MY DESTINY

MY DESTINY
episode 71 AWAL BARU (HONEYMOON)



"Selamat pagi, ayah mertua." sapa Nayna dengan tersenyum hangat dipagi hari, sembari menyiapkan sarapan pagi.


Marco tidak menjawab sapaan hangat dari menantunya itu. Dia hanya diam dan langsung menuju meja makan. Sementara Nayna bahkan tidak tersinggung dengan hal itu. Dia malah dengan sigap menyiapkan piring untuk ayah mertuanya itu dan mengambilkan beberapa helai roti.


"Dimana kopiku?" tanyanya dengan tatapan tajam.


"Kopi? Ayah, tidak baik minum kopi saat perut kosong di pagi hari, efek negatif dari kopi dipercaya dapat membuat kondisi ayah lebih memburuk. Kafein yang ada didalam kandungan kopi akan merangsang sistem saraf, yang berarti terlalu banyak kopi dapat mempercepat denyut jantung dan meningkatkan tekanan darah. Dengan demikian, Ayah lebih mudah merasa cemas dan stres.


Marco menyipitkan matanya menatap Nayna. Tidak menyangka dengan sikapnya yang berani menentang rutinitasnya dipagi hari yang selalu mengosumsi kopi. Bahkan Lucia sendiri sampai tidak kuasa menolak keinginan suaminya itu, meski hal itu membahayakannya. Tapi kali ini, menantunya sendirilah yang dengan terang-terangan melarangnya.


" Aku sudah terbiasa minum kopi dipagi hari Nayna. Sampai saat ini aku baik-baik saja, jadi cepat berikan kopiku. Jika kau tidak mau maka aku akan menyuruh koki andalanku." ucap Marco tajam. Namun hal itu masih tidak membuat Nayna goyah sedikitpun.


"Untuk saat ini mungkin ayah akan baik-baik saja. Tapi siapa yang tahu kedepannya nanti. Aku tidak ingin anakku lahir sebelum melihat kakeknya." ucap Nayna santai, Nayna tidak perduli dengan tanggapan Marco yang mungkin akan murka padanya. Yang penting dia sudah melakukan hal yang menurutnya benar.


"Dasar menantu kurang ajar. Beraninya kau berkata seperti itu !!"


"Ada apa ini?" tanya Daniel yang tiba-tiba datang dan mengambil tempat duduknya. Melihat kearah Nayna dan ayahnya secara bergantian dengan raut wajah bingunnya.


"Istri kurang ajarmu ini telah berani-beraninya mengatur ayah Daniel. Kau jelaskan padanya kebiasaan ayah yang suka minum kopi dipagi hari." ucap Marco kesal.


"Ayah, jangan salah paham. Nayna hanya takut terjadi sesuatu padamu. Nayna begitu menyayangimu sampai dia tidak ingin ayah sakit." bujuk Daniel pada Marco dengan sedemikian lembut. Nayna sendiri tidak berharap pembelaan dari suaminya itu. Biarlah ayah mertuanya berfikir buruk tentang dia. Dari pada ayah mertuanya sakit. Pikirnya.


Marco mencebik kesal. Bagaimana bisa putranya malah membela istrinya.


"Selamat pagi bibi, selamat pagi paman Daniel, selamat pagi juga e ...." Alika menghentikan ucapannya, merasa bingung harus memanggil Marco dengan sebutan apa.


"Kakek." saut Daniel. "Panggil saja kakek Marco ! Benarkan ayah?"


"Emm," jawab Marco acuh.


"Selamat pagi juga Alika sayang." ucap Nayna berjalan mendekatinya dan mengecup dahinya.


"Apa kalian sudah menyiapkan rencana untuk bulan madu?" tanya Lucia yang baru saja datang.


"Sudah ibu, nanti malam kami akan berangkat. Untuk saat ini aku harus kekantor dulu menyerahkan beberapa dokumen pada Susan. Hans tidak bisa melakukannya Karena dia sendiri sedang sibuk mempersiapkan pernikahannya."


"Apa itu artinya bibi akan memberikan Ika adik kecil?" tanya Alika dengan wajah polosnya. Membuat siapa saja gemas melihatnya.


