MY DESTINY

MY DESTINY
43



suara musik yang bising di tambah penerangan yang sedikit minim hanya dengan kerlap kerlip lampu saja membuat suasana didalam semakin menjadi. pukul 23:00 dimana kebanyakan orang memanfaat kan waktu tersebut dengan beristirahat setelah lelah beraktivitas namun berbeda dengan seseorang yang terlihat masih betah berada di tempat haram seperti ini.


para wanita dengan pakaian khas mereka turut meramaikan dance floor yang di tanggapi oleh para lelaki yang ada disana. tak jarang tarian erotis pasangan-pasangan ditunjukan tanpa rasa canggung ,suara decakan karena penyatuan dapat terdengar sekilas karena terhalang oleh suara musik yang menggema.


"kasih gue segelas lagi" ucapnya pada seorang bartender yang kini hanya menggelengkan kepalanya.


"gabisa bos ,Lo udah mabok parah"


"ck gue bilang kasih lagi!" tegasnya membuat bartender tersebut kembali menuangkan whiskey kedalam gelas ,tak lupa dengan tambahan sedikit es batu seperti keinginan Alex.


glek


hanya dalam satu kali tegukan gelas itu sudah berubah menjadi kosong kembali ,ia menyandarkan kepalanya di atas meja Karena rasa pening yang sudah makin menjadi. wajar saja ,malam ini Alex sudah menghabiskan empat botol membuatnya mabuk berat saat ini.


"makin parah aja nih anak singa" ujar William yang baru saja datang bersama alaskar di belakangnya. mereka langsung menyusul kesana saat bartender yang merupakan salah satu anggota alaskar itu memberitahu jika Alex berada disana dan parahnya ia sudah mabuk berat karena menghabiskan empat botol whiskey.


"kelakuan kelakuan..kaya bukan anak kelas XI SMA aja"


"gausah nyinyir Lo! Lo juga sama biawak!" sergah vano membuat Ali memutar bola matanya.


"Lex, Lo udah molor apa gimana?" tanya David namun hanya di balas deheman singkat yang berarti pria itu masih sedikit sadar karena merespon ucapan mereka.


"lupa gue kalo si Alex kan tahan banting sama minuman gini" kekeh David.


"mumpung disini ,maen lah bentar mah" ajak Ali seraya menaik turunkan alisnya ,belum mendapatkan balasan dari kelima sahabatnya Ali sudah ngacir menuju dance floor dimana sudah ada gadis yang menjadi incarannya sedari awal.


Aksa hanya mendengus melihat nya ,lalu fokusnya beralih pada Alex yang masih menenggelamkan wajahnya pada lipatan tangan. ini sudah hampir satu bulan sejak Zeline menghilang dan mereka sama sekali belum mendapatkan informasi apapun mengenai keberadaan gadis itu. sekeras apapun mereka berusaha ,tidak ada yang dapat melacak dimana sebenarnya zeline berada.


mereka menatap iba kepada Alex yang kini semakin hancur tiada hari tanpa membuat ulah. terakhir kemarin pria itu berkendara dengan ugal-ugalan alhasil membuat nya menabrak beberapa pengendara motor. untung saja Alex adalah anak CEO ternama jadi hal itu dapat di tangani dengan gampang ,ia hanya membayar biaya kerusakan kendaraan dan rumah sakit bagi pengendara yang memiliki luka cukup parah.


pria itu benar-benar mencintai zeline dan kehilangan gadis itu membuat dirinya benar-benar hancur. ini pertama kalinya mereka semua melihat sisi rapih seorang Alex ,bahkan dulu saat Sandra harus mengalami koma ia tidak seterpuruk ini.


________________


pagi harinya suasana ruang makan hanya di isi dengan suara dentingan alat makan yang saling beradu. tidak ada yang memulai percakapan karena seseorang yang selalu mencairkan suasana sudah berangkat lebih dulu untuk menjenguk kedua orang tuanya. Ken yang selalu banyak berceloteh ,hari ini sangat pendiam entah apa alasannya begitupun dengan Nathan dan Alex.


mereka hanya fokus pada pikiran masing-masing seolah tidak menyadari keberadaan orang lain selain dirinya sendiri disana.


teng!


