
Hari ini Elvina, Rayhan, Farel dan Sarah akan berangkat ke Indonesia.
Sebenarnya hanya Elvina dan Rayhan yang akan pergi untuk menghadiri pernikahan Riyan. Tapi Farel dan Sarah ingin ikut. Mereka ingin bertemu dengan orang tua Elvina.
Didalam pesawat, Elvina duduk manis menyandarkan kepalanya pada bahu Rayhan. Mungkin orang yang lihat mereka itu adalah sepasang kekasih. Namun mereka hanyalah sudara tiri.
"Tidur aja, nanti gue bangunin kalau udah sampe" ucap Rayhan. Ia sedari tadi mengelus rambut Elvina supaya cepat tidur.
Tapi nyatanya,Elvina masih terjaga.
"Susah merem tau" jawabnya.
"Ya meremin aja" sahut Rayhan.
Hening, tak ada sahutan apapun dari Elvina. Rayhan langsung menunduk dan menoleh. Ternyata Elvina sudah tidur. Terdengar dari deru nafasnya yang teratur.
"Katanya susah merem, eh tau tau udah tidur aja" cibir Rayhan pelan.
^^^
"Nana bangun kita udah sampe" Rayhan terus berusaha membangun kan Elvina.
Elvina mengerjapkan matanya," udah sampe ya?" tanyanya.
Mungkin nyawanya belum terkumpul. Hihi.
"Udah, makanya ayo turun. Papa sama mama udah turun duluan" Rayhan menarik Elvina supaya berdiri.
"Iya iya sabar" kesalnya.
Selama penerbangan Elvina terus tertidur, mungkin dia sangat lelah. Sepulang dari pemotretan, langsung terbang ke Indonesia.
Ya, Elvina memang seorang model,selain bernyanyi ,ia juga berbakat dalam bidang model. Makanya ia mengambil kuliah di Paris.
Memang si masih banyak universitas terbaik di berbagai dunia. Tapi kampus impian Elvina di Paris.
Awalnya mungkin ia sangat ragu bisa diterima disini. Tapi Tuhan sedang berbaik padanya. Ia masih diberi kesempatan untuk meraih mimpinya.
Meskipun jauh dari orang tuanya.
Mereka ber empat kini sudah ada di dalam taksi. Ia akan langsung kerumah Elvina.
Kenapa Fajrin tidak menjemputnya?,karena Farel menolak. Ia tak mau merepotkan adiknya.
Tak butuh waktu lama, mereka telah sampai dikediaman orang tua Elvina.
Mereka masuk langsung disambut hangat oleh Fajrin dan Nadin.
"Ya ampun sayang, bunda kangen banget" Nadin langsung memeluk erat putrinya.
"Nana juga kangen" Elvina membalas pelukan ibundanya.
"Sudah sudah, kangen kangenanya didalam saja. Kasian mereka baru sampai" ucap Fajrin,"ayo masuk" ajaknya.
Mereka semua langsung masuk kedalam, Elvina berjalan dengan menggandeng tangan adiknya.
"Silahkan duduk" ucap Fajrin.
Nadin langsung pergi ke dapur untuk Membuatkan minum.
"Diminum dulu, pasti kalian lelah" ujar Nadin. Ia sebenarnya agak canggung, bertemu dengan Farel. Melihat dia, Nadin langsung teringat kejadian dimasa lalu.
Tapi Nadin langsung mengenyahkan pemikiran itu. Ia tak boleh berlarut dalam masa lalu. Lagian mereka sudah berbaikan.
Farel sudah meminta maaf dengan Nadin.
"Sudah lama sekali kita tidak bertemu ya jeng" ucap Sarah pada Nadin.
"Iya semenjak kamu pindah. Rayhan juga jarang kerumah" jawabnya.
"Aku sampe ngga nyangka lo, kamu nikah sama mas Farel" Nadin berkata lagi.
