
Sebuah mobil sport hitam berhenti di sebuah halte dan membunyikan klakson mobilnya hingga membuat aaliya terkejut.
Sang pengemudi membuka kaca mobilnya dan terlihat Enrico dengan pandangan yang terlihat tajam menunjukkan rasa tidak suka lalu berkata "aaliya masuk mobil!!ucapnya dengan nada sedikit membentak
Dengan terkejut aaliya segera menuju ke arah mobil yang berhenti sambil mengucapkan selamat tinggal pada Nathan
aaliya
" Nathan aku duluan yah ucapnya
Nathan
"Oke sambil mengedipkan matanya sebelah, dia sengaja menggoda Enrico yang memang sudah terlihat tidak suka kepadanya
Baru saja aaliya beranjak dari duduknya Enrico kembali berkata
" Buang dulu tuh kopi, aku gak mau kamu ngotorin mobilku kata Enrico
aaliya pun membuang kopi pemberian Nathan yang sudah tinggal setengah sambil berkata
"Sorry ya Than ucapnya
" it's Ok sahut Nathan mengiyakan
aaliya masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Nathan yang masih duduk di halte
Enrico ucap Nathan dalam hatinya, "setauku Enrico anak tunggal dia kembali bergumam.. yah Nathan dan Enrico adalah satu club berkuda dan siapa yang tidak kenal dengan Enrico di kampus, karena Nathan pun anak seorang pengusaha terkenal di Kota B maka mereka pun saling mengenal, Nathan pun menuju mobil yang di parkirnya dan berlalu pulang
Di dalam mobil aaliya terlihat canggung melihat perubahan sikap Enrico yang kembali jutek padanya, sampai dirumah pun mereka tidak bicara Enrico masuk ke kamarnya begitupun aaliya
aaliya langsung menuju kamar mandi dan membersihkan diri kemudian memakai kimono mandinya tapi dia sangat terkejut ketika dilihatnya Enrico sudah duduk di sofa kamarnya
aaliya
"kamu ngapain disini ucap aaliya sambil merapatkan kimono mandi nya
Enrico
" aku mau bicara sambil matanya terus memandang aaliya dengan rambut basah nya, bibir yang berwarna pink dan kulit nya yang putih bersinar "dia sexy juga Enrico berucap dalam hati
dan langsung tersadar " duh kenapa sih gw ucapnya kembali dalam hati
aaliya
"Kalo mau bicara tunggu di luar aku mau pake baju ucapnya
Enrico
Pake baju di ruang ganti ajah sahut Enrico dingin
aaliya bergegas menuju ruang ganti dikamarnya, ya didalam kamarnya ada ruang ganti yang husus berisi lemari pakaian dan tempat menyimpan sepatu dan tas milik aaliya
" Duh kenapa aku gak kepikiran pakai baju di ruang ganti ucapnya dalam hati, pikirannya agak sedikit kacau ketika melihat Enrico di kamarnya dengan keadaan dia habis mandi, "duh bodoh banget sih aku ucap aaliya sambil memukul-mukul kepalanya perlahan
selesai berpakaian aaliya menuju sofa tempat Enrico duduk mereka kini duduk berhadapan Enrico menata tajam aaliya kemudian berkata
Enrico
" Kamu ada hubungan apa sama Nathan
aaliya
"Cuma temen ajah ucap aaliya sambil menunduk karena dia tidak sanggup menatap mata Enrico yang tajam
Enrico
" Kamu gatau siapa Nathan, lebih baik kamu jaga jarak dengannya
aaliya
"Iyah ucap aaliya pelan emang kamu siapa suruh aku jauh-jauh sama orang batin aaliya
Aaliya tante boleh masuk sambil membuka pintu kamar terlihat wajah tante Angy di balik pintu, " Oh Enrico ada disini ucapnya
"Masukan aja Mah Enrico juga dah selesai ko sambil berlalu meninggalkan aku dan tante Angy.
Tante Angy mendekat padaku sambil tersenyum " Tante senang deh liatnya, kalian makin akrab
"Iya tante kataku singkat karena aku gatau harus bicara apa karena ini cuma pura-pura
Iya tante jawabku
"Yasudah kamu istirahat tante mau lanjutin buat kue ya.. sambil beranjak pergi
Di kamarnya Enrico terlihat seperti sedang berfikir, Nathan bukan cowok yang baik, aaliya apa gak liat-liat dulu kalo deket sama cowok.. dasar bodoh gumamnya dalam hati..