Nathan menyelesaikan kegiatan makannya mendahului para putranya ,ia berdehem singkat hanya untuk memecahkan keheningan "jelaskan pada papih soal kejadian kemarin ,Alex"


Alex yang di sebut namanya lantas mendongak ,ia sudah menduga jika Nathan akan menanyakan ini dan itu soal peristiwa kemarin "Alex gak sengaja pih"


"kelakuan kamu semakin di luar batas untung saja ada Abang kamu yang mau menangani kasus ini dan semalam kamu mabuk berat, sebenarnya apa yang terjadi sama kamu boy?!"


"tau Lo makin aneh aja tiap hari kelakuan ,tuh muka udah jelek banget"


"sebelumnya maafin Alex karena udah bikin keributan dan bikin papih repot___


"heh gue juga sering Lo bikin repot kampret!"


Alex mendengus mendengar komplenan abangnya "gue juga minta maaf karena sering repotin Lo bang ,tapi Alex punya alasan"


"alasan? apa karena gadis itu?" ucap Nathan mampu membuat Alex sedikit terkejut "papih tau?"


"jadi ini masalah cewe? Anjai suranjai gue kira apaan"


"papih selalu pantau kegiatan kalian ,dan soal pacar kamu yang pergi papih juga tau"


"Alex bingung harus cari dia kemana lagi" ujarnya terdengar sangat memprihatinkan. baru kali ini Ken melihat adik super laknat nya begitu terpuruk "jadi cewe Lo pergi?" tanyanya dan hanya mendapat anggukan dari Alex.


"papih lagi jalin kerjasama sama om Brama kan?"


Nathan mengangguk membenarkan "apa papih bisa bantu Alex?"


ia sedikit putus asa dan tidak tau lagi harus bagaimana untuk menemukan gadisnya dan berharap jika Nathan membantu semua akan segera terselesaikan "dia akan kembali Alex ,kamu harus bersabar"


"kembali?" ia tersenyum masam "ini udah hampir satu bulan dan Alex sama sekali gatau keadaan dan penyebab dia pergi"


"kita sudahi sarapan ini ,papih harus segera pergi ke kantor" ucapnya seakan menghindari obrolan mengenai kekasih putranya.



like by ali_doang and 993.457 others


komentar di tutup.


kelimanya kini menatap pria yang masih duduk diam sedari tadi tanpa mengeluarkan suara setelah melihat postingan yang haru saja di upload sahabatnya tadi. saat ini mereka berada di dalam kelas ,mengikuti pelajaran seperti biasanya dan ini semua karena Alex. jika pria itu tidak masuk kelas mungkin mereka sudah minggat ke warung Bu gowo atau paling mentok ke rooftop seperti biasa ,tapi sayang hari ini bos mereka tengah dalam mode tobat jadi bagaimana pun mereka harus tetap ikut.


vano mendengus ,bel pelajaran sudah berbunyi 10 menit yang lalu tapi guru mata pelajaran belum juga masuk dan ini adalah hal yang paling ia benci , yaitu menunggu ketidakpastian.


"mana sih tuh si gendut kagak denger udah bel apa?!"


"tau kalo murid telat dikit aja langsung kena semprot lah dia? udah lumutan gue nunggu nya!"


William yang hari ini duduk bersama Ali lantas menggeplak belakang kepalanya sedikit kuat "bacot Mulu Congor Lo!"


"heh protes aja anda! lagian punya Congor buat ngemeng lah jangan cuma jadi pajangan doang kaya si Aksa"


nah kan dia lagi yang kena ,udah lah Aksa mah diem aja udah salah.


"ngapa Lo bawa gue malih!!"


"dih idih udah mau nyaut bapak Aksa yang terhormat ,tapi maap saya gak kenal sama yang namanya Samsul!"


"eh Samsul tuh yang suka di kejar warga bukan sih?! woyy ada Malih woyy!!"


pletak


"itu maling goblok!" koreksi David membuat vano mengelus jidatnya yang terkena tampolan.


"gue punya pertanyaan ,buat lu semua yang pada bisa jawab gue kasih permen bubble" ujar Ali seraya baik ke atas meja "kenapa kalo di keyboard tulisan enter?"


semua kini saling menoleh seraya berbisik-bisik untuk menjawab pertanyaan dari Ali "lah emang kenapa bang?" balas Nolan dengan menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.


