
Nayna memandang lembut wajah putranya yang berada didekapannya. Bagaikan melihat pemandangan yang indah. Sentuhan kasih sayang Nayna mampu membuat sikecil nyaman dan hilang dari kegelisahan.
Nayna menatap terpesona pada paras wajah putranya yang begitu tampan dan lugu yang menyentuh kalbu. Wajahnya merupakan duplikat dari Daniel, hanya saja warna matanya yang menyerupai Nayna.
"Lihatlah, dia sangat mirip denganmu," ucap Nayna lembut menatap Daniel yang tersenyum sumringah menatap putranya yang terlelap sejak tadi.
"Kau benar, tentu saja karena dia anakku." saut Daniel berusaha sepelan mungkin, takut akan membuat sikecil bangun.
"Jadi, nama apa yang akan kau berikan pada anakmu?"
Nayna nampak berfikir sejenak, "Aku akan memberinya nama Aksha. Yang artinya berkah atau mukjizat." ucap Nayna memandang Daniel seakan meminta persetujuannya.
"Aksha Padila. Nama yang bagus." saut Daniel mengangguk setuju.
"Nama indah yang ku berikan untuknya. Itu adalah sebuah doa,harapan dan cintaku. Aksha adalah titipan terindah dalam hidupku, Tiada yang lebih membuatku bahagia selain kehadirannya."
"Kamu sangat luar biasa Nayna, kamu berhasil melakukannya! Aku bangga padamu !!
Terima kasih sudah melahirkan anak kita ke dunia, sayangku.
Terima kasih telah membuatku menjadi pria, suami, dan seorang ayah." ucap Daniel dengan begitu tulus, Daniel menghadiahkan banyak kecupan didahi Nayna seakan ungkapan perasaannya barusan tidaklah cukup, untuk mengungkapkan kebahagiaan nya.
Nayna mengembangkan senyumannya, mendengar ungkapan manis dari suaminya itu, bagaikan alunan melodi yang indah untuk didengar.
"Bagaimana keadaanmu Nayna?" tanya Lucia yang tiba-tiba datang saat Daniel dan Nayna sibuk dengan dunia mereka sendiri.
"Aku sangat baik ibu. Ibu sendiri Bagaimana?"
"Ibu baik-baik saja sayang,"
"Mana cucuku, aku ingin menggendongnya." ucap Marco mendekati cucunya yang ada disebelah Nayna. Nayna sendiri tidak membiarkan perawat meletakan putranya di box bayi, karena tidak ingin jauh-jauh. Dan saat Aksha menangis, Nayna sudah siap siaga jika berada didekatnya.
Daniel mencegah ayahnya untuk mendekati putranya.
"Tidak sekarang ayah, Aksha sedang tidur." ucap Daniel menahannya.
Marco berdecak sebal melihat tingkah anaknya itu.
"Dasar anak durhaka. Jadi kau telah memberinya nama tanpa sepengetahuanku?" makinya kesal.
"Maaf ayah, ini sudah kewajibanku sebagai seorang ayah untuk memberinya nama. Tenang saja aku menautkan nama keluarga kita juga disana. Yaita Padila, jadi Aksha Padila. Bagaimana baguskan !!" ucap Daniel mengangkat bahunya.
"Tentu saja kau harus menautkan nama keluarga kita. Jika tidak, maka aku akan mengutukmu." sarkasnya.
Nayna hanya terkekeh geli melihat pertengkaran ayah dan anak yang seakan tak pernah ada habisnya itu.
Lucia sendiri nampak tak keberatan dengan nama itu. Menurutnya nama itu sangat cocok untuk cucunya itu.
"Bibiiii ...." pekik Alika memanggil Nayna dengan begitu antusias. Membuat mereka semua menoleh kesumber suara. Alika berlari mendekati Nayna, dan diiringi oleh Sassy dan Hans dibelakangnya.
"Dimana adik kecilku?" tanya Alika dengan wajah polosnya.
"Dia sedang tidur sayang." saut Nayna pelan.
"Bibi, adik kecilku ini lucu sekali. Boleh Ika bermain dengannya saat dia bangun nanti?" Nayna begitu gemas dengan kepolosan Alika sampai mencubit lembut pipinya. "Tentu saja boleh Ika sayang," jawabnya yang membuat Alika bersorak senang.
"Hay mbak, Bagaimana keadaanmu?" suara Sassy menyapanya.
"Seperti yang kau lihat, aku sangat baik." jawabnya tidak bisa menghilangkan senyuman nya.
"Syukurlah kalau begitu. Semoga kau segera pulih, ya. Kenapa wajahnya lebih banyak mirip Daniel?" tanyanya dengan melirik Daniel.
