MY DESTINY

MY DESTINY
episode 55



"HAPPY READING"


***


"DANEL... NAYNA, DIA ...?"


Hans sengaja menghentikan ucapannya untuk menarik nafas panjang. Daniel yang tidak sabar pun menatap geram kearah nya.


"NAYNA KENAPA HANS? CEPAT KATAKAN ..." Bentak Daniel memegang erat bahu Hans dan mengguncangnya keras.


"Sebaiknya kau ikut aku sekarang!!" ujar Hans menarik tangan Daniel agar mengikutinya, Daniel tidak menolak. Karena terlalu syok dan khawatir membuatnya mengikuti arah langkah kaki Hans yang lebar. Meninggalkan Celine sendirian diruangannya.


"Aku harap kau mati saja Nayna." gumam Celine kesal.


"Kita mau kemana Hans? Katakan padaku dimana Nayna? Apa yang terjadi padanya?"


Hans bingung bagaimana cara menjawab pertanyaan Daniel yang bertubi-tubi padanya. "Kau ikut saja, Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang." ujar Hans segera melajukan mobilnya.


Daniel menggeram kesal karena Hans yang begitu membuat perasaannya kalut antara penasaran dan kekhawatiran yang bercampur aduk menjadi satu.


"Kenapa kau lambat sekali Hans, apa kau tidak bisa lebih cepat."


Hans tidak menggubris ocehan Daniel, dia tetap fokus mengemudi meski dia tahu bahwa Daniel saat ini seperti orang yang kehabisan obat.


Daniel menghela nafas untuk menghilangkan segala pikiran buruk dalam dirinya tentang Nayna. Sampai baru menyadari bahwa Hans mengendarai mobil menuju rumahnya.


Ciiittt ...


Hans menghentikan mobilnya di depan rumah Daniel. "Tunggu dulu !! Hans kenapa kita kerumahku? Ada apa sebenarnya?" bentak Daniel menarik kasar kerah baju Hans kesal.


"Sebaiknya kau segera masuk dan lihatlah sendiri." ujar Hans tetap tidak ingin memberitahu Daniel. Daniel melepaskan tangannya kasar dari kerah baju Hans, dan segera melangkah masuk kedalam rumahnya.


Daniel berjalan dengan langkah lebarnya seolah tidak sabar untuk segera masuk kerumahnya. Lalu membuka pintu dengan keras dan sedikit kasar.


Daniel mengedarkan pandangannya dan heran dengan suasana yang begitu gelap.


Daniel melangkah masuk untuk menghidupkan lampu. Tiba-tiba ...


DUARR ....


Suara letupan dan terompet saling bersautan. Suasana yang tadinya sepi dan sunyi berubah menjadi begitu riuh.


"HAPPY BIRTDAY DANIEL ...." ucap semua orang yang ada disana. Sassy, Saina, dan ibunya Daniel. Namun tidak terlihat Marco dan Nayna disana.


Daniel terbelalak kaget, dan sangat tidak percaya dengan apa yang disaksikannya. Bukankah tadi dia begitu panik memikirkan Nayna yang mungkin dalam bahaya.


"Apa maksudnya ini ??" tanya Daniel masih bingung, bisa-bisanya mereka membuat lelucon dengan mengkambing hitamkan Nayna.


"Happy birthday Bigbos ..." ucap Hans muncul dibelakang Daniel.


"Astaga Hans ! Jadi semua yang kau lakukan tadi hanya sebuah drama untuk ini. Itu tidak lucu sama sekali, jantungku hampir terlepas dari tempatnya akibat ulah kalian." seru Daniel kesal.


"Maafkan aku ! Aku hanya korban. Yang hampir saja terkena amukan darimu, aku hanya disuruh Sassy dan juga ibumu." ujar Hans jujur, membela dirinya dan melirik kearah Lusia dan Sassy.


"IBU .. kau juga terlibat ??" ujar Daniel menggeleng lemah.


"Maafkan ibu Daniel, sepertinya kau harus menghukum orang yang memiliki ide gila ini." saut Lusia disela tawanya. "Tapi sebelum itu ibu ingin mengucapkan Selamat untukmu. Semoga kau selalu sehat dan bahagia, serta tercapai semua keinginanmu." sambungnya mendekat kearah Daniel dan mencium kening putranya itu. Membuat Daniel yang tadinya kesal karena merasa dipermainkan berubah menjadi hangat dan tersentuh.


"Terimakasih Ibu," ucapnya lembut. "Dimana Nayna??" sambungnya, penasaran sedari tadi tidak melihat kehadiran Nayna disana.


