
PLAKK
Nayna menamparnya dengan begitu keras hingga Kendrick terdiam kaku merasakan sakit. Namun bukan sakit karena sebuah tamparan itu. Melainkan sakit dihatinya, karena baru kali ini Nayna berani melakukan hal itu padanya. Rahangnya terkatup rapat seakan menahan amarahnya dengan sekuat tenaga.
"Berhenti menyentuhku brengsek." bentak Nayna meluapkan semua amarahnya. Nafasnya kian memburu karena begitu marah pada Kendrick yang bersikap seenaknya.
"Kau tidak bisa mengaturku Nayna. Karena akulah yang akan mengendalikanmu. Karena kau hanya milikku, ingat itu."
"Meski kau berhasil dengan tujuanmu. Kau hanya akan memiliki ragaku, tapi tidak dengan hatiku. Kau hanya akan memiliki raga yang kosong Seperti tak berpenghuni. Aku tidak akan pernah memberikan hatiku padamu, kau manusia iblis yang merusak rumah tangga orang lain." maki Nayna menatapnya dengan tajam, seakan meminta dibunuh saat itu juga.
Emosi Kendrick semakin tak terkendali lagi. Dia mengangkat wajah Nayna dengan tangan kanannya dan menekan keras pipi Nayna. Nayna semakin menajamkan tatapannya seolah tidak takut sama sekali dengan Kendrick yang memerah karena dipenuhi amarah.
"Lebih baik kau bujuk Daniel untuk menarik gugatannya secepatnya. Aku tidak mau tahu Nayna. Ingat waktu yang kujanjikan, hanya tiga hari."
"Baiklah, aku akan berusaha. Tapi setelah aku berhasil, aku ingin kau melepaskanku, dan menghapus semua vidio Yang akan membuat rumah tanggaku hancur. Maka kita akan impas."
"Aku akan memikirkannya." sautnya acuh.
Kendrick segera melepaskan tangannya. Dan meninggalkan Nayna sendiri disana, seakan meratapi nasibnya. Nasib pernikahannya yang berada diujung tanduk.
***
~
"Apa kau yang bernama Alika?" ucap seorang pria yang mengawasi Alika beberapa hari ini. Pria dewasa bertubuh gempal dengan memakai pakaian serba hitam. Berucap datar padanya. Alika sampai mengerutkan keningnya karena merasa bingung.
"Benar." jawabnya singkat.
"Ikutlah denganku, tuan muda sedang menunggu anda dimobil. Dia memiliki urusan penting dengan anda.
" Ta-pi, aku baru pulang sekolah. A-aku tidak bisa," ucapnya sedikit takut dan bergegas meninggalkan pria itu. ("Siapa pria itu? Wajahnya terlihat mengerikan. Apa dia seorang penculik yang menjual organ tubuh?) Alika bergidik ngeri membayangkan hal buruk yang akan terjadi padanya jika dia mau mengikuti pria itu. Namun semua pikiran buruk itu semakin menjadi saat beberapa pria mencekalnya, dan langsung mengangkutnya masuk kedalam mobil. Alika berteriak dan memukul tubuh pria itu sekuat tenaga. Mencoba memberontak sebisanya, sayangnya, tenaga Alika tidaklah seberapa. Pria itu terlihat biasa saja, bahkan tidak terusik dengan pukulan Alika.
Alika terus menjerit meminta pertolongan sampai tidak sadar bahwa dia telah berada didalam mobil mewah yang telah duduk seorang pemuda berusia 7 tahun lebih tua darinya. Pria itu nampak kokoh dengan setelan kemeja dan jasnya. Namun wajahnya yang datar dan dingin membuat Alika bergidik ngeri. Siapa lagi pria yang sedang berada disebelahnya ini,? Batinnya.
AAaaaaaaaaaaaaaa
Tolongggghh
"Ck, kau berisik sekali. Diam, atau aku akan membungkam mulutmu!" ujarnya berdecak sebal. Alika diam sejenak mendengar gertakannya. Lalu kembali menjerit dengan suara nyaring yang khas, membuat gendang telinga siapapun seakan berdengung kuat, dan memekakkan telinga.
Pria itu terpaksa memberi isyarat pada anak buahnya untuk membuat Alika berhenti berteriak. Anakbuahnya mengangguk dan langsung membius Alika, sampai akhirnya Alika lunglai tak sadarkan diri.
"Dasar wanita, suka merepotkan !"
Pria itupun mendesah lega. "Ayo jalan."