"Aku juga ngga nyangka ternyata Elvina anaknya mas Farel" jawab Sarah," dan sekarang dia juga anak ku".
Nadin hanya tersenyum kaku.
Saat ini diruang keluarga hanya ada Fajrin, Farel, Sarah dan Nadin.
Sedangkan Rayhan, Elvina,dan Elina sudah pamit untuk pergi ke kamar masing masing. Rayhan akan beberes dan istirahat sedangkan Elvina akan quality time dengan adiknya.
Perbincangan antara orang tua terus berlanjut.
^^^
Keesokan harinya Elvina dan Rayhan sudah bersiap akan pergi ke acara resepsi pernikahan Riyan dan Ayu.
Kali ini Elvina tamping cantik dengan dress sabrina warna dark blue 5cm diatas lutut,rambutnya ia biarkan tergerai, hanya diberi jepit rambut di sisi kiri untuk menambah kecantikan .
"Buset cantik amat" celetuk Rayhan.
"Bisa aja lo. Cepet berangkat" ajak Elvina.
Setelah berpamitan,mereka langsung berangkat ke tempat acara.
Tak butuh waktu lama mereka sampai,acara kali ini dilaksanakan di gedung.
Elvina dan Rayhan memasuki gedung dengan beriringan. Mereka langsung menaiki panggung untuk memberikan selamat.
"Selamat buat lo berdua, semoga langgeng sampe kakek nenek" ucap Elvina. Ia menjabat tangan Riyan, dan kemudian berganti memeluk Ayu.
"Makasih Na" jawab Ayu,"kamu cantik banget Na, lama ngga ketemu kita ".
"Aduh jadi malu, lo lebih cantik. Kan lagi jadi ratu sehari" jawab Elvina malu malu.
"Selamat ya bro, gue sama Elvina udah bela belain terbang dari Paris buat dateng diacara nikahan lo ni" sahut Rayhan pada Riyan.
"Iya makasih banget best friend gue. Kapan nyusul?".
Inilah pertanyaan yang bikin orang jomblo males datang ke acara nikahan"kapan nyusul?".
"Nunggu ada calon nya" jawab Rayhan sebal.
"Bercanda bro, Baperan banget".
"Dahlah males gue" jawab Rayhan," ayok Na kita ngabisin makanan disini" ajaknya.
"Kita pamit dulu ya" ucap Elvina.
Elvina dan Rayhan langsung duduk ditempat yang telah disediakan.
"Cari siapa?" tanya Rayhan, sedari tadi Elvina terus menoleh ke kanan ke kiri seperti sedang mencari seseorang.
"Itu si Iky, katanya mau pulang. Eh apa ngga jadi pulang ya".
Rayhan hanya manggut manggut saja,"nanti juga nongol sendiri".
Tak berselang lama,pandangan Elvina menatap seorang pemuda dengan setelan jas yang begitu pas ditubuhnya.
Siapa lagi pemuda tersebut kalau bukan Risky. Rasa rindu yang Elvina pendam kini telah menguar begitu melihat kekasihnya didepan mata.
Selama Ldr mereka hanya bisa bertukar pesan dan sesekali vidio call.
Elvina langsung melambaikan tangan nya saat pandangan Risky ke arahnya.Senyum Elvina tak pernah pudar.
"Hai" sapanya.
"Ya ampun iky, aku kanget banget. Akhirnya dateng juga" ucap Elvina dengan semangat. Ia bahkan tak membalas sapaan Risky.
Sedangkan Rayhan hanya memutar bola matanya malas. Pasti disini nanti dia akan jadi obat nyamuk. Hem miris sekali.
Risky langsung duduk disebelah Elvina,"lama ngga ketemu, makin cantik aja si" godanya dengan mengedipkan sebelah matanya.
Rayhan yang disebelahnya hanya memasang ekspresi ingin muntah. Apalagi melihat wajah Elvina yang bersemu merah.
