
Malam harinya Elvina sudah bersiap akan pergi bersama Risky. Mereka benar benar memanfaatkan waktu yang ada. Karena Risky juga di Indonesia tidak akan lama.
"Mau kemana sayang?" tanya Nadin.
"Mau pergi bunda, sama Risky".
"Anak papa mau kencan ya" ucap Farel,ia senang menggoda putrinya.
"Iya dong, kan Nana punya pacar. Ngga kaya kak Rayhan masih jomblo" ledek Elvina. Ia menjulurkan lidahnya pada Rayhan.
Semua orang disitu tertawa. Ngejleb sekali ucapan nya.
Lihat saja kalau nanti Rayhan punya pacar. Lagipula apa yang salah dari status jomblonya?.
" Ya udah Nana pamit dulu ya semua" pamitnya. Lagipula kekasihnya sudah menunggu didepan.
Farel dan Fajrin kompak mengikuti putrinya ke depan.
"Eh om" sapa Risky.
"Ganteng juga pacar putriku" celetuk Farel.
"Ah bisa aja si om". Ini adalah pertama kalinya Risky bertemu dengan ayah kandung Elvina. Memang wajahnya mirip. Kan mereka kembar.
"Jangan kemalaman ya nak Risky" ucap Fajrin.
"Iya om tenang aja" jawabnya,"ya sudah saya pamit dulu".
Setelah mendapat anggukan,Risky langsung menggandeng tangan Elvina. Suka sekali Risky ini menggandeng tangan Elvina.
"Silahkan masuk tuan putri" ucap Risky.
"Terimakasih" jawab Elvina dengan tersenyum manis.
Selama di perjalanan pun, Risky sesekali menggenggam tangan Elvina.
"Ya ampun Iky, aku ngga bakal pergi kok. Hobi banget megangin tangan".
"Aduh Na, tangan aku itu gatel banget kalau ngga gandeng kamu. Lagian kita udah lama ngga gandengan".
Lihat bucin sekali Risky ini.
Elvina hanya menghela nafasnya, sudahlah biarkan saja Risky berbuat semaunya.
"Sudah sampai" ucap Risky.
Ternyata Risky mengajak nya ke Restoran.
"Kamu mau makan?" pertanyaan macam apa itu.
"Aku itu mau ngajak kamu diner hehe" ucapnya.
"Kok ngga bilang si, kan aku bisa pake dress. Ngga kaya gini .Hadeh baju aku ngga pas" keluh Elvina.
"Na, kamu pake apapun juga cantik. Aku tetap suka kok.Ya udah yuk masuk".
Lagi lagi Risky menggenggam tangan Elvina. Mereka langsung duduk ditempat yang telah Risky pesan. Dan sudah ada berbagai macam makanan.
"Kamu yang nyiapin ini semua?" tanya Elvina dengan berbinar.
"Bukan dong, yang nyiapin pelayan la" jawab Risky enteng.
Dasar perusak suasana.Elvina langsung merubah raut wajahnya.
"Bercanda sayang, ngga usah cemberut gitu" Risky mencubit gemas pipi Elvina.
"Ngga usah cubit cubit ih" Elvina langsung menepis halus tangan Risky.
"Dimakan sayang, kasian makanan nya dianggurin".
Mereka berdua benar benar memanfaatkan waktu untuk bersama. Saling bertukar cerita.
Risky bercerita bahwa ia sudah mulai belajar tentang bisnis.
Elvina juga mengatakan bahwa jadwalnya lumayan padat. Sebentar lagi kampusnya akan mengadakan fashion show. Dan tentunya Elvina salah satu model didalam nya.
Dan acara tersebut juga dibuka untuk umum. Sebenarnya Elvina ingin sekali Risky bisa menyaksikan nya. Tapi sayang nya mereka berjauhan.
"Maaf ya Na, aku ngga bisa liat kamu" ucap Risky dengan nada bersalah.