Keesokan paginya Enrico bersiap ke kantor dia tau kalau aaliya gak ada kelas hari ini, selesai sarapan dia pun berangkat
Sekitar jam 10 tante Angy mengetuk pintu kamar aaliya, sayang boleh Tante masuk
Ya Tante masuk ajah sahut aaliya yang sedang merapikan rambutnya, aaliya terlihat cantik dengan kemeja tanpa lengan nya dan rok pendek di atas lutut, rambut hitam nya tergerai dan make up nya yang tipis membuat penampilannya terlihat sangat manis
Tante Angy masuk dan mendekatinya kemudian membelai wajah aaliya sambil berkata Cantiknya calon mantu Tante sambil tersenyum yang membuat wajah aaliya memerah dan tersipu malu, melihat aaliya yang malu Tante Angy pun tersenyum kemudian berkata sudah siap kan ayo ucapnya sambil menggandeng tangan aaliya
Tidak berapa lama mereka tiba di butik langganan Tante Angy, sebuah butik perancang terkenal. Sesampainya disana Tante Angy memilih gaun untuknya yang akan dipakai saat aniversary nya nanti setelah menemukan gaun yang akan dipakai nya nanti diapun mendekati aaliya yang sedang menunggunya di sofa.
Sayang kesana yu sambil menunjuk ke ruangan sebelah yg memang berisi gaun gaun untuk anak muda..
aaliya mengikuti Tante Angy ke ruangan sebelah dia agak terkejut ketika melihat Diana ada disana, Kamu suka gak yang ini sayang, Tante Angy memperlihatkan sebuah gaun berwarna putih yang cantik, aaliya langsung menoleh ke arah Tante Angy dengan sedikit terkejut karena sedari tadi dia sedang memperhatikan Diana
Lihat siapa sih sayang ucap Tante Angy sambil mendekat dan melihat ke arah pandangan aaliya. Oh, itu model muda berbakat yang namanya sedang naik sambil melihat ke arah Diana.
Tante kenal sahut aaliya sambil membulatkan matanya
Tante Angy tertawa melihat wajah aaliya yang terlihat terkejut tapi begitu lucu.. Tante gak kenal ko sayang, cuma lihat di televisi saja, memangnya kamu kenal, jawab Tante Angy dengan pandangan menyelidik
Emm..aaliya sedikit berfikir dia satu kampus Tante seangkatan sama Kak Rico jawab aaliya
Terus kamu kenal? kata Tante Angy kembali dengan pandangan menyelidik
Eng.. enggak kenal Tante aku cuma tau ajah, lagian dia itu kan cewek paling cantik di kampus semua orang mengenalnya
Kata siapa cantik, cantikan juga kamu ucap Tante Angy sambil mencubit kecil pipiku.
Selesai memilih pakaian kami ke kasir untuk membayar nya disana sudah ada Diana yang juga sedang membayar gaun nya
eh, aaliya ucapnya padaku sambil tersenyum
Hi Diana kataku sambil tersenyum juga
Hi Tante Diana menyapa Tante Angy
Tante Angy hanya membalasnya dengan tersenyum
kemudian kami pun keluar dari butik
Kita makan siang dulu yuk sayang ucap Tante Angy padaku
Iya Tante kebetulan aku sudah lapar
Kami pun memasuki sebuah restoran dekat butik, aku dan Tante Angy kemudian memesan makanan tidak berapa lama ada suara yang memanggilku
aaliya makan disini juga?
aku menoleh dan ternyata Diana lah yang berbicara Iyah jawabku sambil tersenyum
tidak keberatan kah kalau kamu dan Tante berbagi meja denganku aku makan siang sendiri katanya sambil menundukan wajahnya
gimana Tante aku bertanya pada Tante Angy
duduklah kata Tante Angy dengan raut wajah yang tidak terlalu senang
selagi kami menyantap makan siang kami Diana sesekali mengajak ngobrol aku dan Tante Angy, tapi Tante Angy tidak terlalu menanggapi hanya membalas dengan senyuman
Makan siang selesai Diana pamit padaku dan Tante Angy dan kamipun menuju mobil masing-masing
Tante ko gak terlalu suka sama temanmu yang tadi yah kata Tante Angy dengan raut wajahnya yang menunjukan tidak senang
Kenapa memangnya Tante jawabku
dia seperti ada maksud yang tersembunyi kata Tante Angy sambil menyipitkan kedua matanya
aku hanya diam saja karena aku tak berani membantah nya
emm aaliya kita ke kantor Om sebentar yah katanya sambil tersenyum memegang tanganku
iyah terserah Tante saja jawabku