"Lemah banget nih,Nana dibilang gitu aja udah merah merah pipinya" ucap Rayhan dalam hati.
"Ehem" Rayhan sengaja berdehem, sedari tadi keberadaan nya tidak diakui sama sekali.
"Loh Rayhan apa kabar?, sorry ngga liat lo. Soalnya di mata gue cuma ada Nana".
Lagi lagi Elvina bersemu merah. Sedangkan Risky mengusap rambut Elvina dengan sayang.
"Gue baik" ketusnya.
Semakin lama Risky semakin bucin saja pada Elvina.
"Kenapa kak?" tanya Elvina, ia menyadari raut wajah tak mengenakan dari Rayhan.
"Kak?" ulang Risky.
"Iya dia kakak aku sekarang".
"Kok bisa? "tanya Risky bingung.
"Nih ya aku jelasin" Elvina langsung menjelaskan semuanya dengan rinci.
"Jadi begitu, syukur deh" ucap Risky sembari manggut manggut. Risky lega, sekarang mereka hanya kakak adik beneran, ia takut semakin lama ia tak bertemu Elvina. Nanti malah Elvina jatuh kepelukan Rayhan.
"Syukur deh kenapa?".
"Ngga kenapa kenapa sayang. Oh iya, makasih lo kamu masih pake cincin dari aku" ucap Risky, ia menyadari jari Elvina yang masih tersemat cincin pemberian nya.
"Ngga pernah aku lepas kok" jawab Elvina.
"Tunggu aku sukses dulu ya Na, nanti aku ganti yang lebih bagus" ucap Risky tulus, ia mengambil tangan Elvina dan mengecupnya sekilas.
Entah sudah berapa kali Elvina bersemu merah karena pelakuan Risky.
Sedangkan Rayhan sedari tadi hanya pura pura tidak melihat adegan apapun. Ia hanya memandang ke depan dan asik memakan kue.
"Ehem, lo dateng kesini itu cuma mau mesra mesraan doang apa?. Ngga ngasih selamat ke pengantin" ucapan Rayhan menghentikan adegan mersa Elvina dan Risky.
"Ck! pengganggu. Ngga tau apa gue lagi lepas rindu" ujar Risky.
Rayhan hanya mengangkat bahunya acuh.
"Aku mau kedepan dulu ya sayang, apa mau ikut?"tawar Risky.
"Aku tunggu disini aja" jawab Elvina.
"Ya udah, nanti aku balik lagi kesini".
Setelah kepergian Risky, Elvina dan Rayhan kedatangan Kaila dan Rizal. Namun sayang Indira tidak bisa datang karena ia sedang ada acara.
Em seperti ada yang aneh, Kaila dan Rizal biasa berantem dan sekarang pergi ke pesta bersama.
"Lo pacaran?" tanya Elvina.
Sedangkan Kaila dan Rizal hanya mesam mesem tidak jelas. Tidak perlu dijawab Elvina pun sudah tau.
Tuh kan dulu aja mereka sok sokan benci. Ujungnya cinta juga.
"Lo pas nerima Rizal sadar ngga si, La? " tanya Rayhan.
"Sadar la. Emang kenapa?".
"Ngga kenapa, takutnya lo pas itu lagi mabuk atau apa. Rizal kan modelan kaya gitu".
"Sialan lo" umpat Rizal.
Mereka bertiga langsung tertawa,"bercanda elah. Semoga langgeng. Dan buat lo La, yang sabar ngadepin Rizal yang nyebelin nya minta ampun".
"Siap" jawab Kaila.
"Eh Elvina makin cakep aja" celetuh Rizal, dan langsung mendapat hadiah cubitan oleh Kaila.
"Berani ya muji cewe lain didepan pacarnya" omelnya.
"Iya sayang engga lagi".
"Aku pamit ke Risky dulu ya " pamitnya .