
Elvina mengerjapkan matanya saat matanya bertubrukan dengan sinar matahari.
Elvina mengucek matanya,ia berniat bangun tapi perutnya terasa berat seperti ada yang menahan nya.
Elvina terkejut," tangan siapa itu" gumamnya.
Elvina berbalik, bersiap untuk berteriak. Namun setelah melihat wajah tampan yang sedang tertidur pulas, ia urungkan.
"Astaga bisa bisanya lupa, gue kan baru aja nikah" ucap Elvina pelan sembari terkekeh.
Semalam setelah acara resepsi, mereka kelelahan dan akhirnya tidur dikamar Elvina.
Elvina terus memandangi wajah Risky yang sudah sah menjadi suaminya.
Elvina berusaha melepaskan lilitan tangan Risky di pinggang nya. Namun Risky malah mengeratkan nya.
"Diem sayang, aku masih ngantuk" ucapnya serak dengan mata yang masih terpejam.
"Lepasin dulu, baru kamu lanjutin tidur. Aku mau bantuin bunda" jawab Elvina.
"Ngga mau, ngga ada yang dipeluk. Mending kamu ikut tidur lagi aja. Bunda juga pasti memaklumi pengantin baru" ujar Risky.
Elvina menghela nafasnya. Akhirnya dengan sangat terpaksa Elvina memejamkan matanya kembali.
Mereka tidur berhadapan ,dengan Elvina yang mendusel pada dada bidang Risky. Dan tangan Risky yang masih setia memeluk Elvina.
1 jam berlalu, Elvina bangun terlebih dahulu.
"Iky, bangun udah siang" Elvina menepuk pelan pipi suaminya tersebut.
Dengan amat terpaksa akhirnya Risky membuka matanya,ia mengerjap ngerjapkan matanya terlebih dahulu, untuk menyesuaikan cahaya.
Elvina mencepol rambutnya asal. Namun saat ia akan berdiri , tangan nya di tahan oleh Risky.
"Apa lagi Iky" ucap Elvina.
Bukan nya menjawab Risky malah menarik tangan Elvina. Karena kehilangan keseimbangan, Elvina jatuh diatas tubuh Risky.
Deg deg deg!.
Jantung Elvina berdetak tak karuan, begitu pula dengan Risky.
Cup.
Risky mencium kening Elvina,"kiss siang nya hehe" ucapnya dengan terkekeh.
Pipi Elvina bersemu merah.
"Harusnya kan morning kiss, tapi ini udah siang" ujar Risky lagi.
"Udah lah, cepet bangun terus mandi. Kamu ngga laper si?" tanya Elvina.
"Laper lah".
"Ya makanya bangun".
"Kamu ngga mau kiss balik?" tanya Risky,"kalau kamu ngga ngasih kiss, aku belum mau bangun dan tentunya kamu terus disini sama aku".
Cup.
Elvina mencium pipi Risky dengan sangat cepat," udah tuh, bangun sana terus mandi. Nanti gantian".
"Terimakasih sayang" jawab Risky. Ia kemudian melepaskan tangan nya pada pinggang Elvina, dan kemudian beranjak memasuki kamar mandi.
Elvina sudah menyiapkan baju yang akan Risky pakai.
Risky keluar dengan handuk yang melingkar dibagian bawahnya, ia sedang menggosok gosokan rambutnya yang basah.
Glek!.
Elvina menelan salivanya susah payah melihat pemandangan didepan nya.
"Terpesona huh" ujar Risky.
"Apa si" lamunan Elvina buyar sudah.
Elvina langsung pergi memasuki kamar mandi secepat kilat dengan membawa bajunya sekalian.
Risky hanya terkekeh melihat tingkah istrinya yang menggemaskan.
^^^
Sepasang pengantin tersebut keluar bersama. Mereka langsung menuju ruang makan. Perutnya ingin sekali diisi.
"Pengantin baru telah datang" celetuk Rayhan.
"Apa si kak" ucap Elvina.
"Kalian tau ngga si sekarang jam berapa? " tanya Rayhan.
"Tau" jawab Elvina acuh. Ia sedang mengambilkan nasi beserta lauk nya untuk Risky.
"Manja banget, gitu aja diambilin," Rayhan sekarang sudah seperti Rizal. Ia selalu mencibir.
"Diem deh kak, gue laper. Makanya lo nikah. Biar bisa manja manjaan" sahut Elvina kesal.
"Segini aja, apa tambah?" tanya Elvina pada suaminya.
"Itu aja cukup kok".
"Ya udah nih".
"Makasih sayang" ucap Risky lembut.
"Sama sama sayang" Elvina sengaja mengatakan kata sayang dengan penekanan,ia melirik ke arah Rayhan yang sudah masam wajahnya.
Risky tertawa pelan,"muka lo jelek banget sumpah Ray" ucapnya.
"Ray, Ray, gue itu kaka ipar lo. Sopan sedikit dong".
"Buat apa,lo sama gue sama" jawab Risky acuh, ia langsung menyuapkan nasinya kedalam mulut.
"Eh, kak mama, papa, ayah,bunda sama Elina pada kemana?" tanya Elvina.
"Lagi pada pergi ada urusan katanya" balas Rayhan.
Elvina hanya ber-oh ria.
Selesai makan, Elvina dan Risky kembali ke kamar. Sebenarnya mereka ingin bersantai di ruang keluarga sambil menonton televisi. Tapi ada Rayhan, pasti dia rusuh.
Jadi mereka berdua akhirnya, kembali ke kamar. Pastinya bisa berduaan tanpa adanya pengganggu.
Elvina berdiri di balkon kamarnya dengan Risky yang sedang memeluk nya dari belakang.
Dagu Risky ,ia letakan pada bahu Elvina. Mereka berdua sama sama terdiam.
"Aku suka masih ngga nyangka loh, kita udah nikah" celetuk Risky.
"Sama, aku juga gitu. Udah gitu nikahnya sama kamu lagi" jawab Elvina terkekeh.
"Kan aku emang jodoh kamu, sejauh apapun kamu pergi,pasti balik lagi sama aku".
"Iyain aja deh biar cepet".
Risky langsung membalikan badan Elvina. Kini mereka berdua sedang berhadapan.
"Gemes banget aku tu" Risky mencubit hindung Elvina.
Mereka berdua tertawa bersama.
"Na aku mau bilang sama kamu nih, penting banget".
"Apa?" tanya Elvina.
"I love you" ucap Risky.
Elvina tersenyum,"I love you to" jawabnya.
Risky langsung menarik Elvina supaya lebih dekat dengan dia.
Cup.
Risky mencium kening Elvina lama. Ia memejamkan matanya, begitu pula dengan Elvina.
Mereka berdua selalu berharap, kebahagiaan selalu menyertai keluarga kecilnya.