"gue nanya Lo malah balik nanya pe'a!"


"karena kalo tulisannya 'entar' program nya gak jalan-jalan yhaaaaaaa!!!" seru Ucok dari bangku paling belakang.


"kebo apa yang bikin lelah? ke Bogor jalan kaki"


"yhaaaaaaa!!!"


"hahahaha!!!!"


William hanya menggeleng kan kepalanya,tak habis pikir dengan teman-teman kelasnya yang sangat bobrok menyaingi kegoblokan si Ali dan vano.


"heh heh kalian kenapa pada naik keatas bangku hah?!! dan kenapa semuanya berisik?!!"


senyum yang tadinya merekah di wajah mereka perlahan pudar mendengar suara menyebalkan dari Bu gusti yang baru saja datang ,mereka pikir guru gempal itu tidak akan masuk kelas. "yah ibu sih masuknya lama bikin kita bete aja" ujar Ali dengan wajah so manjanya membuat David ingin sekali menampol nya.


"sudah jangan berisik , Sekarang buka halaman 103 dan kita lanjutkan materi Minggu lalu" ujarnya membuat semua mendengus pasrah.


"hai guys" sapa Sandra dengan sangat ramah tak lupa senyum cantik yang ia tunjukkan "hai sand ,udah sehat?" tanya vano sekedar basa basi.


"boleh ikut gabung?"


"duduk aja kali ,kaya ke siapa aja Lo" balas David dengan kekehannya.


"Lo belom pesen makan? mau gue pesenin?"


Alex menggeleng ,ia sangat tidak nafsu untuk makan apapun dan jika bukan karena paksaan alaskar ia lebih memilih tidur saja di rooftop dari pada harus ke kantin.


"Lo sana pesen ,gue udah laper banget"


"lah napa gue?! Lo aja kali" sewot Ali karena William menyuruhnya "itung-itung sebagai balas Budi karena semalem gue udah nganterin lo yang mabok ke rumah!"


"elah itungan banget Lo , yaudah yaudah gue mah Bae!"


"heh Napa narik gue Lo?!" kesal vano "Lo ikut! gue gak sanggup kalo bawa pesenan sendirian"


"manja Lo anyink!".


"semalem kalian ke bar?" tanya Sandra saat mendengar penuturan William "sebentar"


"kenapa? tumbenan banget?"


Aksa hanya menunjuk Alex dengan dagunya "dia" katanya membuat Sandra langsung mengerti.


"belom move on juga Lo? gue pikir udah lupa"


"san" tegur William karena ia tau jika topik mengenai zeline akan sangat sensitif bagi Alex.


"harusnya Lo lupain aja dia ,toh dia juga yang pergi ninggalin Lo tanpa sebab"


Alex hanya diam ,entah ia mendengar atau tidak semua ucapan wanita di sebelahnya. sesaat kemudian ia merasakan tangannya di peluk erat dan itu adalah ulah Sandra.


"anjim banget dah tuh cewe ,dari awal gue udah punya feeling gak bagus sama dia" ucap Bella yang baru saja memasuki kantin bersama teman-temannya.


"PPB banget! polos-polos bangsat" balas syeril yang sama kesalnya.


mereka sendiri langsung duduk di tempat yang kebetulan tak jauh dari keberadaan Alaskar dan satu wanita yang menarik perhatian siswi di kantin.


"kok si Alex diem aja sih di *****-***** gitu sama si *****?!" kesal Mora menyaksikan betapa leluasanya Sandra yang kini tengah menyandarkan kepalanya pada Alex "najis aing emosi!" balas syeril.


David yang melihat gebetannya berada tak jauh dari nya lantas beranjak lalu mendekati Bella yang kini hanya menatap malas padanya "udah pesen?" tanyanya dan Bella hanya mengangguk "kamu kenapa? aku bikin salah lagi?"


"engga ,cuma lagi kesel sama *****"


"*****? siapa?"


Bella memberi kode dengan menunjuk kearah tersangka menggunakan dagu nya "ehehehe si Sandra mungkin gaada maksud lain beb"


"gaada maksud lain gimana? orang tuh cewe pake nyender-nyender gitu, Alex nya juga malah diem aja"


"beb ,Alex bukannya biarin Sandra lakuin itu tapi kamu tau kan akhir-akhir ini dia gimana? kaya hilang semangat hidup" tuturnya bisa di lihat oleh Bella dan yang lain dari penampilan Alex yang sangat kacau. walau mukanya penuh dengan lebam dan luka gores tetap saja tidak melunturkan ketampanan miliknya.