"Tentu saja sayang, paman akan memberikan Alika adik kecil yang banyak." ucap Daniel sembari mencubit gemas pipi Alika.


Alika bersorak senang mendengarnya.


***


Mereka telah berangkat dan memilih Maldives sebagai tempat bulan madu mereka.


Maldives yang disebut juga dengan Kepulauan Maladewa merupakan salah satu pulau indah yang terkenal di dunia. Letak Maldives ada di Samudera Hindia dan mempunyai banyak wisata pantai dengan air yang biru jernih, bermacam biota laut, dan pasir putih membentang, panorama sekitar juga menawan. Selain populer dengan pantai-pantai cantik, Maldives juga memiliki obyek wisata lain yang tentunya menarik dikunjungi.


Daniel sendiri mengikuti keinginan Nayna yang ingin pergi ke pulau Cocoa. Nayna sangat menyukai Pantai yang terdapat di Pulau Cocoa begitu eksotis. Mempunyai pasir putih membentang luas, disertai suara deburan ombak, menjadi daya tarik tersendiri baginya. Pergi kepulau itu adalah impiannya sejak kecil, meski tidak bersama orang tuanya tapi dia bersyukur bisa pergi bersama suaminya.


Daniel mengajak Nayna untuk mencoba scuba diving salah satu permainan yang menarik disana. Pulau ini pun memiliki fasilitas berupa resort dengan kualitas baik.


"Indah sekali bukan?"


Daniel sengaja berbicara sedemikian lembut disela telinga Nayna. Membuat Nayna sendiri seakan tergelitik.


"Terimakasih." ucap Nayna membalikan badannya dan menatap lekat kemanik mata suaminya.


"Untuk apa?" tanya Daniel berkerut bingung.


"Semuanya. Terutama karena telah mengajakku kesini. Kau tahu? Ini adalah impianku sejak dulu. Aku sangat memimpikan hal ini." ucapnya dengan penuh haru.


"Aku senang karena telah mewujudkan keinginanmu, istriku." ucap Daniel sembari mengecup pelan bibir Nayna yang terlihat menggoda.


Nayna kembali merona saat melihat kilatan nafsu dimata Daniel. Daniel mendekatkan wajahnya dan kembali memangut bibir yang seakan menjadi asupan vitamin baginya. Kali ini ciuman itu sedikit liar dan dalam. Seakan menyapu habis setiap rongga yang ada didalam mulut Nayna. Membangkitkan kembali gairah didalam diri Mereka yang seakan meluap-luap tak tertahankan. Daniel meraup tubuh Nayna dan meletakannya secara perlahan diranjang mereka tanpa melepaskan pertautan itu.


Suasana yang tadinya dingin berubah menjadi panas seketika, menjalar sampai ketubuh mereka. Menimbulkan keringat yang mengalir membasahi tubuh mereka.


Deru nafas dan desah kenikmatan seakan menjadi melodi indah dimalam itu. Dua insan yang tiada hentinya melakukan penyatuan cinta mereka yang begitu menggebu-gebu. Meluapkan semua rasa cinta yang tiada habisnya.


Daniel menggulingkan tubuhnya kesebelah Nayna yang telah ambruk duluan. Menarik kembali tubuh Nayna agar masuk kedalam dekapannya. Malam yang indah ditempat yang indah serta suasana yang romantis. Mereka nampak begitu lelah hingga tidak kuasa untuk menahan kantuk yang menyerang mereka habis-habisan setelah melakukan kegiatan yang menyenangkan. Dengan perlahan mereka memejamkan mata sampai benar-benar terlelap dan masuk kealam mimpi.


.


****


***BERSAMBUNG .......


TERIMAKASIH TELAH MENGIKUTI ALUR CERITA INI DENGAN BAIK.


***


HAY GUYS KALAU KALIAN SUKA


JANGAN LUPA KASIH


LIKE 👍


KOMENTAR 😀


BINTANG 5


FAVORITE


KOIN


DAN VOTE SEBANYAK BANYAK NYA YA , DAN JANGAN LUPA KRITIK DAN SARAN NYA JUGA YANG MEMBANGUN


JANGAN ADA PLAGIAT DI ANTARA KITA YA " TERIMAKASIH****