~***~
Daniel mengepalkan tangannya kuat, mendengar nada permohonan Nayna yang terus saja membujuknya untuk menarik tuntutannya pada Kendrick. Tangan Daniel mengepal kuat serta menatap tajam Nayna yang dengan mudahnya memaafkan semua kejahatan pria yang telah mengganggu ketentraman keluarganya.
"Kumohon Daniel, lupakan masalah itu. Bagaimanapun juga Kendrick adalah temanku." lirih Nayna disela isakkannya.
"Kenapa kau bersikeras membelanya Nayna? Apa kau menyukai pria itu?"
"Tidak Daniel. Kau salah paham, demi apapun, aku tidak pernah sekalipun menyukainya. Dia hanya temanku, percayalah padaku ini demi kebaikan keluarga kita Daniel, kumohon .."
"Kalau begitu berhenti membelanya. Aku tidak akan pernah mencabut tuntutanku. Ini keputusanku." Daniel berucap dengan dingin. Daniel membalikan badanya untuk meninggalkan Nayna dikamar, namun suara ambruk membuat Daniel menghentikan langkahnya, dan melihat Nayna yang jatuh pingsan, dengan posisi menyamping. Daniel tersentak kaget melihat itu.
"NAYNA,"
Tidak menunggu waktu lama, dokter Itupun datang dan langsung memeriksanya.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Daniel khawatir.
"Dia hanya sedikit shock, dan terlalu banyak pikiran. Ditambah tekanan darah rendah yang sering menyebabkan dia kehilangan kesadaran. Bisa dikatakan, dia mengalami banyak tekanan emosional yang berlebihan sehingga menyebabkan stres ringan." ujar dokter itu menjelaskan.
("Tekanan emosional? Stres? Apa Hanya masalah Kendrick Nayna sampai Seperti ini?") batin Daniel menggeleng tak percaya.
Daniel menipiskan bibirnya, mendekat kearah Nayna yang mulai sadar. "Nayna,"
Daniel menatapnya begitu sendu dan merasa prihatin.
"Aku akan membatalkan tuntutan Itu." ucap Daniel tak rela. Wajahnya nampak murung, namun melihat Nayna yang seperti ini membuatnya menjadi luluh dan tidak tega.
"Apa kau serius?" tanya Nayna meyakinkan.
Daniel mengangguk pelan, dan sesekali mengecup puncak kepala Nayna. Daniel juga mencium dan menghirup telapak tangan Nayna yang terasa dingin. Nayna tersenyum mendengarnya. Tapi Nayna juga tahu bahwa tidak mudah bagi Daniel melakukan itu, jika saja bukan Karena Daniel begitu mencintainya.
"Terimakasih suamiku," lirih Nayna mengecup punggung tangan suaminya dengan hangat. Sembari merapalkan doa, semoga rumah tangganya tetap baik-baik saja. Dan semoga semua masalahnya segera berakhir.
Nayna tidak bisa membayangkan bagaimana harus hidup tanpa suami dan anaknya. Dengan sekuat tenaga dia Mencoba mempertahankan rumah tangganya. Dan setelah ini dia ingin menagih janji Kendrick yang akan melepaskannya.
"Istirahatlah." ujar Daniel lembut. Nayna mengangguk lemah dan memejamkan matanya. Sementara Daniel beranjak dari sana, pergi keruangan terbuka. Daniel mulai mencurigai sikap Nayna yang mulai aneh akhir-akhir ini. Bagaimana bisa wanita itu membela Kendrick yang telah mencelakainya dan memaafkan semudah Itu. Apa Nayna menyembunyikan sesuatu darinya? tapi apa?.
Daniel merogoh sakunya mengambil ponselnya disana, lalu menelpon Hans.
Panggilan tersambung dan Hans segera mengangkat nya.
"***Hans, aku ingin kau menyelidiki tentang Kendrick. Apa saja yang dia lakukan, dan awasi dia jika berani mendekati istriku."
"Baiklah***," saut Hans patuh.
******BERSAMBUNG .......
TERIMAKASIH TELAH MENGIKUTI ALUR CERITA INI DENGAN BAIK.
***
HAY GUYS KALAU KALIAN SUKA
JANGAN LUPA KASIH
LIKE 👍
KOMENTAR 😀
BINTANG 5
FAVORITE
KOIN
DAN VOTE SEBANYAK BANYAK NYA YA , DAN JANGAN LUPA KRITIK DAN SARAN NYA JUGA YANG MEMBANGUN
JANGAN ADA PLAGIAT DI ANTARA KITA YA " TERIMAKASIH*****