"kita juga sedih banget ,zeline sama sekali gaada kabar mau di cari pun gatau harus kemana" lirih sela.


"apa kamu sama alaskar masih gabisa temuin info tentang zeline?"


"kalo udah ada titik terang mungkin si Alex gabakal ada disini ,dia udah minggat buat jemput cewenya"


benar juga.


huffttt kini mereka hanya bisa pasrah dan berdoa agar gadis itu baik-baik saja dan lekas kembali pada mereka. sampai saat ini pun Erina belum mulai masuk sekolah membuat mereka tidak bisa bertanya-tanya mengenai zeline karena mereka tau jika gadis satu itu pasti tau dan menyimpan rahasia mengenai zeline.


setelah pulang sekolah ,Alex memilih untuk langsung pulang kerumahnya mengabaikan kebiasaan nya yang selalu mampir sebentar ke warung Bu gowo atau markas alaskar. para sahabatnya tadi sempat memaksa dirinya ikut karena hari ini ada jadwal sunmori dan sumbangan pada beberapa panti asuhan namun tubuhnya terlalu lemas untuk melanjutkan aktivitas tersebut dan memerintahkan Aksa untuk menggantikannya.


15 menit ia habiskan untuk membersikan diri di kamar mandi kemudian mengambil sepasang pakaian santai lalu mulai berbaring. matanya menatap lurus pada langit-langit kamar yang berwarna hitam dengan ornamen putih membentuk sebuah galaksi.


pikirannya tidak pernah absen mengingat mengenai gadisnya ,apakah ia baik-baik saja disana? apa Shaquille nya juga merindukan nya sama seperti dirinya?. ia membuka benda pipih lalu mengetik beberapa pesan di room chatt teratas yang diberi emoticon love disana ,sesaat ia menunggu berharap akan ada balasan namun rupanya tetap sama. tidak ada balasan apapun.


tok tok tok


"nak ,Mamih boleh masuk?"


suara lembut nan familiar di telinganya membuat mata yang tadinya terpejam kembali terbuka "masuk aja mih"


setelah mengatakan itu perlahan pintu mulai terbuka. menampilkan wanita cantik yang selalu membuat hidup nya berwarna.


"Mamih ganggu kamu yah?"


"engga mih ,Alex lagi tiduran aja".


Kenzie duduk di pinggir kasur membuat Alex ber ingsut mendekat lalu merebahkan kepalanya pada pangkuan sang Mamih membuat kenzie tersenyum lalu mengelus rambut lebat nan halus milik anaknya.


"akhir-akhir ini kamu kaya banyak pikiran ,Mamih boleh tau alasannya?"


Alex mengangguk kecil ,ia sangat nyaman jika bercerita pada Kenzie dan kali ini pun rasanya tidak ada alasan lagi untuk nya menyembunyikan semuanya.


"Shaquille ,dia pergi"


kening wanita itu sedikit mengkerut "pacar kamu?" Alex mengangguk menanggapi "dia pergi kemana?"


"Alex gatau mih ,gaada kabar sama sekali bahkan dalam sebulan ini Alex gak dapet info apapun tentang dimana Shaquille sekarang"


Kenzie dapat melihat kesedihan dari sorot mata anaknya. Alex yang biasanya hanya menunjukan wajah dingin dan datar namun ekspresi nya kini terlihat sangat terpukul "sebelumnya kalian punya masalah?"


Alex menggeleng "Alex sama dia baik-baik aja mih ,tapi hari itu dia tiba-tiba pergi tanpa kabar"


Kenzie jadi mengerti betapa besarnya cinta putranya pada gadis bernama Shaquille yang pernah ia jumpai beberapa waktu lalu "mungkin dia punya alasan tersendiri lakuin itu sayang..kamu harus yakin kalo Shaquille bakal kembali ,mungkin dia butuh waktu untuk itu" ujarnya membuat hati Alex sedikit lebih tenang.


"Alex bakal tunggu dia sampai kapanpun".