"Tentu saja karena dia anakku. Jika mirip dengan Hans, baru kau boleh curiga." sautnya asal. Nayna hanya terkekeh mendengarnya.
"Sassy, sudah berapa bulan kandunganmu?"
"Bibi doakan semoga lancar sampai persalinan."
"Terimakasih bibi,"
"Hans, ikut aku sebentar." ucap Daniel melangkah keluar mendahului. Hans mengangguk dan langsung mengikuti langkah Daniel.
"Bagaimana? Apa kau sudah berhasil menyelidiki siapa dalang rencana pembunuhan ini." tanya Daniel langsung ke inti.
Hans menggeleng lemah. "Mereka melakukannya dengan bersih, bahkan tidak ada jejak sedikitpun. Sedangkan salah satu orang yang berhasil kami tangkap, dia lebih memilih mati dari pada memberitahu siapa yang telah menyurunya."
Daniel menggeram kesal mendengarnya. "Siapa yang telah berani mengganggu keluargaku ! Apa sebenarnya yang diinginkannya?"
"Siapapun orang itu, sebaiknya kau lebih berhati-hati mulai sekarang. Aku rasa dia tidak akan berhenti sebelum mendapatkan apa yang dia inginkan." saut Hans memperingati dengan lembuh.
"Kau benar Hans. Aku akan melakukan penjagaan ketat untuk keluargaku. Tidak akan aku biarkan ada yang menyakiti keluargaku lagi."
***
Brakkkk
Kendrick memukul keras mejanya merasa benar-benar marah pada anak buah suruhannya yang gagal dalam misinya.
"Jika sampai terjadi sesuatu pada Nayna maka aku akan menghancurkan kalian semua." sarkasnya. "Enyah, dari hadapanku sekarang."
Kendrick sengaja menyuruh orang untuk mencelakai anak yang ada dikandungan Nayna. Namun kecelakaan yang terjadi sangat jauh diluar dugaannya. Saat ini, dia justru mengkhawatirkan keadaan Nayna. Namun dia tidak mungkin untuk menemuinya. Daniel pasti akan curiga, dan jika Nayna mengetahuinya, tentu Nayna pasti akan membencinya. Kendrick tidak ingin hal itu sampai terjadi.
"Sial ... Apa yang harus aku lakukan sekarang!" makinya kesal.
Kehamilan Nayna membuatnya tidak bisa berkutik. Kendrick bahkan tidak bisa menjangkau Nayna sejak kehamilannya. Dan saat ini, setelah kelahiran anaknya. Kendrick akan menunggu lagi sampai keadaan Nayna pulih. Baru dia akan menjalankan rencana selanjutnya.
"Aku harus bersabar sedikit lagi. Setelah itu aku akan mendapatkan mu Nayna." gumamnya sembari menenggak wine yang ada dihadapannya sampai tandas.
ambisi yang muncul begitu saja, mengubah karakter Kendrick yang tadinya begitu lembut dan baik, menjadi sosok yang mengerikan. Dimana hasrat dan juga nafsu untuk mencapai sebuah keinginan, dengan disertai usaha yang cukup keras, bahkan untuk usaha yang dilakukannya tersebut bisa dikatakan sangat memaksa, agar nantinya bisa mendapatkan keinginan yang ingin dicapainya.
Obsesi yang dimilikinya sendiri juga dikatakan sebagai sebuah kemauan dan keinginan yang terlalu mendalam, dimana dalam hal ini menggunakan emosi yang memang sulit dikendalikan dan juga berbagai sifat berlebihan yang dipakai agar nantinya bisa mendapatkan hal yang diinginkannya.
Kendrick selama ini selalu bersikap baik, hingga apapun yang dimilikinya diambil oleh orang, termasuk wanita dimasa lalunya dulu. Namun dia hanya diam seolah pasrah menerima kenyataan. Tapi setelah bertemu dengan Nayna, dia merasa jengah untuk mengalah. Kendrick merasa kali ini dia harus memperjuangkan cintanya meski dengan cara yang salah.
****
***BERSAMBUNG .......
TERIMAKASIH TELAH MENGIKUTI ALUR CERITA INI DENGAN BAIK.
***
HAY GUYS KALAU KALIAN SUKA
JANGAN LUPA KASIH
LIKE 👍
KOMENTAR 😀
BINTANG 5
FAVORITE
KOIN
DAN VOTE SEBANYAK BANYAK NYA YA , DAN JANGAN LUPA KRITIK DAN SARAN NYA JUGA YANG MEMBANGUN
JANGAN ADA PLAGIAT DI ANTARA KITA YA " TERIMAKASIH*****