembari memegang dadanya yang telah berlubang. Kendrick merasa begitu hancur, saat menyadari wanita yang begitu dicintainya begitu menginginkan kematiannya. Air mata Kendrick mengalir dari sudut matanya. Menatap Nayna dengan miris.


DUARRR


Sekali lagi satu tembakan melesat melubangi tubuhnya. Kendrick langsung ambruk dan meninggal ditempatnya.


BRAAKKKKk


Pintu kamar itu terbuka paksa menampilkan sosok Daniel yang masuk dengan raut kecemasannya. Ditambah mendengar suara ledakan senjata tadi membuatnya seperti kesetanan berlari sekuat tenaga. Melihat tubuh Kendrick yang tidak bernyawa, dan senjata yang masih melekat ditangan Nayna membuat Daniel melebarkan matanya.


"Nayna .... Apa yang telah kau lakukan??"


Perlahan Nayna melepaskan pistol yang tadi digenggamnya dan menjatuhkannya begitu saja. Nayna mengangkat dan menatap tangannya yang baru saja melakukan tindakan kriminal dengan menangis tersedu.


Daniel melangkah pelan ingin mendekatinya, namun Nayna memajukan tangannya, agar Daniel berhenti ditempatnya.


"Jangan dekati aku Daniel. Aku seorang pembunuh ... Aku," suara Nayna tercekat seolah tidak mampu melanjutkan ucapannya.


"Nayna ..."


"Daniel maafkan aku ... Aku tidak sengaja menghianatimu, aku benar-benar dijebak oleh pria ini. Maafkan aku Daniel ..." isak Nayna sembari berlutut dihadapan suaminya.


"Aku tahu aku tidak pantas mendapatkan maaf darimu, namun aku sangat mencintaimu hingga aku tidak bisa kehilanganmu. Kau adalah Duniaku, dan Aksha adalah darahku. Aku tidak bisa hidup tanpa salah satu dari kalian, apalagi jika kehilangan kalian berdua. Aku ...."


"Nayna ... " Daniel melangkah cepat menarik Nayna kedalam pelukannya. Hingga Nayna menumpahkan air matanya disana. Daniel memeluknya erat dan sesekali mengecup puncak kepalanya.


"Aku tidak akan meninggalkanmu Nayna. Kau adalah ibu dari anakku ... Mana mungkin aku memisahkan kalian." ujar Daniel disela pelukannya.


Nayna mengangkat wajahnya menatap tidak percaya. "Jadi ... Kau memaafkanku?"


Daniel mengangguk cepat. "Ya, aku memaafkanmu. Demi Aksha ... Demi anak kita. Kita akan membuka lembaran baru dalam hidup kita."


"Tapi ... Aku telah melakukan pembunuhan, apa aku akan masuk penjara?"


"Aku akan mengurusnya. Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja. Lagi pula ini semua tidak sepenuhnya kesalahanmu. Aku akan mengumpulkan semua bukti kejahatan Kendrick. Sebagai pembelaan untukmu."


Tangis Nayna semakin pecah, mendengar penuturan Daniel. Namun kali ini tangisnya berubah menjadi penuh haru. Nayna menangis didalam pelukan suaminya yang hangat dan menenangkan.


Daniel sendiri membiarkan Nayna menangis didadanya. Menumpahkan semua perasaan didalam pelukannya. Wajahnya tenggelam dirambut Nayna, sementara bibirnya mengucapkan bisikkan lembut yang dipenuhi cinta yang luar biasa.


"Aku mencintaimu Nayna. Aku akan belajar dari setiap kesalahan yang pernah kulakukan. Setelah ini tidak akan ada lagi yang mencoba mengusik rumah tangga kita."


("Terimakasih suamiku ... Aku sangat mencintaimu.") batinnya.


***BERSAMBUNG .......


TERIMAKASIH TELAH MENGIKUTI ALUR CERITA INI DENGAN BAIK.


***


HAY GUYS KALAU KALIAN SUKA


JANGAN LUPA KASIH


LIKE 👍


KOMENTAR 😀


BINTANG 5


FAVORITE


KOIN


DAN VOTE SEBANYAK BANYAK NYA YA , DAN JANGAN LUPA KRITIK DAN SARAN NYA JUGA YANG MEMBANGUN


JANGAN ADA PLAGIAT DI ANTARA KITA YA " TERIMAKASIH***