"Oiya Na, kalau misalnya aku ngga ngabarin kamu. Tolong ya kamu jangan berfikiran bahwa aku udah ngga sayang kamu. Aku itu mau fokus sama kuliah dan belajar bisnis. Supaya aku cepet sukses dan supaya cepet cepet sama kamu terus".
Elvina mengangguk memaklumi,"Iya aku paham kok".
"Tapi aku usahain kabarin kamu".
"Iya Iky".
^^^
Setelah mengantarkan Risky ke bandara. Elvina tidak langsung pulang kerumah. Ia akan jalan jalan sebentar bersama Rayhan.
Elvina di Indonesia juga tidak lama. Besok ia dan Rayhan sudah harus kembali ke Paris.
"Kita ke mall aja gimana?" tanya Rayhan.
"Gue ngikut aja la" jawab Elvina sekenanya.
Rayhan langsung melajukan mobilnya menuju mall terdekat.
Sesampainya disana,"kak temenin gue belanja dulu yuk" ajaknya.
"Emang lo bawa duit berapa ha. Sok sokan mau belanja. Ngga usah boros" jawab Rayhan.
"Lo kan tau gue jarang belanja" ucap Elvina sebal.
Memang benar Elvina itu jarang sekali belanja. Lebih baik buat beli makanan saja. Begitulah isi pikiran Elvina.
"Ya udah, tapi nanti kalau kurang ngga usah minta sama gue".
"Dih, jadi kakak pelit banget lo. Lagian ngga bakalan gue minta sama lo. Gue kan dapet jatah nya dua" balas Elvina senang.
Rayhan mengerutkan keningnya,"dua gimana?".
"Ya dua, dari papa sama ayah".
Rayhan langsung merubah raut wajahnya menjadi datar,"cih!,sombong".
"Tenang aja, kali ini gue traktir."
"Hem".
"Baik banget kan gue?".
"Hem".
"Dahlah males ngomong sama lo. Ham hem mulu" jawab Elvina. Ia langsung berjalan didepan Rayhan.
"Sesuka hati lo aja lah" gumam Rayhan,"lo seneng, gue seneng".
Rayhan langsung berlari kecil mengejar Elvina. Ia takut Elvina hilang dari jangkauan nya. Bukan karena apa,nanti kalau Elvina hilang, siapa yang akan mentlaktirnya?.
Dasar kakak durhaka.
Bukan nya Rayhan tak punya uang. Tapikan selagi ada yang gratis kenapa tidak?.
Niat hati ingin belanja. Nyatanya mereka berdua sedari tadi keluar masuk tempat makan. Elvina mengajak Rayhan untuk mencicipi menu menu yang ada.
Elvina itu suka sekali makanan manis. Padahal Rayhan sudah kenyang. Tapi apalah daya, Rayhan sedari tadi di tarik kesana kesini.
Rayhan heran, apakah perut Elvina terbuat dari karet sampai menampung banyak makanan. Atau memang ada yang salah dengan perut nya sendiri yang tidak bisa menampung banyak.
"Udah lah Na, ntar lo sakit gigi. Dari tadi makan manis terus" Rayhan sudah mulai mengeluh.
"Entar pulang gue sikat gigi" jawabnya acuh.
Sekarang mereka berdua sedang ditoko donat. Elvina terus berbinar menatap donat donat didepan nya. Sungguh menggiurkan.
Setelah membeli donat. Rayhan langsung mengajak Elvina pulang.
"Pulang Na,lo kalau dibiarin disini bahaya"ucapnya.
Elvina menurut saja, toh ia sebenarnya juga sudah lelah berjalan kesana kemari.
Donat ini nanti akan ia makan bersama ayah, bunda, papa, mama dan juga adiknya.
Hem ada yang kurang?, ya Rayhan ia tak kebagian. Lagian Rayhan sudah makan banyak tadi.