MY DESTINY

MY DESTINY
Episode 12



#FLASHBACK



*ALISTA



Aku kembali duduk setelah mas Azri meninggalkan aku dengan Gilang.



"Alista" panggil Gilang untuk yang kesekian kalinya. Namun kali ini ia tak hanya diam tangannya menyetuh pipiku dan mengelus lembut disana.



Aku menepis pelan tangan dingin itu. Aku memberanikam diri menatap si pemilik tangan tersebut.



Tatapanya sendu seperti ada kehancuran disana.



Aku mengernyitkan dahiku. Penampilan yang biasanya rapih hari ini yang aku lihat berbeda. Wajahnya kusam dan lesu seperti tidak makan berhari-hari, rambutnya acak-acakan, bajunya yang berkerut



Dengan kemeja putih dan celana panjang bahan yang ia kenakan, aku tahu bahwa dia dari perjalanan jauh.



Apa dia memakai dasi? Tidak, dia paling benci benda itu. Bagaimana aku bisa tahu? Apa kalian lupa, aku pernah menjadi istrinya. Ya, walau hanya sebentar.



Kalian tahu apa yang dia obrolkan denganku? Tidak ada. Dia hanya diam menatapku dan aku tak menyukai itu.



'Oh Tuhan aku hanya tak ingin bertemu dengannya lagi. Katanya mau ngobrol, tapi sekarang apa. Aku yakin nanti malam aku pasti demam, aku merasa sangat stres hari ini. Itu sudah menjadi kebiasaan lamaku setiap aku merasa stress pasti akan dilanda demam di malam hari' gumamku hanya dalam hati.



"Kalau tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan, aku pergi dulu, aku harus pulang" final aku membuka suara untuk mengakhiri pertemuan mendebarkan yang tak terduga ini. Tanpa menunggu jawaban dari nya aku segera berlalu dan menghampiri Azri yang telah menunggu ku.



End...



***



Sore ini sudah menunjukkan pukul empat Sore. Alista tengah sibuk melipat baju dan menatap layar televisi.



"Tadi pagi aku kayak melihat mobil Gilang deh di depan. Nggak nggak, nggak mungkin, ngapain dia di sini" gumam ku lirih pada diriku sendiri.



"Mba"



"Mba"



"MBA" panggilan Evani mengejutkan Alista.



"Ehh van, udah mau pergi?"



"Ya ampuuun segitu fokusnya nonton sampe nggak denger di panggil berkali kali. Iya nih, udah ditunggu mba Sarah sama mas Danu di depan"



"Oh ya udah hati hati ya!"



"Loh mba nggak ikut nganter, kedepan gitu? "



"Hehe nggak deh udah PW. Salam aja buat mas Danu sama mba Sarah. Kuliah yang bener biar cepet lulus!"




"Wangalaikum salam"



Evanipun berlalu dengan menyeret koper mininya, hari ini ia kembali ke Jogjakarta karena masa libur semester nya telah usai. Alista masih diposisi semula.



Ting



Suara notifikasi pesan WhatsApp dari ponsel Alista. Dia meraba sisi sebelah kanan ia duduk, ia masih ingat terakhir dia meletakkan ponselnya disana. Terlihat nomor tanpa nama.



08**********


Aku merindukan mu



Alista menyatukan alisnya heran dan menutup kembali ponselnya. Tak lama kemudian suara notifikasi itu terdengar lagi.



Ting



08**********


Kenapa kamu memilih dia?


Apa kamu mengenal baik orang itu?


Apa kamu tahu baik buruk nya dia?


Aku harap kamu tidak menyesal nanti!



Kali ini Alista mulai geram ia tahu siapa sosok dibalik pesan tersebut lalu ia mengetikkan sesuatu pada ponselnya.



To 08**********


Bukan urusan kamu


Please don't disturb me


Just leave everything ebout me


Aku bukan bonekamu lagi



Ia menutup kembali ponselnya dan melemparnya asal.


"Yang benar saja. Siapa dia ikut campur urusanku"



"Kenapa lis" tiba-tiba suara Azri mengejutkan Alista yang sedang asik bermonolog.



"Ah mas, udah pulang. Kok aku nggak dengar mas ngetuk pintu"protes Alista dengan nada agak tinggi karena terkejut.



"Kamu aja yang nggak denger. Lagian pintunya juga nggak dikunci eh nggak ditutup malah kamu tuh terlalu ceroboh . Kalau ada maling masuk gimana?" Celetuk Azri sambil menyentil ujung hidung Alista.