"Jika kau ingin melihat Nayna, kau harus mengikuti permainan kami dulu." ucap Saina tersenyum jahil.


"Tidak mau." balasnya singkat.


Daniel menghela nafas gusar. "Memangnya apa yang kalian inginkan?" ucapnya kesal.


"Mudah saja. Kau harus membuat lelucon agar kami tertawa!!


"Apa kalian pikir aku badut!" saut Daniel sebal.


"Jika kau mau menjadi badut, itu juga ide yang bagus. Akan menjadi berita besar jika seorang Daniel yang terkenal dengan sifat dinginnya berubah menjadi pelawak." ucap Saina tertawa jahat, yang membuat Daniel semakin berdecak kesal.


Lusia merasa tidak tega melihat putranya yang gusar mencoba membantu Daniel untuk segera menemui Nayna diatas, tempat terbuka yang biasa mereka jadikan tempat bersantai menikmati pemandangan. Daniel mengerti isyarat yang diberikan ibunya tanpa pikir panjang langsung melangkah kesana.


"Hey !! Kau mau kabur kemana, bibi ini curang namanya. Aku tidak mau bersekongkol denganmu lagi." ucap Saina merasa kesal karena gagal mengerjai Daniel.


***


Sunyi


Sepi


Gelap


Tidak ada apapun disana. Baru saja Daniel ingin membalikan badanya. Tiba-tiba sebuah kembang api menyala dengan begitu indah. Bertuliskan ...


SELAMAT ULANG TAHUN DAN AKU MENCINTAIMU ...


Daniel terkesima melihatnya. Ditambah lagi Nayna yang perlahan muncul mendekati Daniel dengan membawa sebuah kue ditangannya.


"Selamat ulang tahun Daniel. Maaf aku bukan orang pertama yang memberimu ucapan, namun aku sengaja menjadi yang terakhir. Karena yang terakhir akan selalu menetap. Aku merasa begitu beruntung mendapati kamu sebagai bagian cerita panjang dalam hidupku. Terima kasih telah memberikanku kekuatan dan inspirasi di setiap hari. Kau adalah bagian terpenting dalam hidupku."


Nayna menghentikan ucapannya dan menatap manik mata Daniel begitu dalam.


"Kamu adalah penerang dalam hidupku, kamu membuatnya penuh warna, terasa begitu hangat dan cerah. Tetaplah berada disisiku mendekapku, menyejukkan hatiku."


"Aku adalah wanita yang paling beruntung. Di sisiku, ada seorang malaikat yang selalu menerangkan redup jalanku, melapangkan setiap sempitku, dan membahagiakan di saat sedihku. Terimakasih sayang, aku mencintaimu!" sambungnya, yang membuat Daniel tidak bisa berkata apa-apa, hanya tersenyum penuh kebahagiaan.


"Aku juga sangat mencintaimu Nayna." seru Daniel menggerakan tangannya untuk membawa Nayna kedalam dekapanya.


"Nayna, aku sudah seperti orang gila seharian ini mencarimu kemana-mana. Ditambah lagi Hans yang datang dengan wajah paniknya, seolah ingin mengatakan bahwa kau dalam bahaya." ucap Daniel meluapkan sedikit kekesalannya.


"Maaf ." ucap Nayna lembut. "Tapi aku sengaja melakukannya, bukan hanya aku. Tapi mereka semua juga ikut memberi kejutan untukmu." sambungnya lagi.


"Terimakasih. Untuk segalanya, aku bahagia memilikimu, dan aku beruntung." ucap Daniel menatap kedalam mata Nayna, seolah meluapkan segala perasaannya. Matanya beralih kebibir Nayna yang merekah lalu mendekatkan wajahnya, Nayna memejamkan matanya seolah mengerti apa yang akan terjadi, namun hal itu langsung diurungkan akibat suara deheman keras dari Sassy. Ya, lagi-lagi Sassy menggagalkan aksi mereka. Membuat Daniel menggeram kesal akibat ulahnya. Berbeda dengan Sassy yang menyembunyikan tertawa jahatnya dibalik wajah datarnya itu. Sedangkan Saina, dan Hans tidak sanggup menahan kekehan geli mereka. Melihat raut wajah Daniel yang merah menahan kesal.


***


HAY GUYS KALAU KALIAN SUKA


JANGAN LUPA KASIH


LIKE 👍


KOMENTAR 😀


BINTANG 5


FAVORITE


KOIN


DAN VOTE SEBANYAK BANYAK NYA YA , DAN JANGAN LUPA KRITIK DAN SARAN NYA JUGA YANG MEMBANGUN


JANGAN ADA PLAGIAT DI ANTARA KITA YA " TERIMAKASIH "