MY DESTINY

MY DESTINY
episode 2



episode 2


Aku sedikit gugup bertemu Enrico untuk pertama kalinya setelah sekian lama kami tidak bertemu.. Ya terakhir aku bertemu Enrico saat aku kelas 1 SMP, saat itu Enrico kelas 1 SMA, ya Enrico 3 tahun di atasku dulu saat kami masih sering bertemu hampir setahun sekali kami bertemu, aku mau mau saja dijodohkan dengannya karena dulu dia memang tampan.. Kulit putih, tinggi bola matanya coklat dan... dia juga pintar, ahh.. tapi semua sudah berubah di hatiku kini ada Adrian orang yang selalu manis perhatian dan selalu memahamiku, lagian aku juga kan gak tau tentang Enrico sekarang dia juga pasti udah ada pacar disana..


Enrico


aku masih bermalas-malasan di kamarku saat pintu kamarku diketuk aku membukanya dan kulihat Papa sudah berdiri di depan pintu kamarku dengan nada yg tegas dia bicara.. "Enrico hari ini aaliya berangkat naik pesawat kira-kira jam 3 an dia sampai, kamu jemput dia jangan buat dia menunggu..!


Akupun menjawab sekenanya saja karena memang aku malas dengan perjodohan ini, akupun sudah punya kekasih di kampusku.. aku menjawab perintah Papa ku sambil berjalan kembali ke tempat tidur " Males lah pah, kan ada Pak Supri ( sopir di rumahku) sambil ku jatuhkan kembali badanku di atas tempat tidur..


Papa kemudian berkata dengan suara yang lebih tinggi dan dengan nada agak sedikit kesal " Enrico kamu tau apa konsekuensinya kalau kamu tidak menerima perjodohan ini..! Semua aset yang Papa miliki akan Papa sumbangkan ke Panti Panti asuhan dan kamu! tidak akan mendapatkan sepeserpun!!


Aku beranjak dari tempat tidurku " Iya iyaaa Enrico pergi jemput aaliya sambil berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka dan berganti pakaian.


Aku memakai kaos hitam dengan celana hitam casual sepatu kets dan topi kemudian aku berjalan menuju mobilku yang sudah diparkir di depan rumah oleh sopir ku, kemudian aku melajukan mobilku menuju Bandara sepanjang perjalanan aku memikirkan bagaimana aaliya sekarang dia yang dulu masih kecil yaa gadis kecil yang manis tapi sekarang sudah ada Diana di sisiku, aku mencintainya dia gadis yang baik, pintar, cantik dan diapun seorang model.. Aku sangat menyayangi Diana..


aaliya


Akhirnya Pesawatku tiba di kota A aku berjalan mencari cari orang yang akan menjemputku dan kemudian ada satu panggilan dari nomor yang tidak dikenal ke handphone ku, aku mengangkatnya terdengar suara pria dengan nada agak sedikit jutek bicara "aaliya loe dimana sih..!! lama banget!! Aku kaget karena tiba-tiba ada yang menelpon dengan suara seperti mengomel udah gatau nomer siapa aku jawab dengan nada yg agak jutek pula" Gw di Bandara siapa sih loe udah nelpon sok akrab marah marah lagi jawabku.. si cowok di telpon semakin jutek dengan suaranya "Iya gw tau loe di Bandara tapi gw gatau loe yang mana?! Loe kasih tau ciri ciri loe cepet!!


yee ngapain gw kasih tau ciri ciri gw! tar loe culik gw lagi!! jawabku.. kemudian aku merasa ada yang menarik tanganku sambil bilang Gw Rico mau dijemput ajah susah banget!! aku kaget karena dia menarik tanganku dengan sekaligus menuntunku menuju ke mobilnya sambil membukakan pintu dia bilang dengan nada jutek " masuk loe cepet!! Gw banyak urusan!! aku pun masuk ke mobil dengan wajah kesal dalam hatiku "gapernah gw di jutekin kaya gini" akupun pasang wajah cemberut sampai tiba di tujuan..


Enrico keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untukku di depan pintu Om Orang dan Tante angy sudah berdiri manyambutku sikap Enrico pun berubah gak sejutek tadi, dia membantuku membawakan koper pakaianku.. Tante angel menghampiriku dan langsung memelukku sambil berkata aaliya sayang udah lama gak ketemu kamu udah dewasa cantik lagi Rico pasti suka sama kamu sambil tersenyum dan mengelus pipiku.. aku hanya diam dan tersenyum aku mencium tangan Om Pras dan istrinya sambil menyapa mereka "Om sama Tante gimana kabarnya sapaku mereka menjawab dengan bersamaan baik sayang kata mereka,, kemudian Om Pras menanyakan kabar Papi dan Mami ku.. " Papi dan Mamimu gimana kabarnya tanya Om Pras Baik Om jawabku.. kemudian tak lama asisten rumah tangga mereka muncul sambil berkata " Kamar nona aaliya sudah saya bereskan Tuan Nyonya. Yasudah kamu balik ke dapur sana sahut Tante Angy. kemudian Tante Angy meraih tanganku sambil berkata "Ayo Tante antar kamu ke kamarmu, kamu istirahat bersih bersih nanti tante panggil kalau sudah waktunya makan malam.. Tiba di kamarku aku sedikit terkejut banyak foto2 ku terpasang di dinding, yah foto foto kecilku kamar yang besar dengan sofa dan kamar mandi di dalam nya membuatku merasa sepertinya ini tidak buruk dalam hatiku mereka mempersiapkan semuanya bahkan kamar tidurnya pun lebih besar dari kamar tidur ku sendiri. "Yasudah Tante tinggal dulu ya sayang ucap tante Angy sambil mengecup keningku," iya Tante terimakasih jawab ku.. Aku mengambil kimono mandi ku kemudian berjalan ke kamar mandi akupun berendam air hangat ahh serasa hilang semua penat di tubuhku.. aku mengganti pakaian ku dengan kaos yang agak besar dan celana pendek yang menampakkan jenjang nya kaki ku, aku memang gak suka pakai kaos kaos yang ketat aku rebahkan tubuhku di kasur hingga tak sadar aku pun tertidur.. malam nya asisten rumah tangga Enrico membangunkanku untuk makan malam.. selesai makan malam aku istirahat kembali ke kamar ku untuk menyiapkan perlengkapan kuliah ku besok..


Enrico


menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur, matanya menerawang memikirkan apa yang harus dilakukannya.. Besok dia harus berangkat ke kampus bersama aaliya, sedangkan Diana?? dia menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dia tidak bisa melawan perintah Papa nya namun dia juga tidak mau menyakiti hati kekasih nya.. "aku lelah memikirkannya ucapnya dalam hati dan kemudian memilih tidur untuk melupakan semua masalahnya..